Daerah

10 Warga Di Pecat Kades Trimulyo Pesawaran Melawan, Kuasa Hukum : “Sidang Di Mulai Akhir Pekan Ini”

Pesawaran, beeoneinfo.com

Persiapan berkas gugatan dinyatakan sempurna, kasus 10 warga yang dipecat kepala desa Trimulyo, Endro akan dimulai dengan persidangan online. Hal itu dijelaskan oleh salah satu kuasa hukum mereka, Nofrizal. SH pada Rabu (22/07).

“Kemarin sudah kita bereskan semua (berkas gugatan) dan pihak pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandar Lampung sudah nyatakan sempurna. Sidang insya Allah akan digelar akhir bulan ini secara daring” Terang Nofrizal. SH.

Nofrizal juga mengatakan, kantor bantuan hukum Gunawan. SH., MH and Partners serta dirinya optimis kasus ini dimenangkan oleh mereka. Hal ini dikarenakan banyaknya keganjilan – keganjilan yang terjadi pada proses pemberhentian 10 warga tersebut.

“Jelas kita optimis, banyak aturan – aturan yang dilanggar. Salah satunya malah bisa kita masukan kategori perbuatan melawan hukum dan dugaan pidana lainnya” Terang Nofrizal.

Diberitakan sebelumnya, Sepuluh warga mantan perangkat desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng, Pesawaran menggugat kepala desa Trimulyo, Endro.

Mereka melalui kantor advokat & konsultan hukum ADV GUNAWAN., SH., MH & PARTNER menggugat keputusan kepala desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng, Pesawaran nomor : 140/019/VII/.03.15/V/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa.

Dalam surat tersebut juga tertuang, keputusan mereka menggugat adalah karena tidak sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 67 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, dimana salah satunya tertuang dalam pasal 5 ayat 1 jika kepala desa memberhentikan perangkat desa setelah berkonsultasi dengan camat.

Seiring waktu, fakta – fakta baru terungkap dalam polemik pemberhentian massal aparatur desa di Trimulyo, kecamatan Tegineneng kabupaten Pesawaran. Perwakilan dari sepuluh mantan aparat desa yang diberhentikan, Nyoto Prayitno mengatakan jika mereka menemukan fakta baru.

Diungkapkan Nyoto, jika dalam upaya memecat mereka kepala desa menyertakan surat dukungan dari warga untuk melakukan pergantian aparatur desa.

Dalam surat dukungan tersebut, hampir seluruh warga disemua dusun di desa Trimulyo memberikan tanda tangan dengan juga turut mencantumkan nomor induk kewarganegaraan (NIK) KTP.

Namun setelah ditelusuri, ternyata diketahui warga sendiri tidak tahu menahu jika tandatangan mereka digunakan oleh kepala desa untuk mendapatkan dukungan dari warga untuk pergantian aparatur desa.

“Mereka kebanyakan mengaku, diminta tanda tangan tersebut dengan iming – iming akan mendapat bantuan dan sebagainya” Ujar Nyoto Prayitno, saat ditemui dikantor hukum Gunawan & Partner. Sabtu (04/07).

“Sekarang malah, warga membuat surat pernyataan untuk menyangkal jika mereka pernah menandatangani surat dukungan tersebut” Tambahnya.

(Dhit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top