Bandar Lampung

Analisis : Mengintip Peluang Besar Pemilu 2024 Di Undur, Akankah Golkar Dan Nasdem Ikut PKB ?

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Wacana Pemilihan Umum 2024 ditunda dan diundur waktunya menguat kembali. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sendiri telah mencetuskan hal ini dan menyatakan akan menghadap Presiden dan menemui para pimpinan partai politik guna mewujudkan penundaan Pemilu 2024 nanti.

“Moga – moga usulan saya nanti akan saya sampaikan ke teman – teman pimpinan partai politik dan saya usulkan ke Presiden” Kata Muhaimin Iskandar biasa disapa Cak imin, dikutip dari cnnindonesia.com Rabu (23/02).

Cak Imin berdalih, usulan Pemilu 2024 diundur itu melihat dari pergerakan ekonomi dan rangkuman masukan hasil dari pertemuan para pelaku usaha serta UMKM yang katanya menginginkan pemulihan ekonomi diutamakan.

Atas dasar masukan dari para pelaku usaha dan UMKM tersebut, Cak Imin mengatakan jika ada baiknya penundaan pergelaran Pemilu diundur 1 atau 2 tahun.

Respon Partai Politik

Beberapa politikus partai kemudian merespon wacana yang dihembuskan oleh Cak Imin tersebut. Deputi Bappilu partai Demokrat Kamhar Lakumani menentang keras usulan Cak Imin.

“Argumen yang dibangun pun dipaksakan dan mengada-ada. Menempatkan ekonomi dan demokrasi secara trade-off, ini berbahaya, ciri watak otoritarianisme,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/2).

Wakil ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali pun merespon dengan pernyataan penolakan. Dia mengatakan jika pernyataan tersebut hanyalah akan membuat kegaduhan baru dan polarisasi antara dua kelompok.

Lagi Viral :   Diikuti 1082 Peserta, Walikota Eva Dwiana Akan Buka Langsung Kejuaraan Billiard Walikota Cup

“Tentunya dengan pernyataan seperti itu akan membuat kegaduhan dan polarisasi antara kelompok setuju dan tidak setuju. Sebaiknya menahan diri untuk tidak umbar pernyataan karena nanti akan mengganggu upaya pemerintah dalam penataan ekonomi dan hal-hal lain,” ujar Ali.

Senada, ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga turut menyatakan ketidak setujuannya. Menurutnya wacana penundaan Pemilu berpotensi mengganggu proses demokrasi di Indonesia dan cerminan rezim saat ini untuk berkuasa lebih lama.

“Semua rezim otoriter pada awalnya muncul karena waktu berkuasa yang lama. Karena itu, tegas konstitusi membatasi dua periode dan pemilu dilaksanakan lima tahun sekali,” Kata Mardani Ali Sera.

Politikus PDIP, anggota komisi II DPR RI Rifqinizami Karsayuda turut mengkritik pernyataan Cak Imin tersebut. Beliau mengatakan jika pernyataan Cak imin mencederai kesepakatan yang telah dijalin Komisi II DPR RI.

“Saya kira pernyataan ini tentu mencederai kesepakatan yang telah diputuskan oleh pemerintah, penyelenggara pemilu, dan DPR terkait dengan hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024 terkait pemilu, pileg, dan pilpres dan pelaksanaan pilkada pada November 2024, di mana Fraksi PKB menjadi bagian dari kesepakatan yang kemudian menjadi keputusan bersama itu,” kata Rifqinizami lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/2).

Ketua DPP partai PPP, Achmad Baidowi menyatakan masih mengkaji usulan Cak Imin menunda Pemilu 2024. Namun begitu, Awiek sapaan akrabnya mengatakan setuju jika alasan Cak Imin adalah untuk pemulihan ekonomi.

Lagi Viral :   Kecelakaan, Motor Dan Mobil Ludes Terbakar Di Giant Antasari

“Jika melihat anggaran pemilu yang diajukan KPU sebesar¬†Rp84 triliun itu besar banget untuk ongkos demokrasi. Namun jika anggarannya masih bisa dirasionalkan maka pemilu bisa sesuai jadwal,” katanya.

Wacana Lama dari Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal

Wacana penundaan Pemilu 2024 ini sebenarnya pernah diungkapkan oleh Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengaku mendapat masukan dari para pelaku usaha yang ditemuinya kala berkunjung ke daerah – daerah. Namun begitu, Bahlil mengatakan jika usulan ini biasa dan bisa diusulkan oleh siapa saja.

“Presiden ini pemimpin demokratis. Saya pikir ini (usulan) biasa aja. dan bahwa prosesnya berjalan dan melanggar konstitusi jangan dilakukan. Tapi kalau ada ruang mohon di pertimbangkan juga aspirasi dari teman-teman usaha itu,” ujar Bahlil dalam wawancaranya dengan CNN Indonesia TV, Selasa (11/1).

Analisis Aspek Kemungkinan Pemilu 2024 Di Undur

Menilai dari rangkuman sumber pemberitaan akurat ditingkat nasional, serta merujuk dari hasrat berpolitik yang cenderung tingkat kepuasannya dari lamanya memegang kekuasaan, tim analis beeoneinfo.com sependapat jika Pemilu 2024 diundur berpeluang besar terjadi.

Sedikit catatan, PKB, Golkar dan Nasdem sendiri pernah satu suara saat pembahasan RUU Pemilu di tunda pada Februari 2021 lalu. Saat itu, partai – partai tersebut setuju jika pergelaran Pemilu serentak diadakan pada tahun 2024 mendatang.

Lagi Viral :   Gelar Istighosah Di Pergantian Tahun, Pemkot Bandar Lampung Sediakan Aneka Jajanan Gratis

Partai besar lain seperti PDIP dan Gerindra berkemungkinan besar sangat mendukung penundaan kembali karena artinya, masih ada peluang besar untuk mengupgrade dan memilah – milah kader mereka untuk bertarung dikancah Pemilihan Presiden.

Para kader partai yang duduk dilegislatif pun bisa jadi akan menyetujui dan bisa jadi mendesak partainya masing – masing untuk segera memparipurnakan dan menyetujui penundaan. Bagaimana tidak, opsi ini juga jelas menguntungkan mereka karena bertambah jabatan 1 atau 2 tahun lagi.

Namun potensi kekisruhan ditengah masyarakat juga mesti diperhatikan, sebab pada nyatanya ketidak puasan masyarakat pada pemerintah sendiri makin menguat dilihat dari dampak negatif permasalahan pengendalian Pandemi Covid 19 yang tak kunjung reda serta berbagai aspek ekonomi seperti menghilangnya peredaran minyak goreng dan mahalnya harga kedelai import.

(dhit)

Media Sumber Referensi : cnnindonesia.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top