Kab. Bogor

Bayi Di Kabupaten Bogor Di Gerogoti Tikus, Dinkes Sebut Rumah Tak Layak Huni

Kab. Bogor, beeoneinfo.com

Seorang bayi berusia 40 hari asal Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami nasib tragis. Wajahnya penuh luka akibat digigit tikus ketika sedang tertidur lelap di rumahnya.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat 22 November 2019 malam. Kala itu, bayi perempuan bernama Aqilah Putri Rahmat tengah tertidur lelap di atas sofa.

Setelah menidurkan anaknya, Lisda Wati, ibunya pergi untuk mandi. Sedangkan suaminya, Rahmat Afandi masih sibuk bekerja sebagai ojek online.

Tak lama kemudian, Lisda mendengar anaknya menangis kencang. Ibunya kemudian bergegas menghampiri anak bungsu dari empat bersaudara.

Lisda sangat terkejut melihat seekor tikus besar tengah menggigit wajah sang buah hatinya. Tikus warna hitam keabu-abuan itu langsung kabur setelah mendengar suara langkah kaki sang ibunda Aqilah.

Setelah diperiksa, hampir seluruh wajahnya mulai pipi dan kening penuh luka gigitan. Hidungnya sobek digigit tikus got.

“Di wajahnya ada bercak darah dan penuh luka gigitan tikus,” kata Lisda, Senin (25/11/2019).

Setelah mendapat pertolongan pertama dari bidan desa, Lisda Wati kemudian membawa bayi perempuan itu ke RSUD Cibinong Bogor.

Sejak kejadian ini viral, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor langsung turun tangan. Petugas kesehatan mendatangi rumah korban di Kampung Darussalam, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor untuk mengidentifikasi faktor penyebabnya.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesehatan Kecamatan Sukaraja Dr Legiani menyebutkan, dari hasil identifikasi di lapangan ada beberapa faktor yang menyebabkan tikus masuk ke dalam rumah.

Di antaranya rendahnya pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kurangnya tingkat kebersihan lingkungan masyarakat.

“Hasil identifikasi ke lokasi kondisi rumah kurang layak huni. Tikus senang dengan tempat-tempat seperti ini,” kata Legiani saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, hewan pengerat ini masuk lewat lubang kemudian merusak berbagai peralatan rumah tangga dan mengambil makanan, bahkan bisa menggigit penghuni rumah.

Namun untuk kasus seperti Aqilah, Legiani menyebutnya baru pertama kali terjadi di Kabupaten Bogor. Seekor tikus sampai menggigit manusia berkali-kali hingga menyebabkan pipi kiri dan kanan serta hidungnya robek.

“Tikus yang menyerang bayi Aqilah ini tikus got. Dan kami anggap ini sebagai musibah,” ujar Legiani.

Untuk mencegah kasus ini tidak terulang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparatur desa dan kecamatan beserta masyarakat untuk meningkatkan PHBS, mulai dari membersihkan gorong-gorong, menutup lubang yang disinyalir menjadi jalan hewan tikus untuk masuk ke dalam rumah.

“Usulannya masuk program rumah tidak layak huni,” kata dia.

Sumber : liputan6.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top