Daerah

Di Ancam Dan Di Iming – Imingi HP, Siswi SMP Asal Pringsewu Hamil Di Perkosa Ayah Tiri Dan Tetangganya

Pringsewu, beeoneinfo.com

Nasib malang menimpa siswi SMP asal Pringsewu, Lampung insial DS (15). Pasalnya, kini siswi tersebut harus menanggung malu karena hamil akibat diperkosa berulang kali oleh ayah tiri dan tetangganya.

Kedua pelaku yang sama – sama berusia 40 tahun, ayah tiri DS berinisial R dan tetangganya inisial IS mengaku pada aparat kepolisian jika telah melakukan perbuatan perkosaan itu berkali – kali.

“Ayah Tiri korban melakukan sejak 2014 lalu, pengakuannya sekitar 10 kali dia menyetubuhi korban dengan janji akan diberi HP, kemudian mengancam akan membunuh ibu korban jika melapor. Sementara tetangganya, IS mengaku sejak awal 2018 memperkosa korban sebanyak lebih kurang 8 kali dengan iming – iming akan diberi uang” Terang Kapolsek Gadingrejo AKP Anton Saputra, Rabu (22/01).

DS sendiri diketahui hamil saat tiba – tiba dia mengeluh sakit kepala dan sakit perut pada salah satu gurunya. Menindak lanjuti, guru DS pun memeriksa keadaan DS dan berobat ke bidan Desa.

Alhasil, setelah diperiksa DS pun dinyatakan dalam keadaan hamil. Sontak kaget, guru DS pun memanggil orang tua DS.

Ibu DS pun mendatangi sekolah dan membujuk DS untuk menanyakan siapa yang telah menghamilinya. Kaget bukan kepalang, saat ibu DS mendengar pengakuan putrinya jika ayah tirinya sendiri dan juga tetangganya ternyata yang telah memperkosanya berulang kali.

Tidak menunggu lama, ibu DS didampingi gurunya pun mengadukan kejadian tersebut pada Polsek Gadingrejo pada Selasa (21/01).

Hitungan jam, Polsek Gadingrejo, Pringsewu, Lampung pun menangkap kedua pelaku dikediamannya masing – masing pada pukul 18.00 WIB.

Kedua pelaku pun lantas mengakuinya, kemudian mereka dibawa ke Polsek Gadingrejo untuk penyelidikan lebih lanjut. Turut juga dibawa beberapa barang bukti berupa pakaian korban.

Kedua tersangka dijerat pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat (1) atau Ayat (2) atau Pasal 76E Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Namun terhadap ayah tiri korban, ancamannya ditambah 1/3 hukuman,” pungkas AKP Anton.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top