Daerah

DIDUGA POLIGAMI, OKNUM KADES TANJUNG KURUNG ABAB PALI JARANG DIDESA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Oknum Kepala Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebelumnya gencar diberitakan lantaran diduga oknum Kepala Desa ini berani memotong bantuan dana Bansos Dana Desa sebesar Rp50 ribu perorang keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Tanjung Kurung.

Dari informasi yang didapat, kasus pemotongan bansos dana desa Tanjung Kurung ini perna diselidiki pihak kepolisian Polres Kabupaten PALI. Namun belum diketahui bagaimana perkembangannya.

Selain permasalahan pemotongan dana desa, ternyata oknum Kepala Desa Tanjung Kurung ini juga sedang disoroti warganya karena jarang berada didesa Tanjung Kurung yang dia pimpin. Oknum Kepala Desa ini disebut jarang ngantor.

Warga menduga hal itu lantaran oknum Kepala Desa ini sudah memiliki wanita idaman lain (WIL) yang bertempat tinggal didesa lain.

” Oknum kepala desa kami sekarang jarang ada didesa Tanjung Kurung, atau jarang ngantor, mungkin karena sudah ada istri lain ” Ujar Warga yang minta namanya dirahasiakan ini.

Lagi Viral :   Pemkab Lampung Selatan Buka Perekrutan 220 Orang Di Posisi Satpol PP

” Ada info, dia kan, sudah nikah lagi dengan wanita lain yang ada diluar desa, mungkin dia sering disana ” Terangnya.

Diceritakannya, Kalau oknum Kepala Desa Tanjung Kurung ini, setelah jadi Kepala Desa Tanjung Kurung diduga menikah lagi dengan wanita lain. Jadi  Oknum Kepala Desa Tanjung Kurung sekarang memiliki dua istri. Istri tua ada di Desa Tanjung Kurung, sedangkan istri mudanya ada diluar desa.

Dia juga menyinggung, ada kemungkinan oknum Kepala Desa Tanjung Kurung menikah lagi itu tidak direstui oleh istri tuanya atau cuma nikah sirih. Tapi itu tidak bisa dipastikan.

” Tapi itu aku kurang tahu, Silahkan saja tanya langsung dengan istri tua nya yang ada didesa Tanjung Kurung ” Pungkasnya.

Perna disebutkan bahwa seorang Kepala desa adalah termasuk kategori seorang pegawai tanpa NIP.

Lagi Viral :   Sambut Selly, Nanang Ermanto Apresiasi Atlet Karate Asal Karang Anyar, Jati Agung

Para Kepala Desa dipersamakan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu Kepala Desa terikat dengan Undang-undang ASN, dan segala aturan yang mengikatnya. Karena ASN itu digolongkan menjadi dua. Yaitu ASN yang mempunyai NIP (Nomor Induk Pegawai) dan yang tidak punya NIP.

Banyak sejumlah aturan yang mengikat kepala desa. seperti Undang-undang ASN, ada Undang-undang nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2017, tentang tata cara pengenaan sanksi administratif kepada pejabat pemerintahan.

Salah satu yang ditekankan adalah larangan poligami, cerai tanpa izin dan nikah siri. Karena banyak kepala desa yang melakukan pelanggaran tersebut, terutama Kades di wilayah pinggiran.

Para Kades hendaknya bisa bekerja dengan mematuhi undang-undang yang mengaturnya. Jangan sampai melakukan penyalahgunaan wewenang, yang menimbulkan terganggunya roda pemerintahan, atau kerugian keuangan negara. Karena biasanya kalau sudah poligami (beristri lebih dari satu) maka efeknya kepada keuangan desa. Karena dia harus menghidupi istri lebih dari satu. Ditambah lagi tempat tinggal para istri tersebut berada dilain desa, tentu saja hal inj akan mempengaruhi kinerja seorang oknum kepala desa.

Lagi Viral :   Serius Tangani Kemiskinan, Pemkab Lampung Selatan Ikuti Seminar Daring Bareng Bappeda Provinsi Lampung

Sementara Oknum Kepala Desa Tanjung Kurung, Taufik ketika dikonfirmasi terkait masalah ini melalui pesan WA nya. Dijawabnya agar dapat datang kekantor. Biar tahu warga itu.

” Mohon.maap kalau bisa besok.ke kantor .biar bapak tau.warga itu  .kita tanya pada warga bahwa kita jarang d kantor.” Tulis Kades, Rabu(15/09/2021)(Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top