Daerah

DIMANA BURONAN KASUS KORUPSI DI SEKWAN KABUPATEN PALI 7 MILIAR, ARIF FIRDAUS BERSEMBUNYI

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Sudah beratatus sebagai narapidana pada kasus korupsi di Sektariat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2017, yang melibatkan mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Arif Firdaus dan mantan Bendahara Sekretariat Dewan Mujarab.

Oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang menyatakan sudah terbukti secara sah dan meyakinkan kedua terdakwa sudah melakukan tindak pidana korupsi pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PALI, di Sekretariat DPRD (Sekwan) Tahun Anggaran 2017, yang sudah merugikan negara Rp 7 Miliar.

Mantan Sekretaris DPRD (Sekwan), Arif Firdaus divonis bersalah hukuman kurungan penjara selama 15 tahun. Sedangkan mantan bendahara Sekwan PALI, Mujarab divonis dengan hukuman penjara selama 7,5 tahun penjara

Atas perbuatannya, terdakwa mantan bendahara Sekwan, Mujarab kini sudah resmi menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan sebagai narapidana korupsi. Sedang mantan Sekwan Arif Firdaus, yang diadili secara in absentia, masih dalam pencarian aparat penegak hukum. Mantan Sekwan Kabupaten PALI Arif Firdaus sampai saat ini masih buron, sudah duluan melarikan diri sejak kasus ini terkuak.

Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) – Sumsel yang Uang nya sudah dikorupsikan oleh oknum mantan Sekwan ini, terus bertanya kemanakah gerangan buron koruptor Arif Firdaus bersembunyi sehingga sulit ditemukan oleh aparat penegak hukum di Indonesia.

Diketahui, pada Selasa (13/ 072021) lalu, Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Agung Arifianto,SH.,MH. menggelar jumpa pers. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus memburu keberadaan buronan korupsi Arif Firdaus serta masih terus melacak harta milik terdakwa guna dilakukan penyitaan.

Lagi Viral :   Polsek Batu Ampar Berbagi Sembako

” Untuk terdakwa Arif Firdaus, selain dijatuhi vonis kurungan penjara selama 15 tahun, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta, subsider 10 bulan, dan uang pengganti sekitar Rp6,115 miliar, serta biaya berkas sebesar Rp5 ribu ” Jelas Kejari PALI, didampingi Kasi Intel Zulkifli.

Sedangkan, untuk terdakwa Mujarab, selain vonis kurungan penjara selama 7,5 tahun, juga dikenakan denda sebesar Rp300 juta, subsider enam bulan kurungan, dan uang pengganti sekitar Rp774 juta, serta uang berkas sebesar Rp5 ribu.

Perbuatan mantan Sekwan Arif Firdaus bersama sama dengan mantan bendahara sekwan Mujarab, terang saja sangat menyakiti hati masyarakat Kabupaten PALI, yakni sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB) yang baru berumur 8 tahun pada tahun 2021 ini.

Perbuatan Pelaku koruptor ini seakan akan merasa kalau Kabupaten PALI daerah baru yang sangat subur untuk memperkaya diri sendiri dengan cara melakukan perbuatan korupsi.

Awalnya masyarakat Kabupaten PALI sangat menaruh harapan sangat besar kepada para pejabat Kabupaten PALI, agar bisa membawa daerah ini pada kemajuan dan mensejahterakan masyarakat PALI setelah menjadi daerah otonomi baru (DOB). Karena cita-cita inilah yang diamanatkan oleh Dewan Presidium ketika berjuang mendirikan Kabupaten PALI pada tahun 2013 lalu

Masyarakat PALI sangat mengecam pelaku korupsi di Kabupaten PALI. Dan ini dianggap sebagai sebuah pengkhianatan terhadap amanah yang sudah dipercayakan masyarakat PALI kepadanya.

Lagi Viral :   Sambut Selly, Nanang Ermanto Apresiasi Atlet Karate Asal Karang Anyar, Jati Agung

Oleh karena itu, terhadap kasus ini, patutlah masyarakat PALI penuh berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten PALI khususnya, serta di Indonesia umumnya dapat bekerja sungguh-sungguh dan serius dalam kasus ini, sehingga buronan korupsi Arif Firdaus segera dapat ditangkap dan dijebloskan ke penjara sebagai konsekuensi atas kejahatannya.

Sudah buronan sejak kasus korupsi ini terungkap, sampai setelah disidangkan masih saja buronan. Wajar kalau masyarakat PALI beranggapan kalau penanganan kasus korupsi ini tidak begitu serius.

Dicari namun tak kunjung ketemu, terkesan ada pembiaran secara bekepanjangan atas buronnya pria berusia 45 tahun itu. Kenyatan ini akan menambah luka hati masyarakat Kabupaten PALI yang sudah merasa dikhianati. Apakah buronan korupsi ini memang benar benar dicari ataukah tidak begitu serius dicari.

Kata ” terus dicari ” seakan hanya sekedar memberi hiburan atau sekedar memberi harapan kepada masyarakat Kabupaten PALI yang terus menunggu buronan korupsi ini tertangkap.

Begitu sulitkah menemukan jejak warga yang beralamat di Jalan ST Syahrif Anggrek Nomor 1888 RT 002 RW 004 Ilir Timur II Palembang itu?. Karena buronan korupsi ini bukan warga liar tapi dia adalah ASN yang memiliki ikatan dinas, ada NIP serta mempunyai profil jelas dimanapun dia berada.

Atau jika APH merasa tidak mampu menangkap buronan korupsi ini, Umumkan saja sayembara pada masyarakat luas. Siapkan hadiah bagi yang berhasil menangkap narapidana Arif Firdaus ke hotel prodeo. Ini akan menjadi tawaran menarik di tengah pandemi yang menghimpit ekonomi global.

Lagi Viral :   Optimis Indonesia Bebas Covid 19, Nanang Ermanto Genjot Vaksinasi Untuk Usia 12 Tahun Hingga Lansia

Sebab, sebagai perbandingan, APH akan sangat mudah menciduk tersangka begal motor bernilai jutaan rupiah saja, yang kerap kabur ke desa-desa dan sembunyi di hutan-hutan belantara. Tapi .mengapa begitu sulitnya mengamankan lelaki kelahiran 14 April 1975 itu, yang kuat diduga masih berkeliaran ditempat tempat umum yang tentu saja ada RT, Lurah, Kepala Desa atau APH yang bisa dinintai bantuan.

Ataukah ada semacam kekhawatiran bagi oknum tertentu, jika Arif Firdaus didapatkan, ia akan bercerita kemana saja aliran uang haram itu berlabuh? Sehingga, ia tetap diminta untuk sembunyi atau bahkan disembunyikan.

Itu adalah asumsi asumsi yang terpaksa ditimbulkan lantaran buronan korupsi ini masih saja belum diketahui dimana rimbanya sampai saat ini.

” Sepandai pandai tupai melompat ada saatnya terjatu. Negara memiliki segalanya, optimis buronan korupsi ini lambat laun pasti tertangkap. Tapi entah kapan ??”

Penulis : Nursamsu Aben
Sumber : Kabarpali.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top