Daerah

DISINYALIR BISA MEMICU PENULARAN CORONA, WARGA KECAMATAN RANTAU BAYUR MUBA MINTA AKTIVITAS PONTON BATUBARA DISTOP

Banyuasin – Sumsel
beeoneinfo.com

Masih hilir mudiknya ponton angkutan batubara di sungai musi wilayah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Menimbukan kepanikan warga desa desa disekitar. Karena sebagaimana Himbauan Presiden RI, juga Maklumat Kapolri dan Patwa MUI bahwa masyarakat dilarang melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang guna memutus mata rantai penyebaran virus corona covid-19 yang sudah mewabah menelan korban ratusan nyawa.

Berkenaan dengan masih terus beraktivitasnya ponton pengangkut batubara di Sungai Musi terutama diwilayah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Sudah menuai keluhan masyarakat, hal ini terpantau ramai di perbincangkan di akun facebook Anang Im,, mulai dari kritik pedas sampai komentar pesimis akankah diindahkannya himbauan Presiden dan ditegakannya maklumat Kapolri tersebut, yang sejauh ini sudah terbukti seperti dilaksanakan penyetopan aktivitas kerumunan seperti acara hajatan pernikahan, dll.
Namun bagaimana dengan aktivitas ponton pengangkut batubara yang juga membentukan kerumunan orang ?

Foto screenshoot percakapan diakun Fb



Pj Kades Tanjung Tige M. Sahar, membenarkan ada warganya bekerja di tempat loading batubara, takutnya ketika berbaur dengan pekerja lain diponton yang tidak diketahui asal muasalnya.

“kita tidak tahu asal usulnya pekerja ponton apa dari Jakarta (zona merah), Palembang (zona merah) atau prabumulih.  Disana muncul kekhawatiran hal terburuk yang berakibat warga desa sekitat dapat terpapar corona, kami akan melakukan antisipasi peyebaran virus tersebut dan akan berkordinasi dengan kades desa tetangga guna mengkonfirmasi hal ihwal ini,”. paparnya khawatir, Kamis (9/4/2020).

Sementara itu, menanggapi hal itu, Kadishub Banyuasin Anthony Liando menutukan. Secara  kewenangan ijin berlayar ponton tersebut ada di KSOP. (Kantor Syahbandar dan Otiritas Pelabuhan).

“Pos mereka ada di Pengumbuk. Numpang di pos kita disana,”. timpalnya via whatsapp.

Terpisah Kawillker Prambatan yang ada di Kecamatan Abab Kabupaten PALI E.Heru Santoso balik bertanya ” Apa dasarnya ponton di stop pak,” tanya dia

“Batu bara adalah salah satu bahan bakar untuk PLN.. kalau di stop mau pakai apa pak,” sambungnya bertanya. via whatsapp.

Sedangkan Humas TITAN INFRA ENERGY Arianto ketika dikonfirmasi via telpon seluler sedang tidak aktif, melalui pesan singkat whatsapp, sampai berita ini ditayangkan belum ada tanggapan.(Ab)

Sumber : IWO Banyuasin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top