Daerah

Dua Ayah Tiri Yang Perkosa Anak Di Pringsewu Memiliki Hubungan Saudara

Pringsewu, beeoneinfo.com

Dua ayah tiri yang memperkosa anaknya sendiri di Pardasuka, Pringsewu yaitu H (41) dan Y (37) diketahui memiliki hubungan darah atau masih bersaudara.

Mereka sendiri ditangkap karena dilaporkan telah memperkosa anak tiri mereka sendiri. H memperkosa N (14) anak tirinya, dan Y memperkosa WM (15) yang juga berstatus anak tirinya.

Ironis, setelah hasil penyelidikan, ternyata Y juga pernah memperkosa N yang notabene adalah ponakannya, anak tiri dari H.

Kapolsek Pardasuka, Pringsewu AKP Martono mengatakan, keduanya melakukan aksinya dikediaman masing – masing.

Lagi Viral :   Aunur - Anwar Pecah Kongsi, Nyimas Novi Menguat, Avi Cenna :"Karimun Butuh Keterwakilan Perempuan"

Sementara menurut pengakuan masing – masing, H sendiri mengaku dua kali menyetubuhi N diawali pada Mei 2019 dikediamannya sendiri saat sepi dan kemudian diulangi saat mereka berada dikediaman nenek kandung sang korban.

Sedangkan Y, memperkosa anak tirinya sendiri WM sejak kelas dua SD pada tahun 2011, terakhir Y sendiri mengaku memperkosa WM pada Januari 2020 lalu saat ibu kandung WM tidak berada dirumah.

Tidak sampai disitu, Y yang sudah kesetanan juga kemudian memperkosa N, anak tiri yang juga korban perkosaan H. N yang masih keponakannya Y ini diperkosa pada November 2019 lalu dikediaman Y.

Lagi Viral :   Sambut HarbolnasTAUZIA Hotels Tawarkan Promo Di TAUZIA Flash Sale 12.12

Saat melakukan aksinya, masing – masing pelaku ini juga menggunakan cara yang berbeda. Y sendiri mengancam akan menyantet WM jika mengadu pada orang lain dan akan memberinya motor jika kemauannya dituruti WM anak tirinya.

Sementara keponakannya, N dirayu Y dengan iming – iming akan diberi uang sejumlah 5 ribu hingga 10 ribu rupiah.

Sementara H memaksa anak tirinya N untuk mau ditiduri dengan menggunakan sebilah golok.

“Atas perbuatannya, pelaku H dan Y akan dijerat Pasal 76D jo pasal 81 ayat 1 dan 3, dan pasal 76E jo pasal 82 ayat 1 UU RI Nomor 23 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Pidana maksimal 15 tahun penjara.” Jelas AKP Martono.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top