Bandar Lampung

Dugaan Jual Beli Kwh Di Tulang Bawang Dan Mesuji, JPKP Tongkrongi Kanwil PLN Lampung

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Beberapa anggota dari Organisasi Masyarakat Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP) terlihat berada diruang tunggu Kantor Wilayah Perwakilan (Kanwil) PLN Lampung di Rajabasa, Bandar lampung Senin (22/06).

Menurut Abdul Azies, salah satu anggota JPKP, tujuan keberadaan mereka adalah untuk melaporkan adanya dugaan jual beli meteran listrik yang terjadi di Tulang Bawang dan Mesuji antara oknum dan masyarakat.

“Sebenarnya belum jelas, apakah diduga ada jual beli atau upaya pemerasan. makanya kita ingin bertemu General Manager PLN wilayah Lampung disini” Ujar Abdul Azies pada beeoneinfo.com.

Nasabah Bank BRI Di Lampung Kebobolan 50 Juta
PD KAMI Bandar Lampung Siap Demo Bank BRI Di Lampung
Uang 50 Juta Raib Dari Rekening, BRI Teluk Betung Bandar Lampung Enggan Tunjukkan Rekaman CCTV
Uang Nasabah Di Duga Di Gelapkkan Oknum Pegawai Marketing Bank BRI Di Lampung
7 Manfaat Air Bekas Cucian Beras
PBB Di Bandar Lampung gratis Lho !
OJK Lampung Respon Cepat Laporan Nasabah Yang Uangnya Hilang 50 Juta Di BRI Lampung
6 Manfaat Air Tajin Yang Dahsyat
Gubernur Lampung Ngaku Preman, Bentak Wartawan MNC TV
KNPI Bandar Lampung Temani Nasabah Bank BRI lampung Ngadu Ke OJK

Tujuannya, mereka bermaksud akan menyampaikan data – data penguat dugaan – dugaan tersebut, dan memohon agar ada penyelesaian terkait hal tersebut.

“Sebelumnya kita sudah investigasi bersama warga. Ditemukan indikasi dugaan – dugaan tersebut dan akan kita sampaikan ke GM PLN Lampung. Kita juga minta penjelasan dan bagaimana solusinya nanti pada warga” Imbuh Azies.

Dalam surat haasil laporan investigasi mereka, diketahui oleh tim LPK KPK dan JPKP jika warga Mesuji dan Rawajitu telah mengajukan permohonan pemasangan instalatir listrik baru via online dan telah membayarnya pada November 2019 hingga Maret 2020.

PT PLN (Persero) UP3 Kotabumi kemudian memproses (mengeluarkan) Kwh meter untuk pelanggan pada 22 Mei 2020 lalu dan meminta pihak ketiga mengeksekusinya yaitu PT Garuda.

Namun kemudian, masih menurut surat laporan investigasi tim JPKP tersebut, pada pelaksanaannya ada oknum dari PT Garuda yang meminta tebusan senilai Rp 400 hingga 600 ribu agar masyarakat mendapatkan Kwh baru tersebut.

Mirisnya lagi, ada juga oknum – oknum dari PT Garuda yang mencoba menjual Kwh tersebut dengan harga kisaran Rp. 1, 6 juta hingga 1, 8 jutaan.

“Makanya kita kesini agar semua menjadi jelas. Apakah seperti ini prinsipnya mendapatkan aliran listrik bagi pelanggan baru. Ini upaya kami agar informasi ke masyarakat tidak simpang siur” Pungkas Azies.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan belum ada pihak dari Kanwil PLN yang menemui mereka. Hanya mereka disuruh menunggu jika ingin bertemu GM PLN Wilayah Lampung.

(Dhit) 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top