Bandar Lampung

Dugaan Pungli, Pelayanan Buruk Dan Pejabat Titipan Jadi Sorotan, Mahasiswa UIN Lampung Gelar Aksi Di Rektorat

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Puluhan Mahasiswa Tarbiyah Dan Keguruan UIN Lampung menggelar Aksi unjuk rasa di Depan Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Bandar Lampung pada Rabu (23/02).

Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (AMTK), Yudhistomi mengatakan aksi ini dilakukan terkait kinerja dan rapot merah fakultas tarbiyah dan keguruan.

Dalam orasinya, Yudhistomi meminta rektorat dalam masa kepemimpinan Prof Wan Jamaluddin melakukan Evaluasi Pimpinan Dan Rekomendasi Kinerja 1 Periode Kedepan.

“UIN Raden Intan Lampung merupakan kampus yang dimana menyimpan banyak harapan bagi masa depan kaum muda khususnya mahasiswa, namun banyak pula catatan penting yang kami himpun baik dari mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan.” Terang Yudhistomi

“Permasalahan – permasalahan itu terjadi diduga akibat ketidak berhasilan dan keseriusan Dekan Fakultas Tarbiyah dan keguruan dalam mencari penyelesaiannya. Maka kami mohon kepada rektor UIN Raden Intan Lampung agar dapat mengatasi dan menangani segala indikasi negatif yang terjadi. Tentu keinginan kuat bagi kami, jika catatan-catatan ini menjadi bahan evaluasi untuk kampus kedepan lebih baik lagi mengingat masa kepemimpinan para pimpinan fakultas akan berakhir.” Pungkasnya.

Aksi ini kemudian mendapat perhatian khusus Rektor UIN Lampung, Prof. Wan Jamaluddin dan kemudian mau menemui perwakilan dari AMTK. Berikut adalah beberapa poin tuntutan mahasiswa yang disampikan langsung pada Rektor UIN yang baru saja menjabat tersebut :

1. Masih maraknya Pungli dan Maladministrasi Di Lingkungan Fakultas

Pungli menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi mahasiswa fakultas tarbiyah dan keguruan yang secara terus menerus terjadi, tak terkecuali di masa kepemimpinan saat ini.

Lagi Viral :   Fakta Tentang Runtuhnya Bukit Onta Kedaton

Ketidakmampuan pemimpin dalam mengatasi suatu permasalahan di jurusan menjadi catatan penting di era kepemimpinan saat ini khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Mahasiswa tingkat akhir yang ingin melakukan tugas akhirnya yaitu seminar proposal dan munaqosah harus di hadapkan dengan pembayaran yang cukup memberatkan.

Banyaknya dosen yang mengharuskan mahasiswa nya untuk membeli buku juga menjadi catatan yang harus di perhatikan kedepan. Tidak ada yang salah ketika mahasiswa ingin membeli buku yang di tawarkan dosen tetapi menjadi persoalan apabila pembelian buku di kaitan dengan nilai yang akan diterima. Tidak semua mahasiswa memiliki perekonomian yang baik, tetapi sering kali mahasiswa harus di hadapkan dengan persoalan tersebut.

Hal semacam ini terus terulang di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, kami mohon kepada jajaran pimpinan yang memiliki peran vital dalam mengatasi persoalan ini untuk tidak bungkam, seolah-olah mengaminkan ini terus terjadi.

2. Fasilitas Yang Kurang memadai

Kemajuan sebuah lembaga harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Lain halnya dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dari kelas, perpustakaan hingga Dekanat masih memiliki fasilitas yang kurang baik untuk sebuah lembaga kependidikan.

Di kelas – kelas yang menjadi tempat menimba ilmu banyak Pendingin Ruangan yang tidak berfungsi lagi, keramik yang rusak dan ruangan yang tidak terawat menjadikan contoh fasilitas di lingkungan fakultas yang tidak di rawat dengan baik.

Lagi Viral :   Soal Citra Land, Herman HN: "Tanggung Jawab Atau Kita Cabut Izinnya!"

Selain itu, fasilitas yang ada di lab pun memiliki nasib yang sama. Lab yang menjadi penunjang keilmuan dari para mahasiswa tidak di manfaatkan dengan baik.

Bahkan kecenderungan hanya untuk pelaksana kegiatan PPL Mahasiswa saja.

3. Pelayanan Akademik Yang Buruk

Mahasiswa yang ingin melakukan layanan akademik di Dekanat kadang kala tidak dilayani dengan baik. Petugas yang menjaga tidak menunjukan pelayanan yang baik, terlebih lagi mahasiswa yang ingin melakukan legalisir harus mengantri di luar ruangan di tengah terik nya matahari yang di batasi oleh jendela yang di tralis.

Sering pula petugas-petugas akademik tidak disiplin waktu yang membuat pelayanan akademik tutup lebih awal.

Ini penting untuk di perhatikan karena mahasiswa yang menimba ilmu di kampus setiap semester selalu membayar UKT untuk mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang baik.

Tetapi pada kenyataan nya yang kita rasakan justru terbalik dengan apa yang mahasiswa harapkan.

4. Tidak merakyat Pada Mahasiswa

Sebagai seorang pimpinan, Menjadi pribadi yang ramah merupakan suatu keharusan. Terutama sebagai seorang pendidik yang menjadi role model bagi mahasiswanya.

Kurang lebih ini yang menjadi catatan penting di era kepemimpinan saat ini. hal-hal semacam ini perlu di perbaiki oleh jajaran pimpinan berikutnya agar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan serta semua jurusan di dalam nya bisa menjadi lebih baik kedepan dan bisa menjadi role model bagi Fakultas-Fakultas lain.

Kami juga mencium akan adanya pejabat-pejabat titipan (kabinet titipan), dan transaksi jabatan (money politik) pada jajaran pimpinan yang akan datang, yang nantinya akan berimbas pada profesionalitas kinerja pimpinan.

Lagi Viral :   Eks Sekretaris Partai Di Lampung Kembali Di Bekuk Gegara Narkoba

Maka kepada pihak yang berwenang KPK/BPK/IRJEN/OMBUDSMAN/POLRI/MEDIA MASSA dan lembaga pemerintah lainnya untuk dapat menjadi perhatian khusus terkait hal ini, karena tindakan semacam ini sangat tidak layak ada dan berkembang dalam lingkungan kampus, apalagi dengan citra keislaman yang sering di munculkan dalam motto UIN raden Intan Lampung, Ulil Abshar, Ulin Nuha, dan Ulil Albab.

Kami juga menuntut tanggung jawab lembaga terhadap kejadian kericuhan yang kemarin terjadi, sehingga menimbulkan pelaporan antar Mahasiswa.

Maka dengan ini kami mohon kepada rektor terpilih periode 2022-2026 untuk dapat memilih SDM yang unggul dan berkualitas sehingga kinerja pimpinan dan profesionalisme individu dapat di rasakan oleh seluruh mahasiswa di lingkungan UIN Raden Intan kedepan, khusus nya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan agar tidak terulang lagi hal-hal yang tidak diinginkan mahasiswa, sebagaimana satu periode yang sudah berjalan kemarin,
kami aliansi mahasiswa tidak segan-segan akan bergerak untuk unjuk rasa demi kemajuan dan kebaikan kampus kita tercinta UIN Raden Intan Lampung

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top