Daerah

GAS MAHAL DAN SULIT DIDAPAT, WARGA TANJUNG KURUNG ABAB MINTA TAMBAHAN PANGKALAN

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Kita ketahui bahwa saat ini gas elpiji merupakan bahan pokok masyarakat seperti halnya sembako. Masyarakat saat ini lebih panik ketika gas elpiji tidak didapati ditempat warga biasa membeli. Bahkan layaknya keharusan, warga terpaksa berkeliling kesana kemari sampai keluar kota, mencari dimana ada dijual gas elpiji 3 Kilogram tersebut ketika terjadi kelangkaan.

Misalnya, beberapa minggu terakhir masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 Kilogram (Kg) bersubsidi. Khusus di beberapa daerah dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Gas elpiji dengan tabung berwarna hijau melon tersebut semakin langka, kalau ada, dijual pun dengan harga selangit.

Tapi untuk warga didesa Tanjung Kurung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, kelangkaan elpiji 3 Kilogram bukan cuma dimasa saat ini, namun dari masa ke masa semenjak gas elpiji dikenal masyarakat sebagai bahan  bakar untuk memasak.

Saat ini warga Desa Tanjung Kurung yang berjumlah sekitar 850 Kepala Keluarga, kalau ingin mendapatkan bahan pokok gas elpiji harus membeli keluar desa sekitar seperti ke Desa Betung Abab dan Desa Karang Agung Abab.

Hal ini dikeluhkan Masnawi, salah seorang tokoh masyarakat Desa Tanjung Kurung kepada media ini, Senin (13/09/2021).

” Ada sekitar 850 KK atau sekitar 2500 warga Desa Tanjung Kurung sangat tergantung dengan gas elpiji untuk keperluan masak sehari hari ” ujarnya.

Namun lanjut Masnawi, warga Desa Tanjung Kurung kalau ingin mendapatkan gas elpiji harus membeli ke Desa Betung Abab dan Ke Desa Karang Agung Abab.

Lagi Viral :   Tabur Prestasi, Istri Bupati Lampung Selatan Ini Akan Di Beri Ganjaran Lagi Oleh Kementrian PPPA

” Karena yang ada pangkalan gas elpiji cuma didesa Betung Abab dan didesa Karang Agung Abab sedang didesa Tanjung Kurung Abab belum ada pangkalan gas elpiji, bayangkan lebih dari 500 tabung gas elpiji habis dalam seminggu bagi warga desa Tanjung Kurung ” jelasnya.

” Kami sangat kesulitan memperoleh gas elpiji, pasalnya jatah kuota yang ada didesa Betung Abab dan didesa Karang Agung Abab, cuma cukup untuk warga desa itu ” terangnya.

” Dengan sangat terpaksa warga desa Tanjung Kurung harus membeli gas elpiji melon dengan harga tinggi, karena itu kebutuhan pokok ” tambahnya.

Mantan Kepala Desa Tanjung Kurung ini juga menceritakan bahwa dia sudah berusaha mengurus kesana kemari agar didesa Tanjung Kurung bisa didirikan pangkalan gas elpiji.

” Saya sudah mengurus ke Pemkab PALI untuk menambah pangkalan gas elpiji didesa Tanjung Kurung, karena hal ini sudah sesuai kebutuhan masyarakat. Tapi sampai saat ini masih menemui jalan buntu, belum ditanggapi ” ungkapnya.

” Perlu tambahan kuota gas elpiji dari PT Pertamina, begitu yang saya dengar dari Disprindag Kabupaten PALI ketika saya berkonsultasi ” Imbuhnya lagi.

Padahal lanjut Masnawi, selain kuota yang tersedia untuk wilayah itu sudah tidak mencukupi lagi, juga itu merupakan kebutuhan pokok masyarakat Desa Tanjung Kurung. Kenapa harus dipersulit, warga sangat membutuhkan gas elpiji itu, masalah ini sangat serius.

Lagi Viral :   BAGAIMANA KELANJUTAN KASUS DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK KETUA BPD SUNGAI BAUNG DIPOLSEK TALANG UBI

Kata dia lagi,  Untuk mendukung mendirikan pangkalan gas elpiji di Desa Tanjung Kurung, dirinya sudah menyediakan lahan luas, juga hal lain yang merupakan sebagai persyaratan dirinya sanggup memenuhinya.

” Untuk membantu memenuhi kebutuhan gas elpiji warga Desa Tanjung Kurung PT Pertamina harus menambah kuota, juga artinya harus mendirikan pangkalan atau agen gas elpiji baru didesa Tanjung Kurung. Maka untuk kebutuhan ini, saya sudah menyiapkan lahan untuk gudang gas elpiji, Kesimpulannya apapun yang disyaratkan dan prosedur aturan untuk mendirikan pangkalan gas elpiji didesa Tanjung Kurung, saya akan menyanggupi termasuk badan hukum ” bebernya.

Mantan Kepala Desa ini juga menyinggung bahwa gas elpiji ini memang merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini sudah diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 tahun 2007, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Meneral Nonor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian.

” Maka itu kami warga Desa Tanjung Kurung sangat berharap kepada Pemerintah dan PT Pertamina agar didesa Tanjung Kurung segera didirikan pangkalan atau agen gas elpiji, karena ini dibutuhkan masyarakat ” Harapnya

Untuk diketahui dikutip dari laman resmi Pertamina, terdapat sejumlah ketentuan pendaftaran agen elpiji 3 Kg. Syarat utamanya adalah calon mitra harus berbentuk Badan Usaha (Perseroan Terbatas /Koperasi).

Lagi Viral :   Serius Tangani Kemiskinan, Pemkab Lampung Selatan Ikuti Seminar Daring Bareng Bappeda Provinsi Lampung

Adapun dokumen yang harus disiapkan untuk mendaftar ke Pertamina adalah sebagai berikut,
Hasil scan KTP, NPWP perusahaan, Bukti penguasaan lahan, Bukti saldo rekening yang akan diperlukan untuk melengkapi isian data pada aplikasi online, Akta pendirian Perusahaan (PT/Koperasi), SIUP, dan TDP, Bukti saldo rekening atas nama pemilik/badan usaha, Fotokopi bukti kepemilikan usaha sejenis (jika ada). Contoh: Agen LPG NPSO, Pangkalan LPG, dan sebagainya.

Fotokopi bukti kerja sama dengan PT. Pertamina (jika ada). Contoh: Bukti sebagai Pangkalan LPG PSO termasuk sumber Agen penyuplai, Agen LPG NPSO, SPBE, dsb.

Selain itu, untuk kelancaran verifikasi, Calon Mitra diminta untuk menyiapkan dokumen-dokumen pendukung antara lain adalah dokumen kepemilikan tanah beserta dokumen pelengkapnya.

Pendaftaran agen elpiji melon bisa dilakukan secara online melalui laman resmi di link https://kemitraan.pertamina.com.

Perlu digarisbawahi bahwa setelah dinyatakan layak sebagai agen LPG PSO atau elpiji 3 Kg, anda belum dapat beroperasi sebelum memenuhi seluruh persyaratan Keagenan LPG 3 Kg dan diikat kontrak. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top