Bandar Lampung

Honorer Di Bandar Lampung Khawatir Menjadi Pengangguran, BKD Belum Berani Komentar

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Akan dihapuskannya pegawai honorer di setiap instansi pemerintah menjadi keresahan tersendiri bagi pegawai honorer khususnya di Bandar Lampung.

Salah satu pegawai honorer di kantor pemerintahan kota Bandar Lampung mengatakan bingung jika kemudian status pegawai honorer benar – benar dihapuskan.

“Ya kita bingung aja, mau jadi apa lagi. Mungkin nganggur kali ya, soalnya usia kan sudah diatas ambang batas juga untuk daftar CPNS, sementara untuk daftar PPPK juga kita belum jelas prosedurnya. Nanti ditanya dululah sama yang berwenang” Ucap salah satu pegawai honorer yang enggan disebutkan namanya, Selasa, (28/01).

Dia juga berharap, ada solusi dari pemerintah terkait honorer yang saat ini ada karena pada dasarnya para pegawai honorer takut menganggur.

“Ya harapan kami ada solusi dari pemerintah selain daftar CPNS dan PPPK. Karena kan belum tentu juga kita lulus saat tes CPNS dan PPPK. Kalo enggak lulus kan artinya nganggur” Tambahnya

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Wakhidi, tidak bisa berkomentar banyak terkait dengan dihapuskannya pegawai honorer yang sudah disetujui oleh pemerintah pusat.

Ditemui disela-sela aktifitasnya, Wakhidi mengatakan pihaknya akan menunggu hasil rapat dahulu.

“Ya nanti dulu lah, kita tunggu hasil rapat,” ujarnya pada Selasa (28/1).

Disinggung soal jumlah tenaga honorer yang berada di lingkungan kota Bandar Lampung, ia pun enggan untuk berkomentar banyak.

“Nanti-nanti, tunggu keputusan dari sana (hasil rapat),” katanya.

Saat ditanya kapan akan diadakan rapat, Wakhidi pun belum mengetahui kapan rapat itu akan dilaksanakan.

“Kita belum tahu kapan, yang pasti tunggu dulu saja,” tukasnya.

Kemen PAN – RB sendiri menyatakan ada masa transisi selama 5 tahun sebelum honorer benar – benar dihapuskan. Masa transisi tersebut dimulai pada tahun 2018 dan berakhir pada 2022.

Kemudian di tahun 2023 akan ada pertimbangan instansi yang msih membutuhkan tenaga tambahan bisa menggunakan jasa pihak ketiga atau outsourcing.

“Selama seleksi CPNS maupun PPPK belum dibuka, maka instansi masih bisa merekrut tenaga lewat pihak ketiga atau outsourcing” Terang Setiawan, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementrian PAN – RB di Jakarta, Senin (27/01).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top