Daerah

JALAN SETAPAK TITIAN DANA DESA GUNUNG MENANG PENUKAL PALI 2021 DITUTUP WARGA, INI PENYEBABNYA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Kepala Desa adalah pemimpin desa. Dan dia adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam pelaksanaan dana desa. Namun walaupun seorang kepala desa merupakan pemimpin desa, bukan berarti seorang kepala desa bisa berbuat semena mena. atau bertindak sebagai pemimpin dengan cara memutuskan segala sesuatunya hanya berdasarkan pertimbangan pribadi.

Karena dana desa bukan hanya milik seorang kepala desa. Namun Dana Desa adalah milik semua masyarakat desa, yang harus dipergunakan sepenuhnya untuk kesejateraan masyarakat desa yang dia pimpin.

Oleh karena itu agar masyarakat desa ikut merasa memiliki dana desa, agar seorang kepala desa  tidak di cap sebagai pemimpin yang otoriter, maka dalam pelaksanaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus didasari atas perencanaan desa, musyawarah desa dan skala prioritas desa.

Ketiga dasar itu merupakan tiga unsur yang tidak bisa terpisahkan dalam melaksanakan dana desa.

Karena bila tidakmelaksanakan hal tersebut, maka seringkali pelaksanaan dana desa bukan untuk mencapai tujuan mensejaterakan masyarakat desa tapi mala menimbulkan konplik didesa.

Contohnya pelaksanaan dana desa di Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2021.

Di desa ini, salah satu pengalokasian dana desa tahun 2021 adalah pembangunan fisik jalan setapak titian.

Lagi Viral :   Optimis Indonesia Bebas Covid 19, Nanang Ermanto Genjot Vaksinasi Untuk Usia 12 Tahun Hingga Lansia

Hasil pembangunan proyek dana desa jalan setapak titian di desa Gunung Menang ini terancam tidak bisa difungsikan. Pasalnya pembangunan jalan setapak titian tersebut diduga bukan diawali dengan perencanaan desa yang didasari hasil musyararah desa.

Parahnya lagi, jalan setapak titian di desa Gunung Menang ini, setelah dibangun ternyata  tidak meminta izin terlebih dahulu dengan warga pemiliki lahan.

Patalnya, hal ini membuat warga pemilik lahan merasa sangat tersinggung. Akibatnya jalan setapak titian tersebut setelah dibangun tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya, lantaran jalan setapak titian tersebut ditutup warga pemilik lahan.

Warga Gunung Menang, pemilik lahan, Dea, ketika dikonfirnasi media ini membenarkan kalau dirinya sudah menutup jalan setapak titian dana desa Gunung Menang tersebut.

Wanita ini juga menjelaskan, ditutupnya jalan setapak titian tersebut karena dirinya merasa kecewa, merasa tidak dihargai oleh Pemerintah desa Gunung Menang.

” Pemerintah desa Gunung Menang tidak perna memberitahu atau meminta izin, kalau dilahanku akan dibangun jalan setapak titian. Saya sangat tersinggung  ” Ujarnya, Kamis (23/09/2021).

” Maaf jalan setapak titian itu terpaksa saya tutup, karena jalan setapak titian itu dibangun diatas lahan milikku.lahan pribadiku” Tegasnya.

“Jangan mentang mentang saya seorang wanita, dan suami saya sudah tiada, pihak Pemerintah Desa Gunung Menang bisa semaunya. tidak menghargai saya sebagai pemilik lahan” Ucapnya.

Lagi Viral :   Selamat, Tim TP PKK Lampung Selatan Raih Juara II Lomba Cipta Menu B2SA

Ditegaskannya Lagi, kalau dirinya sebagai pemilik lahan tidak pernah merasa menghibahkan lahan miliknya itu kepada Pemerintah Desa untuk membangun apapun, termasuk membangun jalan titian tersebut.  Dan yang sangat disesalkannya lagi, selain tidak meminta izin, juga kayu kayu di kebunnya juga ditebangi tanpa izin.

Saking merasa kesalnya, Dea minta kepada pemerintah desa Gunung Menang untuk membongkar jalan titian tersebut, karena sampai kapan pun kata dia,  sebagai pemilik lahan dirinya tidak perna setuju.

”Enak betul asal bangun dilahan milik orang tanpa izin dahulu. bahkan saya bisa melaporkan masalah ini ke penegak hukum karena sudah melakukan pengrusakan ” Ancam dia..

Masih kata Dea, sepengetahuan dia membangun dilahan orang itu harus minta izin, harus ada kesepakatan, dan kalau itu Pemerintah harus ada surat hibah tertulis dari pemilik lahan.

” Tapi yang terjadi di Desa Gunung Menang, Pemerintah Gunung Menang asal bangun saja, seperti lahan kebun saya itu milik dia ” Tukasnya.

Dea juga mengatakan kalau oknum Kepala Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal ini juga tidak transparan dalam melaksanakan DD dan ADD Desa Gunung Menang, termasuk permasalahan anggaran untuk penanganan pandemi covid – 19 yang perna viral diberitakan sebelumnya, juga disinyalir tidak jelas.

Lagi Viral :   Gelar Deklarasi Damai Pilkades Di Aula Sebuku, Lampung Selatan Siap Sukseskan Gelaran Pada 28 Oktober Mendatang

Dia sendiri sebagai pemilik lahan yang dibangun jalan setapak titian tersebut, tidak perna diajak dalam musyawarah desa. Bahkan dia tidak perna mengetahui berapa anggaran Dana Desa untuk membangun akses jalan titian tersebut. 

“Saya sebagai pemilik lahan tidak tahu berapa anggaran pembangunan jalan titian tersebut, karena di lokasi pengerjaan nya tidak ada papa proyeknya” Jelas Dea

” Bisa dikatakan kalau dalam pelaksanaan Dana Desa Gunung Menang ini bukan atas dasar usulan masyarakat, dan bukan hasil musyawarah desa” Pungkasnya

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Menang, Sayadi ketika dikonfirnasi awak media terkait permasalahan ini via pesan WhatsApp, Kamis,(23/09/2021).

Sayadi tidak bisa memberikan penjelasan. Dia cuma meminta kepada awak media untuk menemuinya.

“Temui be serisuk ku tggu” tulisnya singkat ( Temui saja besok, saya tunggu)

Sedangkan kepala DPMD PALI ” A.Gani, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp Kamis,(23/09/2021). hingga berita ini di tayangkan tidak memberikan tanggapan (AE)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top