Berita Viral

Kisah Hakim Agung Sudrajad Dimyati : 2013 Isu Terima Suap Di Toilet Kandas, Al Muzammil Yusuf Sebut Tidak Terbukti

Jakarta, beeoneinfo.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya. Saat masih santer dengan kasus dugaan korupsi yang menjadikan Gubernur Papua, Lukas Enembe tersangka kini KPK berhasil menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 orang lainnya menjadi tersangka.

KPK sendiri memutuskan Sudrajad Dimyati menjadi tersangka saat menggelar Operasi Tangkap Tangan di Semarang dan Jawa Tengah. Meski begitu, Sudrajad Dimyati dan 4 orang tersangka lainnya saat ini sendiri tidak ditahan.

Namun ketua KPK Firli Bahuri menegaskan agar mereka (yang tidak ditahan) bersikap kooperatf atau mereka akan memburu dan melakukan penahanan.

Sudrajad Dimyati sendiri sebelumnya sempat tersandung isu suap. Dilansir dari kompas.com, Sudrajad Dimyati pernah diisukan menerima suap didalam toilet.

Kisahnya terjadi pada 2013 silam, saat Sudrajad Dimyati sedang mengikuti fit and proper tes calon Hakim Agung di Komis III DPR.

Lagi Viral :   Dugaan Pungli, SMPN 8 Bandar Lampung Wajibkan Kegiatan Outbound Untuk Persiapan Ujian Nasional

Sudrajad yang saat itu menjabat Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak Kalimantan Barat, terpergok oleh salah satu wartawan yang sedang meliput proses uji kelayakan tersebut yang juga sedang dalam toilet.

Sudarajad Dimyati dan anggota Komisi III Bahrudin Nashori terlihat berbincang didalam toilet tersebut. Namun saat dikonfirmasi Bahrudin sendiri mengatakan hanya menanyakan sejumlah calon Hakim Agung pada Sudrajad Dimyati.

“Enggak. Saya cuma nanya ada berapa calon (hakim agung) yang perempuan, dan ada berapa calon yang nonkarier,” kata Bahrudin dikutip dari kompas.com.

Hal ini tentu menambah kecurigaan. Apalagi Bahrudin sebagai anggota Komisi III seharusnya sudah memegang data lengkap mengenai calon Hakim Agung. Bahrudin pun lantas tidak terlihat mengikuti proses Uji Layak pada saat itu.

Lagi Viral :   Melibatkan Anak Pada Kegiatan Politik, Siap - Siap Di Kurung Dan Denda, Ini Aturannya

Akibat ramainya pemberitaan soal dugaan suap itu, Komisi Yudisial (KY) lantas memanggil Sudrajad pada 26 September 2013.

Ketua Komisi III DPR yang saat itu dijabat Gede Pasek Suardika menekankan, data lengkap mengenai calon hakim agung telah dimiliki oleh semua anggotanya sehingga pertanyaan-pertanyaan standar seharusnya telah bisa terjawab dalam data tersebut dan seharusnya pendalaman dilakukan dalam forum uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat komisi.

Ramainya pemberitaan isu suap itupun kemudian menjadi sangat viral. Akibatnya, Sudrajad Dimyati sendiri kemudian gagal menjadi Hakim Agung pada 2013 silam.

Lucunya, setahun kemudian pada 18 September 2014 Komisi III DPR justru malah memilih Sudrajad Dimyati menjadi Hakim Agung Kamar Perdata MA.

Ketika disinggung alasan memilih Sudrajad sebagai Hakim Agung, Wakil Ketua Komisi Hukum DPR saat itu, Al Muzammil Yusuf, mengatakan tudingan penyuapan di toilet tak terbukti.

Lagi Viral :   Di Jakarta, 903 Janin Bayi Di Siram Cairan Kimia Dan Di Buang Ke Septik Tank

Selain itu, Sudrajad juga sudah memberikan klarifikasi di hadapan Komisi Yudisial dan Badan Kehormatan DPR.

“Malahan wartawan yang mengaku melihat tak datang waktu dimintai klarifikasi,” kata Muzammil di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

 

Dikutip dan ditulis ulang dari kompas.com berjudul : “Jejak Hakim Agung Sudrajad Dimyati, dari Isu Suap di Toilet DPR berujung Tersangka KPK”, 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top