Berita Viral

Lalai, Balita Usia 4 Tahun Di Temukan Tewas Tanpa Kepala Di Paritan Jalan Antasari

Samarinda, beeoneinfo.com

Peringatan bagi para orangtua yang suka menitipkan anaknya pada pengasuh atau tempat khusus penitipan anak. Sebab jika ternyata tidak dapat dipercaya atau lengah, bisa saja apa yang dialami oleh Bambang, orangtua dari M Yusuf Ghazali (4) terulang kembali.

M Yusuf Ghazali yang berusia 4 tahun sebelumnya diberitakan menghilang karena kelalaian pengasuh anak di PAUD penitipan balita di Samarinda selama 16 hari. Balita malang ini menghilang, saat pengasuhnya pergi kekamar mandi selama kurun waktu 5 menit saja.

Naas, balita malang ini kemudian ditemukan dalam sebuah parit jalan Antasari Samarinda Kaltim, yang jaraknya 4, 5 Km jauhnya dari lokasi PAUD dimana balita malang ini dititipkan pada Minggu (08/12). Mirisnya lagi, kondisi balita malang ini sangat mengenaskan, sebab bagian tubuhnya sebagian hancur dengan bagian kepala yang telah tidak ada (terputus).

Polisi pun kemudian menyelidiki kejadian ini. Dari keterangan saksi saksi, diketahui kemudian jika M Yusuf Ghazali jatuh kedalam parit yang berjarak 20 meter dari PAUD tempat dia dititipkan, pada tanggal 22 November 2019 lalu.

“Dugaan sementara ya memang anak ini tercebur akibat kelalaian pengasuh di rumah penitipan anak itu. Karena pengasuh ini ke toilet 5 menit, anak ini menghilang, sudah diupayakan mencari saat itu juga tidak ketemu,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

Terkait bagian kepalanya yang hilang dan sebagian organ tubuhnya yang rusak, polisi sendiri menyatakan masih melakukan pendalaman. Namun kuat dugaan, jika hilangnya kepala M Yusuf dan hancurnya bagian organ tubuh yang lain itu akibat biawak atau ular, dan juga karena berbenturan dengan bebatuan atau ranting sepanjang paritan tersebut.

“Kita tetap akan dalami apakah ada akibat dari motif lain, tapi kenyataannya memang badannya tidak utuh. Kita sudah koordinasi dan panggil ahli forensik untuk menjelaskan bahwa sementara yang didapat adalah di dalam tubuh anak ini ada kulit reptil. Apakah itu ular, apakah itu biawak, nanti kita ungkap sehingga kemungkinan dalam hanyut yaitu dimakan biawakkah atau memang tertentu tembok-tembok dan batu-batu saja itu terjadi,” papar Arif.

Akibat kejadian ini, Bambang menegaskan akan membawa perkara ini ke jalur hukum. Hal ini sebagai konsekuensi bagi PAUD yang dititipkan anaknya karena kelalaian dalam hal pengasuhan anak, tidak seperti yang ditawarkan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top