Daerah

LCKI Sarankan Bentuk Tim Independen Untuk Ungkap Kematian Saprianus

Batam – Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kepri. Menyoroti kasus meninggalnya salah seorang Warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) Batam beberapa waktu lalu.

Ketua DPD LCKI Kepri, Fisman F Gea menyarankan agar dapat dibentuk tim independen atas penyelidikan musibah meninggalnya korban bernama Siprianus Apiatus Bin Philipus (27), guna mengungkap fakta bukan didasarkan pada praduga berbagai pihak.

“Kita berharap dibentuk tim independen, sehingga penyeledikan bisa mengungkap fakta, bukan semata-mata praduga yang didapat dari berbagai pihak lain,” ungkap Fisman ke media, Senin (28/6/2021).

Apalagi menurutnya, awalnya terindikasi korban meninggal dunia karena sakit namun karena adanya praduga lain muncul berbagai persepsi yang sampai saat ini belum bisa dibuktikan.

Lagi Viral :   KAPOLDA KEPRI TINJAU PELAKSANAAN GERAI VAKSINASI DI POLSEK WILAYAH KOTA BATAM

“Itulah pentingnya tim independen ini, biar bisa mengungkap fakta sebenarnya,” terang mantan Anggota DPRD Batam ini.

Menurutnya, dalam kasus ini perlu mendengar penjelasan dari kedua belah pihak, bukan satu pihak saja. Sehingga ada perimbangan informasi yang mengarah pada kebenaran fakta.

Sekadar diketahui, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) merupakan bentukan mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Dai Bachtiar yang juga Ketua Presidium DPP LCKI.

Masih kata Fisman, bahwa kita mengetahui secara pasti riwayat korban, misalnya sebelum melakukan kejahatan, begitu juga saat penangkapan oleh pihak kepolisian dan saat penanganan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Hal-hal seperti di atas perlu diungkap oleh tim independen, sehingga menurutnya tidak semata-mata mengarahkan beban tanggung jawab dimana terakhir korban berada.

Lagi Viral :   Yonmarharlan IV Tanjung Pinang Gelar Gaktibplin Kendaraan Bermotor Personil

“Kita perlu mengungkap kasus ini, agar tidak terjadi kegaduhan di tengah kondisi pandemi Covid-19,” imbaunya.

Terakhir, LCKI Kepri mencatat ada sejumlah perubahan di Rutan Batam, yang menurutnya harus diapresiasi. Karenanya, berharap tim independen bisa mengungkap fakta sehingga perubahan tersebut bisa dinikmati.

Diantaranya, program jangka pendek, diantaranya Pembangunan Vihara ( Telah Terlaksana), Peningkatan Kapasitas Skill Pegawai / Pelatihan Menembak (Telah Terlaksana) dan Kegiatan Capacity Building / ESQ (Belum Terlaksana) 3 sampai 6 bulan.

Kemudian, ada program jangka menengah seperti halnya Pengadaan Mobil Ambulance dan Transpas (Telah Terlaksana), Pembangunan Pos Wasrik (Telah Terlaksana) dan Pembangunan Aula Serbaguna Warga Binaan ( Sedang dalam proses) 6 bln sampai 1 tahun.

Lagi Viral :   ADA DUGAAN, DANA COVID - 19 DIDESA TANJUNG BUNUT KECAMATAN BELIDE DARAT ADA PENYELEWENGAN

“Ada juga program jangka panjang, yakni
Pembangunan Rumah Dinas (Sedang Dalam proses) 1 tahun lebih,” ungkapnya.

Menutup penjelasan, Sekjen Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU), Batam ini mengimbau semua pihak bisa memberikan kepercayaan dan dukungan ke pihak penegak hukum, sehingga jelas pengungkapan kasusnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top