Daerah

OKNUM PTBA DIDUGA TIDAK TRANSPARAN DALAM MERELOKASI WARGA LOBANG 8 TANJUNG ENIM,

Muara Enim
beeoneinfo.com

Diketahui bahwa Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan merupakan tempat dimana kantor pusat tambang batubara PT Bukit Asam Tbk berada. Sedangkan PT Bukit Asam Tbk ( dulu namanya TABA) sudah ratusan tahun melakukan penambangan batubara di kawasan tersebut.

Sejak beberapa tahun terakhir, PT Bukit Asam Tbk memang tengah disibukan dengan merelokasi warga yang menempati lahan lahan milik PT Bukit Asam, terutama di Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul.

Relokasi tersebut adalah untuk menertibkan lahan lahan milik PT Bukit Asam untuk mewujudkan Tanjung Enim menjadi tujuan wisata di Provinsi Sumatera Selatan. Namun entah kapan program PT Bukit Asam dimaksud benar benar dapat terwujud sehingga Tanjung Enim benar benar menjadi kota tujuan wisata, bukan cuma sekedar program diatas kertas yang menghabiskan uang negara yang tidak sedikit.

Tapi sayangnya, dalam melaksanakan programnya,  BUMN ini disinyalir tidak transparan dalam kegiatan merelokasi warga di kawasan Tanjung Enim.

Hal ini terbukti dari pengakuan Mariyam (70th) yang disampaikannya kepada media ini belum lama ini.

Nenek yang saat ini hidup sebatang kara ini menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarganya sudah menempati lahan lobang 8 sejak dari lebih dari 50 tahun lalu.

” Kami sudah tinggal disini sejak dari kakek saya dulu, disini (Lobang 8) zaman itu tidak banyak warga yang berani tinggal disini karena masih berupa hutan dan masih sangat sepih,” ujarnya.

” Kami pun tinggal disini bukan asal tinggal, tapi sudah menumpang dengan pihak PT Bukit Asam secara resmi, ada bukti surat – surat lengkap,” terangnya.

Dijelaskan Mariyam, bahwa rumah tua yang ia tempati saat ini dulunya merupakan kantor PT Bukit Asam. Disini ia bersama keluarga tinggal setelah mendapat persetujuan PT Bukit Asam ketika itu  Dia dan keluarga pun tinggal menetap dengan bercocok tanam disekitar rumah yang masih memliki lahan yang cukup luas.

Lagi Viral :   Donor Darah Di Sini, Pulang Bisa Bawa Sembako

Tanaman yang ada disekitar kediamannya pun bukan tumbuh begitu saja.

Karena sudah lamanya mereka tinggal di kawasan LOBANG 8 Tanjung Enim, kini tanaman tanaman itupun sudah menghasilkan. Diantaranya, ada puluhan tanaman kelapa yang hampir setiap hari dipetik untuk dijual kepada penjual es dogan,  tanaman sirih, juga banyak tanam lain dan sebagainya.

Lanjut Mariyam, sebenarnya mereka sudah disuruh pihak PT Bukit Asam untuk mengosongkan lahan Lobang 8 sejak dari tahun 2018 lalu. Namun karena belum ada kejelasan, mereka masih tetap bertahan

” Karena kami numpang lahan PT Bukit Asam secara resmi, ketika kami disuruh meninggalkan lahan itu tentunya ada rasa kemanusiaan dari PTBA untuk memberikan kompensasi terhadap tanam tumbuh yang sudah kami tanam,” ucap Mariyam sedih.

” Namun sepertinya pihak PT Bukit Asam, atau oknum PT Bukit Asam pilih kasih memberikan kompensasi tanam tumbuh di areal Lobang 8, karena sampai saat ini dirinya belum diberikan kompensasi tanam tumbuh sedang warga yang lain sesama tinggal di lobang 8 sudah diberi kompensasi, ,” ungkapnya.

Memang kata Maryam, ada pembicaraan oknum PT Bukit Asam dimaksud akan memberikan dana ala kadarnya untuk biaya angkut barang barangnya ketika pindah dari lobang 8.  Namun demikian Mariyam merasa tidak puas kalau tanam tumbuh miliknya tidak ada kompensasi.

” Saya minta keadilan PT Bukit Asam untuk bisa memberikan kompensasi tanam tumbuh yang saya tanam, sebelum saya di relokasi,” harapnya.

Tidak diberikannya kompensasi tanah tumbuh milik Maryam, sementara diketahui Maryam bahwa PT Bukit Asam sudah memberikan kompensasi tanam tumbuh kepada tetangganya, berdampak pada kesehatan Maryam.

Nenek yang sudah berumur 70 tahun ini jadi sering sakit karena terpikir terus akan tanam tumbuhnya yang tidak mendapatkan kompensasi dari PTBA. Rencananya kata Mariyam kalau diberikan kompensasi tanam tumbuh, dirinya akan melaksanakan ibadah umroh.

Lagi Viral :   Dandim 0429/Lamtim Hadiri Do'a Bersama Dan Syukuran Atas Suksesnya Pengamanan Pemilu Presiden, Wapres Serta Pileg 2019

Dugaan tidak transparannya oknum PT Bukit Asam dalam melaksanakan relokasi warga di Lobang 8 terbukti sebagaimana pengakuan salah seorang warga yang masih bertetangga dengan Mariyam tinggal di Lobang 8, Warga ini bernama Yusni (63th).

Saat diwawancarai media ini, Yusni mengakui kalau tanam tumbuh miliknya sudah diberi kompensasi dari PT Bukit Asam. Menang kata dia untuk mendapatkan kompensasi tanam tumbuh miliknya bukan perkara mudah, butuh perjuangan yang ulet dan keras.

Dirinya sudah berapa kali dipanggil pihak PT Bukit Asam, tapi pernah ia tolak.

” Ketika itu, tanam tumbuh miliknya juga nyaris tidak ada kompensasi. Tapi saya keras menolak, saya tidak akan angkat kaki dari Lobang 8 kalau tanam tumbuh milik saya tidak ada kompensasi,” tutur Yusni.

” Akhirnya tanam tumbuh saya itu mendapat kompensasi, Memang ada info kalau tanam tumbuh milik Bu Mariyam tidak ada kompensasi, saya sendiri aneh kalau memang terjadi begitu,” pungkasnya.

Sementara itu, Sucipto yang mendapatkan kuasa dari Mariyam, sangat menyayangkan permasalah itu bisa terjadi. Seharusnya pihak PT Bukit Asam atau oknum PT Bukit Asam bisa transparan dan adil dalam proses merelokasi warga Lobang 8 yang akan digunakan untuk kepentingan program tata ruang Tanjung Enim kota wisata.

” Seharusnya antara pihak PT Bukit Asam dengan warga bisa terbangun sinergitas yang baik, berlaku adil, bijak  dan tidak saling merugikan, bukankah yang dibayarkan untuk kompensasi tanam tumbuh warga itu merupakan uang negara, bukan uang pribadi oknum PT Bukit Asam,” ucap Sucipto.

” Seharusnya PT Bukit Asam bisa bertindak adil dan bijaksana terhadap warga yang tinggal didalam konsensi PT Bukit Asam bisa memberikan kontribusi sesuai SOP,” tambahnya

Lagi Viral :   Relawan Ida Jaya Hadiri Senam LLI Mulyojati Sekaligus Gelar Ngopi Bareng

Apalagi diketahui bahwa Ibu Mariyam tersebut sudah menempati lahan itu turun temurun, dari sejak sebelum PT Bukit Asam ada, atau sekitar tahun 1938  dan mengenai lahan di Lobang 8 itu, Mariyam memiliki surat surat izin bertempat tinggal dari PT Bukit Asam secara resmi,” .tutur Cipto.

” Saya mohon agar pihak PT Bukit Asam bisa menyelesaikan permasalahan kompensasi tanam tumbuh Ibu Mariyam. PT Bukit Asam harus bisa berlaku adil memberikan kompensasi tanam tumbuh untuk Bu Maryam,” Demikian Cipto berharap.

Terpisah, Pgs Manajer Pengadaan Aset Tanah dan Bangunan (PATB) PT Bukit Asam, Agustinus  C Ayal saat dikonfirmasi, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci dan transparan terkait relokasi dan kompensasi tanam tumbuh di Lobang 8 atas nama Mariyam.

Agustinus cuma berkata singkat dan tidak jelas dengan nada ketus, kalau permasalahan relokasi warga di Lobang 8 Tanjung Enim sudah selesai, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan seraya memberi kode agar segera pergi meninggalkan ruangannya.

Selanjutnya, untuk meminta keterangan agar lebih jelas alasan belum adanya kompensasi tanam tumbuh di lahan Lobang 8 atas nama Mariyam, media ini mencoba mengkonfirmasi Manajer Pengelolaan Aset Tanah dan Bangunan PT Bukit Asam, Ichsan Aprideni, Rabu (19/10/2022). Namun tidak bisa ditemui.

Begitu juga Humas PT Bukit Asam, ketika ditemui dikantor, sedang tidak ada dikantor. Begitu juga ketika dikonfirmasi melalui pesan Wa, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan respon-(TIM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top