Daerah

PASLON NOMOR 2 AJAK WARGA PALI JANGAN PERCAYA MEDSOS, BUKTI ADA KEKHAWATIRANNYA, MASYARAKAT BANYAK TAHU

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Medsos merupakan sarana informasi yang saat ini menempati urutan pertama didunia, mengalahkan berita online. Namun anehnya.diberbagai kesempatan Calon petahana, Ir H Heri Amalindo MM selalu mengatakan, untuk tidak percaya apa yang ada dimedia sosial (Medsos), seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Bahkan disaat debat kandidat paslon Pilkada Kabupaten PALI yang dilaksanakan KPUD Kabupaten PALI di Hotel Harper Palembang, Senin (19/10/20) lalu. Hal ini juga sempat disampaikan Paslon petahana nomor urut 2 Heri Amalindo. Meminta agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang ada Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Apa yang disampaikan nomor urut 2 Hero ini terkesan ada rasa ketakutan paslon nomor 2  akan kecerdasan masyarakat PALI, yang mengetahui banyak tentang kebobrokan Pemerintah Kabupaten PALI diera Pemerintahan Ir H Heri Amalindo MM.

Hal ini disampaikan salah seorang warga Kabupaten PALI Irwansyah (40th) dalam dia menyikapi ucapkan paslon petahana ketika acara debat paslon tersebut, Kamis (22/10/2020).

” Ucapan tersebut bisa jadi merupakan rasa kekhawatiran paslon nomor urut 2 akan semakin cerdasnya warga PALI ” Ucap Irwansyah.

” Itu menurut penilaian saya. Apalagi pengguna medsos saat ini bukan cuma dari kalangan kaum milenal saja,,melainkan semua kalangan sudah menggunakan medsos. Medsos saat ini bukan cuma digunakan sebagai sarana hiburan, tapi juga merupakan sarana untuk mengetahui informasi bahkan sudah dijadikan sarana untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan Pemerintah yang dianggap tidak pro terhadap rakyatnya ,” Tuturnya.

Sementara itu M Ary Asnawi salah seorang penggiat media sosial Sumatera Selatan menuturkan bahwa medsos merupakan satu satunya sumber informasi yang digandrungi masyarakat pada saat ini dari berbagai lapisan masyarakat dan itu bisa dipercaya karena ada yang bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikannya di media sosial.

” Informasi yang ada dunia medsos merupakan informasi yang ada penanggung jawabnya. Jadi bisa jadi medsos bisa dijadikan sumber informasi yang bisa dipercaya ”  Ujar Lelaki yang akrab disapa Awi ini.

” Saya sangat tidak sependapat kalau ada yang mengatakan masyarakat jangan percaya medsos, tidak sepenuhnya begitu ” Ucap Awi.

” Saat ini medsos sebagai sarana informasi untuk mengetahui pristiwa dan kejadian khususnya disekitar kita disituasi apapun ” Tambahnya.

Karena lanjut Awi ada dua bagian dimedsos itu,  yaitu yang menyebarkan informasi dan yang menerima informasi..

” Yang penting pengguna medsos jangan menyebarkan hoax, karena itu ada dampak hukumnya ” Tukasnya.

” Namun saya percaya masyarakat kita sudah pintar-pintar semua, tahu mana yang hoax dan mana yang benar ” Terangnya.

Dia juga berpendapat bahwa memang dunia medsos merupakan sarana informasi yang paling cepat diketahui masyarakat, tergantung dari sudut mana masyarakat menilai informasi tersebut. Apalagi lanjutnya kalau informasi tersebut bersumber dari berita online yang dishare dimedsos berarti informasi tersebut mengandung kebenaran yang ada penanggung jawabnya. Karena jelas berita online yang disharetersebut ada fihak fihak yang bertanggung jawab.

Dikatakan Awi, memang harus diakui banyak hal hal negatif dari dunia medsos. Tapi tidak dapat dipungkiri banyak juga hal hal yang positif yang didapat dari dunia medsos. Medsos bisa juga digunakan untuk mengkritisi kebijakan Pemerintah. Misalnya untuk Kabupaten PALI yang tidak lama lagi akan merayakan pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah. Tentunya masyarakat berhak tahu tentang trackrecord paslon yang bakal mereka pilih.

Juga masyarakat PALI berhak tahu tentang apa apa saja yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten PALI selama periode 2015 – 2020.

” Apakah Kabupaten PALI dengan anggaran Triliunan yang yang cuma untuk 5 Kecamatan sudah membuat kemajuan di Kabupaten PALI selama 7 tahun ini. Atau program Pemerintahnya tidak menyentuh masyarakatnya hanya sekedar proyek yang kurang azaz manfaatnya di Kabupaten PALI. Termasuk mengenai kwalitas bangunan infrastruktur yang sudah dilaksanakan dengan anggaran miliaran tapi tidak lama sudah rusak, itu bisa banyak diketahui dari dunia medsos ” Beber Awi.

” Jadi menurut saya, media sosial bisa sangat potensial untuk dijadikan sarana informasi masyarakat PALI menjelang pilkada Desember 2020. SIlahkan silahkan saja masyarakat PALI berekspresi baik itu mengapresiasi ataupun mengkritisi Pemerintahnya melalui medsos, yang penting jangan hoax, karena medsos merupakan tanggung jawab masing masing penggunanya ” Tutup Awi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top