Daerah

Pengakuan Salah Satu Predator Anak Sesama Jenis Di Pringsewu : “Kalo sama perempuan kan takut hamil, jadi ya sama anak-anak itu aja,”

Pringsewu, beeoneinfo.com

Dua pelaku predator pencabulan anak sesama jenis berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Sukoharjo, Pringsewu. Kedua pelaku adalah berinisial IM als Tole (38) dan IP (41) berprofesi wiraswasta, keduanya beralamat di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu.

Keduanya berhasil dibekuk aparat kepolisian pada Selasa (07/07) lalu, setelah aparat polisi mendapat laporan dari keluarga korban.

“Kedua pelaku tersebut diamankan berdasarkan adanya laporan pengaduan dari orang tua korban ke Polsek Sukoharjo pada tanggal 2 dan 3 juli 2020” Ujar Kapolsek Sukoharjo Iptu Musakir SH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK.

Dalam pemeriksaan dan pengembangan, dua pelaku tersebut mengaku mengaku telah melakukan pencabulan pada anak pria dibawah umur ( usia 13 – 15 taahun) dengan jumlah korban yang lumayan banyak.

IM, sendiri mengaku telah mencabuli 18 anak sementara IP mengaku telah melakukan pencabulan pada 6 orang anak.

Lagi Viral :   Walikota Bandar Lampung Tinjau Perumahan Ragom Gawi yang Viral Terendam Banjir

IM sendiri juga mengakui, jika kelainan seksnya tersebut telah dialaminya sejak tahun 2015 lalu. Meski sempat terhenti pada 2016 hingga 2018, IM kemudian mengulangi perbuatan bejatnya kembali pada 2019 lalu hingga tertangkap.

Sementara IP, mengaku mulai merasakan keinginan untuk melakukan pencabulan sejak 2020 ini. Diapun kemudian melampiaskan nafsu bejat tersebut pada 6 orang anak.

Namun IP menyangkal jika dirinya dikatakan tidak menyukai perempuan. Dia beralasan melakukan itu pada sesama jenis karena agar tidak terjadi kehamilan.

“Kalo sama perempuan kan takut hamil, jadi ya sama anak-anak itu aja,” Cetusnya.

Kronologis diceritakan oleh korban, IM dan IP adalah tenaga pengajar di padepokan silat dimana tempat para korban berlatih seni bela diri pencak silat tersebut disalah satu Pekon di Kecamatan Banyumas, Pringsewu.

Lagi Viral :   KOREM 033/WP GELAR UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA

Aksi pencabulan sendiri kemudian dilakukan setelah mereka menyelesaikan latihan silat. Saat itu, korban kemudian dipanggil oleh pelaku dan masuk kedalam rumah kosong yang terletak tidak jauh dari tempat latihan silat tersebut.

Setelah didalam rumah tersebut, pelaku kemudian melakukan pencabulan pada murid – muridnya, namun tidak sampai kepada perlakuan sodomi.

Korban sendiri tidak berani lapor sejak awal karena takut melihat posisi pelaku di padepokan pencak silat sebagai orang penting. Selain itu juga korban juga  takut jika menolak, maka dirinya tidak dapat menjadi murid dan masuk kedalam padepokan pencak silat tersebut.

Sekian lama kejadian berlangsung, hal ini kemudian terbongkar setelah salah satu keluarga korban melihat keanehan sikap yang terjadi pada anaknya.

Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya korban mengaku telah menjadi korban pencabulan, bahkan sering diajak masturbasi bersama pelaku.

Lagi Viral :   MENJELANG PILKADA PALI, PENDISTRIBUSIAN BANTUAN DI KABUPATEN PALI, MARAK  DAN SUDAH MENIMBULKAN KORBAN

Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, keluarga korban pun melaporkan ke Polsek Sukoharjo, Pringsewu. Selang tak berapa lama, kedua pelaku pun berhasil diringkus.

“Kita sudah amankan, juga nanti kita akan cek psikologis guna memeriksa kejiwaan kedua pelaku” Terang Iptu Musakir.

“Nantinya kedua pelaku kami jerat dengan pasal 28 Undang-undang 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana penjara maksimal paling lama 15 tahun,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top