Daerah

POLDA SUMSEL KEMBALI GERBEK KAMPUNG NARKOBA TANGGA BUNTUNG PALEMBANG

Palembang
beeoneinfo.com

Karena diduga masih menjadi perkampungan penyalahgunaan narkoba. Satres narkoba Poltabes Palembang bersama Sat Brimob Polda Sumsel kembali menyergap kawasan Tangga Buntung tepatnya Jl. Kadir TKR Lorong Jambu Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang, Selasa (13/07/2021) sekitar pagi 8:30 Wib.

Hasilnya dari penyergapan tersebut, polisi berhasil mengamankan 11 orang Pria dan 4 orang Wanita yang sedang menggunakan narkoba.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Drs Pol Supriadi MM didampingi Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra ,Kasat Narkoba AKBP Andi Supriadi menuturkan Kedatangan petugas gabungan kelokasi Tangga Buntung berawal dari informasi masyarakat bahwa dikawasan itu masih dijadikan kampung narkoba.

Ketika disergap, membuat orang orang di Lorong Jambu kocar kacir, bahkan ada yang berlarian masuk kedalam persawahan, dan ada yang sembunyi masuk kebawah kolong kolong rumah warga, sembunyi dibawah tangga.

” Namun berkat kesigapan petugas mereka satu persatu berhasil ditangkap ” Jelasnya.

Dikatakannya, selain berhasil mengamankan 14 orang tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti diduga narkoba jenis shabu shabu seberat 100 gram, 3 buah alat hisab  (bong) dan beberapa senjata tajam seperti pedang, parang, keris, badik, pisau,
1 senapan angin, 5 buah handphone, dompet, jam tangan, 2 rekorder cctv, 4 unit sepeda motor dan 2 buah buku untuk rekapan penjualan narkoba, ada timbangan dan bungkus plastik bening.

Lagi Viral :   WOW..!!! DIDESA INI DIDUGA ANAK MENANTU DIJADIKAN PERANGKAT DESA

” Petugas kembali melakukan penyisiran di tangga buntung karena Polrestabes Palembang memiliki niat dan tekat menjadikan tangga buntung sebagai kampung bebas narkoba ” Jelas Kombes Drs Pol Supriadi.

” Seperti yang sudah kita lakukan di kampung baru kemarin, kita juga pingin Tangga Buntung menjadi kampung tangguh narkoba. Namun, masih ada informasi masyarakat disana ada beredar narkoba ” Terangnya.

” Kita berhasil mengamankan 11 laki dan 4 perempuan, nanti akan kita pilah masing masing dari peran mereka ” Tambah Supriadi MM

Lanjut Supriadi, memang waktu penyergapan di TKP ada perlawanan berupa teriakan kepada polisi  ” Maling”. Para pelaku ada yang sembunyi dibawah tangga rumah, dibawah kolong rumah. Alhasil kita berhasil mengamankan 14 orang terduga pelaku.

Lagi Viral :   20 Kelompok Wanita Tani Di Lampung Selatan Mendapat Bantuan P2L

Supriadi menegaskan kepada masyarakat Tangga Buntung maupun masyarakat kota Palembang ,dan Masyarakàt Sumsel umumnya untuk sama sama memberantas narkoba,

” Mari dukung kami polisi, sehingga kota Palembang dan Sumsel bersih dari narkoba,” ajaknya.

Sementara itu,  Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi menambahkan bahwa memang pihaknya sudah lama mentargetkan kawasan Lorong Jambu Tangga Buntung. Karena ada informasi para bandar disana yang masih bermain.

” Jaringan jaringan narkoba yang masih bermain disini, kita berhasil mendapatkan barang bukti diduga jenis shabu shabu 100 Gram, nanti akan kita cek keasliannya. Target kita ada inisial SN, AD, UN, dan ada satu terjaring target kita DD yang akan kita dalami ” Ungkap Andi.

Kata dia, ada satu target kita yang memang diduga memiliki senjata api, makanya anggota yang kita terjunkan sengaja menggunakan rompi anti peluru semua.

“Karena lokasi belakang rumahnya luas makanya dia berhasil lolos, dan ada juga yang diamankan masih saudara bandar Ateng, pada saat penggrebekan dulu sudah kita cari dan akhirnya hari ini tertangkap,” ujarnya.

Lagi Viral :   DANLANAL BATAM KUNJUNGI POSAL PULAU SAMBU

” Inisialnya ED dan Istrinya LA, indikasinya saat itu dia ini tahu kemana perginya Ateng, apalagi dia menarik uang melalui mesin IDC, sekitar Rp 10 juta bank BRI,” tutupnya

Junaidi (45th) salah seorang warga Lorong Jambu Tangga Buntung ketika diwawancarai mengatakan saat polisi melakukan melakukan penggerebekan dirinya habis dari melayat.

” Saya habis pergi dari melayat dan saat pulang sudah ramai polisi. Saya cuma memanggil pak RT bukan teriak teriak mengundang massa,” akunya. (v/Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top