Nasional

POLDA SUMUT BERHASIL UNGKAP PELAKU PEMBUNUHAN WARTAWAN DI SUMATERA UTARA

Sumatera Utara
beeoneinfo.com

Diketahui, Wartawan dan pemimpin redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap atau lebih akrab disapa Marsal ditemukan tewas dengan luka tembakan di tubuhnya pada Sabtu (19/06/2021).

Atas kejadian ini, Kapolda Sumatera Utara didesak oleh berbagai organisasi pers untuk segera menangkap pelaku dan mengusut kasus tersebut secara menyeluruh.

Hasilnya, tidak begitu lama setelah pristiwa ini, Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus ini, serta sudah menetapkan dua orang menjadi tersangka dalam kasus penembakan pemimpin redaksi (pemred) media lokal di Sumatera Utara (Sumut), Mara Salem (Marsal) Harahap ini, yaitu Y (31th) dan S (57th).

” Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, kita sudah memeriksa sebanyak kurang lebih 57 orang saksi baik di TKP maupun di sekitar tempat kerja dan tempat-tempat yang kita duga bagian dari keterlibatan tindak pidana tersebut,” kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra di Mapolres Pematangsiantar dilansir dari new.detik.com, Kamis (24/06/2021).

“Kita sudah melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan menelusuri semua kegiatan dari korban di saat saat hari terakhir dan jam terakhir, serta alat bukti yang kita temukan berupa CCTV, dan alat bukti lainnya. Kita berhasil bersama tim kita berhasil mengungkap dan menangkap dua orang tersangka,” Terangnya.

Lagi Viral :   HUT IWO KE 9, TAHUN 2021 : JIWA RAGA TERJAGA DAYA HIDUP MENYALA

Panca menjelaskan kedua tersangka adalah pemilik dan pegawai di Ferrari Bar dan Resto Pematangsiantar.

“Peran masing-masing tersangka, orang yang melakukan dan menyuruh melakukan,” Ungkapnya.

Akibat perbuatannya ini, kedua tersangka dikenai pasal tentang pembunuhan berencana. Hukuman maksimal bisa dikenakan kepada pelaku penembak Pimred tersebut

“Hukuman mati dan seumur hidup,” kata Panca.

Marsal sebelumnya ditemukan tertembak di lokasi yang berjarak 300 meter dari rumahnya di Simalungun, Sumut. Polisi mengatakan ada bekas luka tembak di kaki Marsal.

“Di paha sebelah kiri,” kata Direskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja pada Sabtu (19/06/2021).

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra sebelumnya mengatakan Marsal saat ditemukan masih dalam kondisi hidup. Dia kemudian meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit.

“Dari hasil pemeriksaan, pada saat ditemukan oleh istrinya kondisi yang bersangkutan (almarhum) itu masih dalam keadaan sadar,” kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra, Senin (21/06/2021).

Lagi Viral :   HUT IWO KE 9, TAHUN 2021 : JIWA RAGA TERJAGA DAYA HIDUP MENYALA

Tewasnya  Wartawan dan pemimpin redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap alias Marsal sontak sudah mengagetkan kalangan insan pers di Tanah Air dan megecam pembunuhan wartawan online tersebut. Salah satunya SPSK Provinsi Sumut. 

“Kami mengecam keras perbuatan keji tersebut (penembakan terhadap Marsal) dan berharap aparat kepolisian Polda Sumatera Utara segera mengungkap siapa pelaku dan dalang pembunuhan ini, serta motif yang melatar belakangi kejadian tersebut,” kata Ketua SPSK Sumut Farianda Sinik, Selasa (22/6/2021).

Farianda mengatakan, profesi seorang wartawan dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, seharusnya tidak saja dijamin tapi mendapat perlindungan hukum saat menjalankan tugasnya

“Atas kasus hilangnya nyawa seorang wartawan tersebut, diharapkan aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan motifnya,” ujar Farianda.

Sebelumnya Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono juga mengutuk keras kejadian tersebut, dan meminta kepada seluruh anggota IWO untuk mengawal kasus ini hingga tuntas melalui pemberitaan.

“Entah sudah berapa kali kasus serupa ini terjadi dan mungkin akan terjadi lagi di masa mendatang, dan kita selalu menjadi pihak yang nyaris selalu ‘dikalahkan ” Ucap Jodhi

Lagi Viral :   HUT IWO KE 9, TAHUN 2021 : JIWA RAGA TERJAGA DAYA HIDUP MENYALA

” Kita harus mengkaji kembali MoU antara Dewan Pers dan Kapolri, dan kesepakatan-kesepakatan lainnya antara penegak hukum dan pers, agar efektif dan tidak hanya berhenti di seremoni dan catatan kesepakatan ” Timbalnya.

” Mari kita mereview kembali kesepakatan-kesepakatan tersebut agar bisa dipraktikan demi terwujudnya perlindungan yang nyata bagi insan pers ” Ucapnya.

” Para penjahat yang mendzolimi wartawan itu berani sewenang -wenang kepada wartawan bisa jadi karena mereka tahu betapa lemahnya perlindungan hukum terhadap wartawan, ” ungkap Jodhi seraya menyebut contoh kasus wartawan Bernas, Udin, yang tewas dibunuh dan hingga kini belum terungkap siapa pembunuhnya ” Pungkasnya (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top