Daerah

PROYEK JEMBATAN DESA BABAT PENUKAL PALI 2021 RP 13,1 MILIAR, DINILAI TIDAK BERETIKA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Untuk diketahui bahwa akses jalan yang saat ini sedang dilaksanakan pembangunan jembatan Desa Babat 2021, merupakan akses jalan utama satu satunya terdekat menuju jalan lintas utama untuk  warga Desa Sungai Ibul, Sungai Langan, Spantan Jaya yang akan bepergian ke Prabumulih, Palembang serta desa desa diwilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab dalam wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) .

Akses jalan ini juga merupakan akses jalan ekonomi masyarakat untuk mengangkut bahan pokok kebutuhan masyarakat dan hasil pertanian.

Namun apa jadinya kalau kontraktor pembangunan jembatan Desa Babat , APBD Kabupaten PALI 2021 hanya menyediakan jembatan sementara khusus untuk roda 2, sementara jembatan sementara untuk roda 4 tidak ada.

Artinya kehadiran proyek jembatan Rp 13,9 Miliar, yang belum dipastikan kapan selesainya ini, sudah sangat menyulitkan masyarakat sekitar.

Pasalnya, warga desa yang berada diakses jalan itu dengan menggunakan kenderaan roda 4 harus memutar berkeliling kalau ingin bepergian menuju atau dari jalan lintas provinsi, juga yang akan ke Ibukota Kecamatan Penukal (Babat) terpaksa memutar berkeliling puluhan kilometer.

Baru kali ini terjadi di Kabupaten PALI, pelaksanaan proyek pembangunan jembatan tidak diawali dengan pembangunan jembatan sementara untuk roda 4 sekaligus roda 2. Ini sudah sangat keterlaluan dan tidak beretika.

Lagi Viral :   Beberapa Jabatan Definitif OPD Di Lampung Selatan Kosong, 15 Pejabat Eselon II Ikuti Uji Kompetensi

Hal ini disampaikan Ketua GNPK RI Ptovinsi Sumsel, Aprizal Muslim kepada media ini, Minggu (19/09/2021).

” Proyek jembatan desa Babat Kecamatan Penukal ini sudah sangat menyulitkan masyarakat sekitar itu, Siapa sih kontraktornya, kenapa tidak memperhatikan kepentingan masyarakat ” Ujar Aprizal

” Apa memang tidak diharuskan membuat jembatan sementara yang bisa dilewati kenderaan roda 4 oleh instansi yang terkait,” Kata Aprizal.

” Apakah instansi yang terkait, dan kontraktor jembatan itu beranggapan kalau warga desa diakses jalan itu tidak ada yang memiliki kenderaan roda 4, ini sungguh suatu pelecehan, menganggap remeh masyarakat sekitar, merusak tatanan masyarakat ” Pungkasnya.

Keluhan juga disampaikan Napoleon, warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab. Dirinya yang sering menggunakan roda 4 melalui akses jalan ini ketika akan ke Ibukota Kabupaten PALI. Karena kata dia, akses jalan ini jauh lebih dekat ketimbang melalui jalan Simpang Raja.

” Namun dengan adanya proyek jembatan yang tidak membangun jembatan sementara untuk roda 4, kami merasa dirugikan, baik waktu maupun materi, karena melewati akses jalan itu, kami hemat bbm ” Kata Napeleon.

Lagi Viral :   Sekda Lampung Selatan Sambut Rombongan Kementrian PMK Yang Akan Melakukan MONEV

Senada juga disampaikan salah seorang Tokoh masyarakat Desa Spantan Jaya, Alamsri.

Menurut dia, sungguh sangat keterlaluan dan tidak berperasaan jika dalam membangun proyek jembatan yang nilainya puluhan milyar ini tidak memikirkan kepentingan masyarakat banyak yang memiliki kenderaan roda 4.

” Coba saja bayangkan kalau di desa kami ada warga yang terkena musibah mungkin sakit atau ingin melahirkan jika melewati akses jalan sebelumnya hanya membutuhkan waktu 10 menit kini harus mutar dengan memakan waktu 1 jam lebih ” Ungkap Alamsri.

Belum lagi, yang berkaitan dengan perekonomian dan kebutuhan masyarakat. Kalau akses jalan itu tidak bisa dilalui kenderaan roda 4 dipastikan akan berdampak pada perekonomian dan kebutuhan masyarakat.

” Membangun semua masyarakat setuju, namun bukan berarti akan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat ” Tukasnya.

Mantan Kepala desa ini juga menegaskan, dirinya yang mewakili warga, jika dalam waktu dekat pihak pelaksana proyek masih tidak membuka akses jalan tersebut dengan membuat jembatan sementara untuk roda 4. Dirinya bersama warga akan turun ke jalan dan menyetop aktivitas pekerjaan proyek tersebut sampai pihak pelaksana mendengarkan keluhan warga.

Lagi Viral :   Universitas Gunadarma Depok Jalin Sinergitas Bersama Pemkab Lampung Selatan Guna Jalankan Program Pengabdian Masyarakat

” Bila dalam waktu dekat, pelaksana Proyek jembatan tersebut tidak membamgun jembatan sementara untuk kenderaan roda 4, maka kami akan datangi rami rami, menyetop sementara kegiatan pembamgunan jembatan itu, sampai pihak pelaksana mau membangun jembatan sementara untuk kenderaan roda 4 ” Tutupnya.

Untuk diketahui, bahwa kegiatan proyek jembatan ini, sebagaimana dipapan informasi proyek adalah Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dinas Pekerjaan Umum, Kegiatan : Pembangunan Jembatan, Paket : Pembangunan Jembatan Babat, Nomor Kontrak : 094/02/SPK/KPA.02/PPK.05/PJBBT/DPU.PALI/VIII/2021, Tanggal : 31 Agustus 2021, Nilai Kontrak : Rp 13.167.312.000-, Sumber Dana : APBD Kabupaten PALI TA 2021 (Dana Bangub), Penyedia Jasa : PT Tito Aristo Kontrindo.

Dipapan proyek tidak tercantum, berapa lama kontrak pengerjaan proyek jembatan ini.

Sementara itu, terkait masalah ini, baik instansi terkait naupun pihak pelaksana belum bisa dikonfirmasi (AE)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top