Daerah

WADUH, BARU SELESAI DIKERJAKAN PROYEK PENDISTERIAN DAN PASITAS PENUNJANG GERBANG SELAMAT DATANG MUARA ENIM SUDAH RUSAK

Muara Enim
beeoneinfo.com

Seharusnya hasil pekerjaan Proyek Pendisterian dan Pasilitas Penunjang Gerbang Selamat Datang Muara Enim oleh Dinas Perumahan Dan Pemukiman (PERKIM) Kabupaten Muara Enim tahun 2019 bisa mendapatkan hasil yang optimal.

Karena selain sudah menggunakan dana APBD Kabupaten Muara Enim lebih dari Rp 8 Miliar (Rp 8.257.549.000.00), juga merupakan sebagai ” Frontage ” Kota Muara Enim, yang pertama masyarakat saksikan ketika mau memasuki kota Muara Enim. Dan ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Muara Enim kalau pembangunannya sesuai harapan masyarakat.Namun sayangnya sudah terjadi kerusakan padahal baru beberapa hari dianggap selesai proyek tersebut.

Proyek pembangunan Pedestrian dan Fasilitas penunjang gerbang selamat datang Kota Muara Enim ini dikerjakan oleh CV. Karya Nusantara, nilai proyek Rp 8.257.549.000.00 (Delapan Milyar Dua Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Rupiah), masa waktu pekerjaan  75 ( tujuh puluh lima ) hari kalender,

Dari Pantauan awak media dilokasi, Proyek tersebut baru beberapa hari selesai dikerjakan. Namun sayangnya sudah ada bagian proyek yang mengalami penurunan tanah, akibatnya terang saja hal ini akan mempengaruhi bangunan yang ada diatasnya.

Keadaan ini juga diakui oleh para pekerja proyek yang tengah berusaha memperbaiki penurunan tanah tersebut.

”  Kenapa Pak ?” Awak media menanyakan.
”  Ini merenyak (tanah turun) ,” jawab salah satu pekerja.

Untuk diketahui juga bahwa dilokasi ini sebelumnya ketika pembangunan gerbang selamat datang oleh Dinas yang sama (Dinas Cipta Karya waktu itu) juga perna mengalami kejadian yang sama, terjadi penurunan tanah. Mungkinkah hal ini tidak menjadi pelajaran bagi perencana proyek lebih dari Rp 8 Miliar ini, sehingga penurunan tanah ini terjadi lagi.

Memang pada prosesnya Proyek pembangunan Pedestrian dan Fasilitas penunjang gerbang selamat datang Kota Muara Enim ini masih dalam masa pemeliharaan. Namun bila baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan, ini patut dipertanyakan perencanaan dan kwalitas pembangunannya.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM GAK) Kabupaten Muara Enim, M Ary Asnawi ketika dimintai tanggapannya berkenaan sudah rusaknya Proyek pembangunan Pedestrian dan Fasilitas penunjang gerbang selamat datang Kota Muara Enim ini dikerjakan oleh CV. Karya Nusantara, nilai proyek Rp 8.257.549.000.00. ” Padahal baru selesai dibangun ” Ucap dia, Minggu (12/01/2019)

Lanjut Awi  Proyek tersebut sudah menghabiskan APBD Kabupaten Muara Enim tahun 2019, kalau baru saja selesai dikerjakan sudah rusak, ada dugaan perencanaan dan mutunya sangat meragukan, bisa jadi tidak bertahan lama, belum lagi ada item pekerjaan yang belum dilaksanakan seperti lampu penerangan taman belum dipasang.
” Ini perlu ditelusuri ” pintanya.

Sementara itu terkait hal ini, PPK Proyek dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Alex yang sempat dikonfirmasi wartawan juga membenarkan adanya penurunan tanah timbunan tersebut.

” Yang menyebabkan tanah timbunan menurun karena resapan dan turunnya hujan beberapa hari ini, terjadi pemadattan pada tanah timbunan ” Jelas Alex diruang kerjanya, Rabu (08/01/2019)

Diungkapkan Alex bahwa tanah timbunan itu hanya berjarak waktu satu bulan, sedangkan kalender pekerjaan 75 (Tujuh Puluh Lima Hari) tentu akibat dari curah hujan yang tinggi mengkibatkan tanah timbunan memadat.

” Sebenarnya dari bulan Desember 2019 disaat pekerjaan sudah terlihat penurunan tanah timbunan, namun saya mengatakan untuk dibiarkan dulu, nanti masih ada masa perawatan pemeliharaan pekerjaan,” Terangnya.

” Pihak Kontraktor CV. Karya Nusantara masih bertanggung jawab sepenuhnya dalam pekerjaan tersebut, karena masih pemeliharaan ” Tegas Alex.

Masih kata Alex, bahwa untuk lampu taman memang sengaja belum kita pasang, karena takut hilang, nantinya pasti dipasang setelah pekerjaan pemeliharan memang benar – benar selesai,.

Namun Alex menolak disaat wartawan mencoba meminta stegmen Vedeos.

” Jangan dulu kalau Vedeos nanti saya dimarah atasan (Kadin Perkim) coba langsung ke Kadin,” Tukasnya (Ab/Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Diminati

To Top