Bandar Lampung

Babak Baru TPS 19 Way Kandis Yang Viral, Gakkumdu Akan Libatkan Tenaga Ahli Pidana

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Bandar Lampung terus mencari cara untuk membuktikan siapa yang melakukan pencoblosan surat suara sebelum dimulainya pemungutan suara pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu.

Terkini, Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Polresta dan Kejati Bandar Lampung ini akan menghadirkan saksi ahli guna membantu percepatan penanganan kasus ini.

“Kami akan panggil ahli. Nanti peranan ahli untuk membuktikan alat bukti kita ini masuk kesiapa sebagai pelaku. Termasuk menjelaskan seluruh keterangan yang kita periksa, sebagai petunjuk untuk kita,” Ujar Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bandar Lampung Oddy HP Marsa, Kamis, 29 Februari 2024.

Lagi Viral :   Sambut Bapak Tiri Pulang Pake Celana Pendek, Gadis 28 Tahun Di Preteli Kehormatannya

Surat suara tercoblos sendiri merupakan unsur pidana sesuai pasal 532 UU Nomor: 17 Tahun 2017 tetang Pemilu dengan ancaman maksimal 4 tahun dan denda maksimal 48 juta. Namun hingga kini Gakkumdu sendiri masih dalam proses pengumpulan bahan bukti dan keterangan lebih lanjut guna menentukan kepada siapa tindak pidana ini dikenakan.

Sebelumnya, Gakkumdu sendiri telah menetapkan tujuh anggota KPPS sebagai terlapor pada kasus ini. Sementara ini meski begitu belum ada satupun dari terlapor yang mengaku telah melakukan pencoblosan surat suara tersebut.

PENYIMPANAN LOGISTIK DAN TPS PINDAH INISIATIF KETUA KPPS

Dilansir dari berandalappung.com, ketua KPPS untuk TPS 19 Way Kandis Tanjung  Senang Bandar Lampung, Abu Salim sendiri sudah menjalani pemeriksaan oleh Gakkumdu.

Lagi Viral :   Ribuan Anggota Pramuka Ikuti Lomba Gerak Jalan Peringati Baden Powell 2023

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Oddy mendapat informasi jika pindahnya TPS dari tempat semula ke kediaman Abu Salim serta tempat penyimpanan semua logistik Pemilu adalah idenya Abu Salim sendiri.

Abu Salim sendiri berinisiatif memindahkan TPS dari tempat sebelumnya ke kediamannya karena kurangnya fasilitas MCK dan listrik di titik TPS semula.

“Sebelumnya TPS nya bukan di kediamannya (ketua KPPS), jadi menurut keterangan Abu Salim TPS yang sebelumnya itu sarana dan prasarananya kurang seperti listrik, MCK dan lain-lain. Jadi dia berinisiatif TPS di tempatkan di rumahnya,”kata Ody Selasa, (27/2/2024).

“Jadi konsekuensinya terkait bila dia berbohong dan dikemudian hari terbukti bahwa dia berbohong maka ada proses pidana berkaitan dengan pernyataan bohong,” jelasnya. 

Lagi Viral :   Lepas Peserta KKN Kebangsaan 2018, Herman HN : " Pemimpin Jangan Umbar Janji Dan Iming - Iming Uang"

“Secara agama juga ada konsekuensinya,”tambahnya.

Oddy menyampaikan, semua keterangan dari 7 KPPS telah dikantongi. Tinggal penyajian bersama kejaksaan dan kepolisian.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top