Daerah

BANGUN JALAN SETAPAK DANA DESA DISINYALIR OKNUM PEMDES GUNUNG MENANG PENUKAL RAMPAS LAHAN WARGA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Pengalokasian dana desa tanpa perencanaan yang matang, tanpa diawali dengan musyawarah desa dan bukan atas dasar skala prioritas desa maka proyek dana desa hanyalah serimonial belaka, asal jadi proyek yang cuma untuk kepentingan elit desa

Dugaan itu terjadi di Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan.

Diketahui pada Dana Desa Gunung Menang tahun anggaran 2021 salah satu pengalokasiannya ada pembangunan jalan setapak titian. Pada pembangunan proyek dana desa jalan setapak titian ini warga tidak mengetahui berapa besar dananya. karena ketika pelaksanaan proyek ini, tidak perna diumumkan kepada warga desa Gunung Menang atau ditemukan papan informasi proyeknya disekitar lokasi proyek.

Pelaksanaan proyek dana desa pembangunan jalan setapak titian  di desa Gunung Menang itu, bukan cuma itu masalahnya. patalnya pembangunan jalan setapak titian dana desa itu disinyalir sudah menyerobot lahan warga.

Hal ini dibuktikan setelah proyek jalan setapak titian ini dilaksanakan, hasilnya terancam tidak bisa dimenfaatkan sesuai peruntukannya. Pasalnya jalan setapak titian itu saat ini ditutup warga pemilik lahan yang terkena jalan setapak.

Penutupan jalan setapak titian didesa Gunung Menang itu diakui oleh pemilik lahan, Diah Pratiwi warga Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten PALI,kepada media ini, Kamis (23/09/2021).

Dikatakannya, Jalan setapak titian didesa Gunung Menang itu ada yang terkena lahan miliknya. Sedangkan oknum Pemerintah Desa Gunung Menang tidak perna minta izin terlebih dahulu kalau lahannya mau dibangun jalan setapak.

Lagi Viral :   Anggota Korem 033/WP Dan Persit KCK Rem 033 Kompak Gowes Bersama

” Kami sangat tersinggung dan kecewa kepada oknum Pemerintah Desa Gunung Menang, Maka itu  jalan setapak titian itu kami tutup ” Ungkap Diah.

” Jalan setapak titian tersebut sudah dipastikan ada yang menyerobot lahan milik ku yang sah, jadi hak saya mau menutup jalan setapak itu dilarang dilewati karena saya tidak merasa mengizinkan atau menghibahkan lahan milik ku untuk dibangun jalan setapak ” Tegasnya

” Saya merasa tidak dihargai oleh oknum Pemerintah desa Gunung Menang, saya tidak perna diberitahu atau meminta izin kepadaku kalau dilahanku akan dibangun jalan setapak titian. Itu sangat keterlaluan. Saya sangat tersinggung  ” Tambahnya lagi.

” Saya tegaskan dijalan setapak titian itu ada dibangun diatas lahan milikku.lahan pribadi ku ” Tukasnya.

” Jangan mentang mentang aku tidak memiliki suami, lantas oknum Pemerintah Desa Gunung Menang semaunya. Seharusnya wanita seperti ku ini mendapatkan perhatian dari Pemerintah desa Gunung Menang karena lahan itu untuk penghidupanku dan keluargaku .Bukan mala dirampas ” Diah mengeluhkan.

Dikatakan Diah, dirinya sebagai pemilik lahan yang sah, tidak pernah merasa menghibahkan lahan miliknya itu kepada Pemerintah Desa untuk membangun apapun, termasuk membangun jalan titian tersebut. 

Dijelaskan Diah, Oknum Pemerintah Desa Gunung Menang bukan cuma sudah menyerobot lahannya. Tapi juga sudah menebangi dan merusak pohon pohon kayu dilahan kebunnya itu

Lagi Viral :   Pelantikan PD PPM Prov Kepri Versi Munaslub LVRI Dinilai Cacat Hukum

” Sampai kapan pun aku tidak akan perna mengizinkan dan menyetujui lahan saya dibangun jalan setapak, Jadi saya minta kepada Pemerintah Desa Gunung Menang untuk membongkar jalan setapak titian itu ” Tegas dia lagi.

”Enak betul asal bangun dilahan milik orang tanpa izin dahulu. bahkan saya akan melaporkan permasalahan ini ke aparat penegak hukum atas perampasan lahan dan pengrusakan. Ini negara hukum ” Tegasnya.

Seharusnya, lanjut Diah, Pihak Pemerintah desa Gunung Menang itu sebelum membangun minta izin dulu, harus ada kesepakatan kedua belah fihak, serta surat ada hibah tertulis dari pemilik lahan.

” Tapi yang terjadi di Desa Gunung Menang, Pemerintah Gunung Menang sewenang wenang, asal bangun saja, seperti lahan kebun saya itu milik dia saja ” Tukasnya.

Disinggung berapa anggaran pembangunan jalan setapak titian didesa Gunung Menang itu. Diah menyebut dia tidak perna mengetahui samasekali berapa dananya, Karena memang dia tidak perna diberitahu dimana papan proyeknya.

Oknum Pemerintah Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal itu memang sangat tidak transparan dalam melaksanakan DD maupun ADD, termasuk permasalahan anggaran untuk penanganan pandemi covid – 19 yang diduga tidak jelas, masalah itu perna viral diberitakan. Tutur Diah

Jangankan warga Gunung Menang kebanyakan. Dia sendiri sebagai pemilik lahan yang digunakan untuk membangun jalan setapak titian itu, tidak perna diajak dalam musyawarah desa.

Lagi Viral :   Nemu Sabu saat Memancing, Pria Ini Di Ancam Hukuman Mati

” Saya sebagai pemilik lahan tidak perna diajak musyawarah desa, saya juga tidak tahu berapa anggaran pembangunan jalan titian tersebut. karena dilokasi pengerjaan jalan setapak didesa Gunung Menang 2021 itu, tidak ditemukan dimana papan proyeknya ditempatkan ” Jelas Diah

” Apalagi memang pelaksanaan Dana Desa di Gunung Menang itu memang bukan atas dasar usulan masyarakat desa Gunung Menang, khususnya dia sendiri sebagai pemilik lahan. Bukan juga hasil musyawarah desa. Itu maunya Oknum Pemerintah desa sendiri, kami tidak perna mengusulkan ” Pungkasnya.

Sementara itu terkait masalah ini, Kepala Desa Gunung Menang, Sayadi ketika dikonfirnasi awak media via pesan WhatsApp, Kamis,(23/09/2021).

Sayadi tidak memberikan klarifikasi apapun terkait itu. Dia hanya meminta kepada awak media agar menemuinya.

“Temui be serisuk ku tggu” tulisnya singkat ( Temui saja besok, saya tunggu)

Sedangkan kepala DPMD PALI ” A.Gani, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp Kamis,(23/09/2021). hingga berita ini di tayangkan tidak memberikan tanggapan. (AE)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top