Daerah

BUPATI MUARA ENIM NONAKTIF JUARSAH MOHON PENYIDIK KPK BUKA REKENING KELUARGANYA YANG DIBLOKIR

Palembang
beeoneinfo.com

Untuk diketahui sejak kasus OTT KPK didinas PUPR Kabupaten Muara Enim 2019 bergulir, rekening Bupati Kabupaten Muara Enim nonaktif, H Juarsah SH dan keluarga diblokir penyidik KPK.

Hal ini sangat dikeluhkan H Juarsah SH saat pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/09/2021).

Menurut Juarsah, rekening itu tak ada hubungannya dengan perkara yang sedang dijalaninya saat ini.

Gara-gara pemblokiran itu, kata dia, keluarganya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Juarsah berucap dengan suara bergetar, rekening yang dimaksud yaitu Bank Sumsel Babel dengan jumlah saldo Rp 400 juta dan BCA Rp 50 juta.

” Anak saya tidak bisa menggunakan uang itu untuk keperluan pribadi selama saya ditahan. Saya ini dulu adalah pengusaha sebelum masuk politik. Dipolitik ini saya tekor, hanya sisa uang itu untuk keluarga saya ,” ujar Juarsah yang tersedak menahan tangis.

Lagi Viral :   GABUNGAN KOWAL TPI SAMBANGI PURNAWIRAWAN BINTARA ANGKATAN PERTAMA KOWAL

Terkait ini, Ketua Majelis Hakim Sahlan Efendi tersentuh hatinya. Dia sudah memerintahkan JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka rekening milik keluarga terdakwa kasus suap Bupati non-aktif Muara Enim H Juarsah SH yang diblokir.

Perintah itu disampaikan Sahlan usai mendengar keluhan Juarsah saat sidang agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/09/2021).

Sementara itu, Anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ricky Benindo Magnas menjelaskan, ada enam rekening milik Juarsah yang diblokir oleh penyidik KPK.

Namun, kata dia, status rekening tersebut belum disita oleh negara

” Uangnya masih utuh, hanya diblokir sampai ada putusan inkrah,” Ungkap Ricky.

Dijelaskan Ricky, Ketika penggeledahan ditemukan uang Rp 58 juta yang disita, yang disebut Juarsah milik istrinya ditemukan di dalam koper, di mana ketika itu penyidik KPK mendapatkan sepotong surat bertuliskan “Kabid Mutasi” sehingga menimbulkan kecurigaan dari penyidik.

“Awalnya kami menyita koper di rumah terdakwa Juarsah yang di dalamnya terdapat uang dan bertuliskan ‘kabid mutasi’. Kami duga uang itu hasil jual beli jabatan karena ada amplop bertuliskan ‘kabid mutasi’ sehingga kami sita,” ujar Ricky.

Lagi Viral :   Sengketa Lahan Di Jatiagung Antara PTPN 7 Dan Warga, Nanang Minta Warga Jangan Anarkis

Sebelumnya diberitakan, Juarsah yang merupakan Bupati definitif Muara Enim diduga menerima uang suap Rp 2,5 miliar dalam kasus korupsi pembangunan 16 paket proyek pengerjaan jalan di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim pada tahun anggaran 2019.

Uang itu disebut digunakan oleh terdakwa untuk kebutuhan Nurhilyah yang merupakan istrinya ketika maju sebagai calon anggota Legislatif pada 2019 lalu.

Kasus suap yang terjadi di Muara Enim ini sebelumnya sudah lebih dulu menjebloskan terdakwa Ahmad Yani yang sebelumnya merupakan Bupati Muara Enim ke penjara dengan masa hukuman selama Rp 5 tahun penjara karena menerima suap Rp 3,03 miliar untuk 16 proyek pengerjaan jalan di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Setelah Bupati Kabupaten Muara Enim nonaktif H Ahmad Yani terpidana. H Juarsah SH yang sebelumnya Wakil Bupati Kabupaten Muara Enim naik menjadi Bupati definitif.

Lagi Viral :   Wakil Walikota Metro Akan Pertegas Hak Pakai Dan Sewa Tanah Milik Pemerintah

Ternyata Juarsah juga ikut disangkakan menerima suap Rp 2,5 miliar hingga akhirnya ditetapkan KPK sebagai tersangka dan menjadi terdakwa sampai saat ini.

Muara Enim pun akhirnya mengalami kekosongan pemimpin sehingga Gubernur Sumsel Herman Deru langsung menunjuk H Nasrun Umar yang merupakan Sekda Pemprov Sumsel sebagai Pejabat Bupati Muara Enim.

Sampai saat ini Kabupaten Muara Enim tidak memiliki Bupati dan Wakil Bupati Definif. Termasuk Sekreraris Daerah masih dipegang oleh Plt Sekda. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top