Nasional

DARIPADA BURU PELAKU MURAL JOKOWI, LEBIH BAIK BANTU KPK KEJAR HARUN MASIKU

Jakarta
beeoneinfo.com

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengimbau agar aparat kepolisian menghentikan pemburuan pembuat mural ‘Jokowi 404: Not Found’ di Kota Tangerang, Banten.

Anggota Komisi III DPR RI itu menyarankan agar jajaran Korps Bhayangkara itu lebih baik membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengejar buronan kelas kakap, yaitu Harun Masiku. 

” Iya, betul (lebih baik bantu KPK kejar Harun Masiku). Jangan pengkritiknya dikejar-kejar kayak maling,” kata Benny dilansir dari Kompas.tv, Minggu (15/08/2021).

Menurut dia, terkait mural tersebut adalah ekspresi hak dan kebebasan masyarakat dalam berpendapat.

Lagi Viral :   Jelang Munas, Golkar Lampung Pastikan Tetap Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum

Ia meyakini bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tidak terganggu dan malah senang dia dikritik dengan cara seperti itu. 

“Pengelola kuasa rakyat jangan alergi apalagi merasa terhina jika ada yang mengkritiknya. Juga polisi jangan diperalat untuk membungkam para pemgkritiknya. Terima lah kritik seperti vaksin Covid-19 untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meneguhkan komitmen bekerja,” Ucapnya. 

Ia menyebut, polisi jangan terlalu sensitif terhadap masalah yang terlalu remeh temeh tersebut.

” Sebab, sebagai penegak hukum adalah melindungi dan menjaga warga agar dapat mengekspresikan hak-hak menyatakan pendapat termasuk secara bebas dan konstruktif,” kata dia.

Lagi Viral :   Ketika Jokowi Dan Budi Gunawan Mainkan Sandiaga Uno, Pengamat : "Prabowo-Sandi, atau Sandi-Puan ?"

Sebelumnya, pihak Kepolisian setempat bersama TNI dan aparat kecamatan pun segera menghapus mural tersebut.

” Sudah tiga atau empat hari lalu, ya. Jadi Kapolsek, dari pihak Kecamatan, terus Koramil sudah menghapus itu,” kata Kasubbag Humas Polres Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim kepada awak media, Jumat (13/08/2021).

Rachim menilai para pembuat mural melanggar hukum karena melecehkan Presiden Jokowi sebagai lambang negara.

“Tetap dilidik (penyelidikan) itu perbuatan siapa. Karena bagaimanapun, itu kan lambang negara, ya,” ujar Rachim. (Ab)

Lagi Viral :   Pemberian Vaksin Di Indonesia Tidak Mengakhiri Pandemi Begitu Saja, Ini Alasannya

Related posts:

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top