Daerah

DIDUGA CIPTAKAN KERUMUNAN, DIMINTA APARAT HUKUM TINDAK TEGAS OKNUM KADES SUNGAI BAUNG

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Permasalahan pandemi covid – 19 sudah membuat dunia kewalahan menghadapinya, termasuk Indonesia. Bayangkan, negara kita sudah menghabiskan anggaran
Rp 744,75 Triliun untuk penanganan pandemi covid – 19.

Oleh karena itu negara kita konsisten akan menindak tegas bagi pelanggar sebagaimana Pasal 4 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekaratinaan Kesehatan jo Pasal 14 huruf a KUHP, UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dan Peraturan Perundang – undangan lain.

Ini contohnya, wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo ditetapkan menjadi tersangka pelanggaran protokol kesehatan berdasarkan UU Kekarantinaan Kesehatan setelah menggelar konser dangdut saat pandemi. Konser dangdut itu digelar di lapangan Tegal Selatan pada 23 September 2020 lalu.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, HU, MS, AAA, ASL, dan IAH disangkakan melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP pada tahun 2020 lalu.

Perkara kedua, yaitu pelanggaran protokol kesehatan saat Rizieq hadir di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 13 November 2020.

Kemudian General Manager dan D sebagai Manager Marketing Waterboom Lippo Cikarang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan yang sama. Dan banyak lagi yang lain.

Tapi sepertinya, banyaknya kejadian itu tidaklah menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk jangan menciptakan kerumunan. Disinyalir masyarakat masih menganggap sepeleh permasalahan  pandemi covid – 19. Atau mungkin ada anggapan bahwa peraturan hukum tidak konsisten ditegakan oleh aparat penegak hukum.

Lagi Viral :   PENGEDAR SHABU DIJALAN SERVO, ARUDI TALANG UBI DIAMANKAN POLSEK GUMEG POLRES MUARA ENIM

Seperti yang terjadi di desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan.

Warga desa ini begitu berani, terkesan menantang aparat penegak hukum membuat kerumunan untuk perayaan hajatan  ( Cukur cucu ) di Dusun V Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi menggunakan hiburan musik orgen tunggal remik dengan mengumpul warga yang luar biasa banyaknya tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan Pemkab  PALI maupun aparat kepolisian, TNI maupun institusi lain yang rutin melakukan himbauan kepada masyarakat PALI agar selalu taat protokol kesehatan covid – 19. seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker serta jangan JANGAN MENCIPTAKAN KERUMUNAN.

Bahkan demi mengakhiri bencana nonalam pandemi covid – 19, sudah beberapa kali aparat kepolisian di Bumi Serepat Serasan ini menyelelenggarakan vaksinasi dan razia masker di berbagai lokasi.

Namun mirisnya, dari informasi yang kami dapat justru acara kerumunan massal itu justru diduga dilaksanakan oleh oknum Kepala Desa Sungai Baung sendiri. Yang seharusnya seorang Kepala Desa bisa jadi contoh dan tauladan warganya agar jangan membuat kerumunan di situasi pandemi covid – 19 seperti saat ini.

” Kami sangat kecewa dengan kelakuan oknum Kepala desa kami yang sudah menciptakan keramaian  ketika pandemi covid – 19 masih belum selesai ” Ujar salah seorang warga desa Sungai Baung yang menyaksikan langsung acara itu kepada media ini, Selasa (29/02/2022).

” Itu acara kepala desa Sungai Baung menyukur cucunya ” Terangnya lagi.

” Saya menyaksikan sendiri, bahkan saya sempat merekam video acara keramaian itu ” Ungkapnya.

Lagi Viral :   DUGAAN KORUPSI BUMDES, DD DAN ADD,, OKNUM KADES SUKA MAJU -:TALANG UBI DILAPORKAN BPD

Menurut dia, acara orgen tunggal yang diadakan oknum Kepala Desa Sungai Baung itu bukan cuma sudah melanggar protokol kesehatan disaat pandemi covid -19,  namun lebih layak kalau disebut acara ajang mabuk massal yang di ikuti warga dari segala umur.

” Acara seperti itu bukan cuma memicu penyebaran pandemi covid – 19 namun juga sangat mengancam dan merusak masa depan anak anak dan generasi muda didesa Sungai Baung ” Ucapnya.

” Kami minta aparat penegak hukum konsisten tegakan peraturan, tindak tegas perbuatan oknum Kepala Desa Sungai Baung itu, sebelum perbuatan itu juga ditiru oleh warga yang lain yang bisa menjadi ancaman baik bahaya pandemi covid – 19, maupun moral generasi muda ” Harap dia.

Sementara itu terkait masalah ini, Kapolsek Talang Ubi Polres PALI, Kompol Alfian Nasution, S.H ketika dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, dikatakannya kalau pihaknya tidak mengetahui kegiatan tersebut. Kegiatan kerumunan massa itu sudah dipastikan tidak memiliki izin baik dari Polsek Talang Ubi maupun dari Polres PALI, Selasa (01/03/2022).

” Waalaikum salam wr.wb
Salam sehat selalu, Terkait dgn perizinan, apalagi ijin keramaian utk hiburan orgen Pihak Polres dan Polsek tdk mengeluarkan ijin. Terkait adanya hiburan keramaian di Desa Sungai baung, tdk ada ijin dan tdk ada pemberitahuan sama sekali ”  Ujarnya.

” Dan itu jelas jelas pelanggaran oleh Kades dan perangkatnya. Kalau kami tahu itu pasti kita larang keras ” Tegasnya, Selasa (01/03/2022).

Kompol Alfian Nasution, S.H juga menjelaskan kalau dirinya sejak hari Sabtu (26/02/2022) sampai Rabu (02/03/2022) dirinya ada kegiatan di Palembang

” Saya juga dari hari Sabtu tgl 26 Pebruari  sampai Rabu tgl 2 Maret 2022 saya di Palembang ” Jelasnya.

Lagi Viral :   Vaksinasi Covid 19 Tahap II Untuk TNI, POLRI Dan Pelayan Publik Metro Di Launching

Ditambahkannya kalau dirinya sangat tidak setuju acara tersebut.

” Saya sangat tdk setuju acara tersebut. Trims info dan kerja samanya ” Pungkasnya

Sedangkan Kepala Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi, Andi, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, dirinya mengakui adanya kegiatan itu. Dia mohon maaf.

Namun mirisnya dia mala mengatakan kalau kegiatan kerumunan massa yang dilaksanakannya karena mencontoh didesa lain yang seolah dibiarkan oleh aparat penegak hukum.

” Alaikum slm.mhn mp.kalu g sala.karena g melihat tmpt laen tdk ada masala bahkan sampai mlm.ada apa dgn kita.sekali lagi  mhn mp.yg sebesar besarnya.ini juga kurang enak bdn karena kurang tidur ” Tulisnya

Terpisah, Adamri, aktivis Vaksinator Kabupaten PALI dan Kabupaten Muara Enim ketika dimintai tanggapannya, dirinya sangat menyayangkan adanya kegiatan mengumpulkan massa diluar kewajaran itu. Apalagi kata dia, kegiatan itu dilakukan oleh oknum Kepala Desa Sungai Baung sendiri.

” Kami minta aparat penegak hukum harus konsisten tegakan peraturan dan perundang undangan yang berlaku, jangan pandang bulu ” Harap dia.

” Sebelum kegiatan semacam ditiru warga lain sehingga jadi kebiasaan. Akibatnya wibawa Pemerintah dan aparat penegak hukum semakin redup dimata masyarakat ” Pungkasnya (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top