Daerah

DIDUGA MENGHALANG – HALANGI TUGAS JURNALIS, PT BUKIT ASAM TBK MELARANG MELIPUT ACARA PERESMIAN MUSEUM BATU BARA

Muara Enim
beeoneinfo.com

Perusahaan tambang batu bara BUMN PT Bukit Asam Tbk mengadakan acara peresmian museum batu bara bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 tahun 2022.

Acara ini dilaksanakan di Kantor pusat PT Bukit Asam Tbk , Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (17/08/2022).

Memang kebiasaan perusahaan tambang batu bara berskala internasional ini setiap acara yang diadakannya tidak semua wartawan yang ada disekitar PTBA bisa meliput kegiatannya. PT Bukit Asam membatasi akses wartawan, hanya wartawan yang ditunjuk yang bisa melakukan peliputan dengan memberikan kartu pengenal tanda media yang diperbolehkan meliput.

Namun pada kegiatan peresmian museum batu bara ini ada kejanggalan. Pasalnya walaupun wartawan sudah memiliki kartu tanda media yang ditunjuk, tetap saja dilarang untuk meliput langsung acara tersebut.

Wartawan yang terlanjur datang ke lokasi apalagi sudah memiliki tanda kartu media tetap saja dilarang masuk. Termasuk salah satu wartawan dari Kontributor media tvOne, Ika Anggraeni yang tempat tinggalnya ada di dekat kantor pusat PT Bukit Asam Tbk.

Acara peresmian museum batu bara PT Bukit Asam Tbk yang dihadiri Pj Bupati Kabupaten Muara Enim, Kurniawan, di Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, Rabu (17/08/2022)

Tindakan manajemen PT Bukit Asam ini, tentu saja menimbulkan protes sehingga berujung pada solidaritas wartawan dengan kompak melakukan boikot dengan menggantung kartu tanda media yang diberikan.oleh penyelenggara dipagar.

Lagi Viral :   KABUPATEN MUARA ENIM, MENDAPATKAN SEKDA DEFINITIF, SEAKAN DIPERSULIT

Ironinya lagi,Ika Anggraeni yang berusaha mencari tahu alasan larangan itu, mala mendapat perlakuan buruk dari oknum staf Humas PT Bukit Asam..Dirinya yang sedang melakukan tugas meliput kegiatan itu ditarik paksa oleh oknum staf Humas PTBA dengan menuding Ika melakukan perbuatan tidak sopan.

Dituduh melakukan perbuatan tidak sopan, terang saja wanita jurnalis ini tidak terima.

“Saya kan sedang meliput, karena melihat rekan-rekan wartawan lain yang aksesnya dibatasi sehingga tidak leluasa meliput saya menghampiri Direktur Operasional PTBA untuk menanyakan hal tersebut. Namun belum selesai bicara, tiba-tiba seorang oknum staf Humas PTBA menarik saya secara paksa dan menuduh saya berperilaku tidak sopan,” jelas Ika kepada rekan rekannya sesama wartawan.

Ika pun mempertanyakan perilaku dirinya yang  mana yang dianggap tidak sopan menurut staf humas PT Bukit Asam itu. Padahal kata Ika,,dirinya selalu bekerja dengan tetap menjaga etika sewajarnya sebagai seorang wartawan, ditambah lagi kalau dirinya adalah seorang perempuan.

Ternyata larangan wartawan untuk meliput kegiatan tersebut diduga memang ada perintah dari manajemen PT Bukit Asam diatas. Terbukti ketika Ika mempertanyakan perihal tersebut kepada Sekretaris Perusahaan (Sekper) PTBA Apolonius Andwie, apakah benar wartawan tidak diperbolehkan melakukan peliputan, secara tegas Sekper Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PTBA mengatakan ” TIDAK BOLEH,!”

“Kita kan datang kesini untuk bertugas melakukan peliputan, apalagi dari penyelenggara pihak PTBA memberikan kartu tanda media. Jadi untuk apa ada kartu tersebut kalau kami tidak diperbolehkan meliput dan hanya disuruh duduk seperti acara kondangan,”Ika mempertanyakan..

Kekecewaan senada juga disampaikan oleh jurnalis Andreas Eko Prakoso yang juga bermaksud meliput pada kegiatan itu. Bahkan dirinya jadi bingung karena layout posisi wartawan sangat terbatas dan hanya diminta duduk menunggu press release.

Lagi Viral :   KPU Metro Mulai Sosialisasikan PKPU Nomor 13

“Tujuan kita datang kan untuk meliput dan membuat berita secara langsung sesuai apa yang didengar dan terjadi di lapangan. Jika hanya menunggu rilis saja jadi apa gunanya kita datang?,” Andreas mengeluhkan.

Sementara itu, terkait permasalahan ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim, Al-Azhar saat dimintai tanggapannya mengenai larangan wartawan meliput kegiatan PTBA tersebut.

Dia juga sangat menyesalkan peristiwa yang dialami oleh salah satu wartawan Muara Enim, Ika Anggraeni yang juga merupakan Bendahara PWI Kabupaten Muara Enim itu

Namun menurut Al-Azhar , memperkirakan bahwa hal itu bisa terjadi kemungkinan karena kurangnya koordinasi manajemen PT Bukit Asam. Apalagi kata Azhar kegiatan PT Bukit Asam itu mengundang Pj Bupati Kabupaten Muara Enim yang terjadwal pada kegiatan Pemkab  Muara Enim. Maka tentu saja akan banyak dikuti oleh wartawan.

Terlebih lagi, lanjut Azhar, acara itu masih berhubungan dengan program  Tanjung Enim Kota Wisata yang digadang PT Bukit Asam sejak beberapa tahun, sejatinya membutuhkan media massa untuk promosinya.

“Bagaimana bisa Tanjung Enim terwujud jadi Kota tujuan Wisata  jika tidak ada publikasi dari media,” tegas Azhar.

Menurut Azhar, pada situasi Covid-19 yang sudah mereda, ditambah lagi kegiatan peresmian Museum Batu Bara itu mengundang artis, seharusnya para penyelenggara memberikan akses wartawan untuk meliput terutama untuk mengambil foto kegiatan untuk masing masing wartawan yang datang.

“Seharusnya PTBA memberikan akses kepada teman-teman wartawan, bukan malah membatasi” timpalnya.

Atas kejadian itu, Al- Azhar berharap kepada PT Bukit Asam agar dapat berbenah dan mengevaluasi kenapa peristiwa ini terjadi. Apalagi wartawan yang telah diberikan kartu media malah tidak diperkenankan untuk melakukan tugasnya.

Lagi Viral :   DI MUARA ENIM TERUNGKAP DUGAAN KEKERASAN DAN PERDAGANGAN ANAK DIBAWAH UMUR

“Ini kan suatu hal yang kita pertanyakan. Apa yang harus ditutupi pada acara peresmian Museum Batu Bara Bukit Asam tersebut. Seharusnya PTBA berterimakasih karena banyak wartawan yang ingin meliput dan mempublikasikan kegiatan tersebut,” imbuhnya.

“Kita insan pers yang bertugas di Kabupaten Muara Enim, secara keseluruhan sangat menyesalkan apa yang terjadi. Jika memang terjadi wartawan dilarang untuk meliput, artinya sama saja menghalangi wartawan untuk mendapatkan informasi berita. Karena kegiatan pembatasan tersebut dampaknya informasi yang didapat bisa tidak berimbang,”Azhar menutup tanggapannya.

Kejadian ini, juga dikritisi oleh Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Kabupaten Muara Enim,Siswanto..Dia mengungkapkan, ada indikasi tindakan yang dilakukan oleh manajemen PTBA tersebut bertentangan dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yang menjamin hak setiap wartawan untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

“UU Pers menjamin hak wartawan untuk melakukan liputan dengan bebas, tanpa ada intimidasi dan pembatasan dari pihak mana pun,” terangnya.

Terpisah, Direktur Produksi dan Operasi PTBA Suhedi saat dihubungi awak media, menyebut bahwa dia belum mengetahui adanya peristiwa pembatasan akses wartawan tersebut.

” PTBA tidak ada larangan bagi wartawan untuk meliput. Nanti kami coba cari letak permasalahannya,” Demikian Suhedi.(Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top