Nasional

Fatwa Mubah, Penyebaran Vaksin MR Di Indonesia Tetap Terhambat

Nasional, beeoneinfo.com

Meski status vaksin Measles Rubella MR telah dinyatakan mubah ( diperbolehkan ) oleh MUI, namun penyebaran vaksin MR sendiri masih jauh dari apa yang diharapkan pemerintah.

Dilansir dari cnnindonesia.com (01/09/2018), Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek mengatakan jika belum ada pernyataan halal menjadi faktor utama mengapa penyebaran vaksin MR buatan Serum Institut India ( SII ) ini terhambat.

Lagi Viral :   Covid 19 Merajalela, Beberapa Daerah Ini Memutuskan Local Lockdown, Efektifkah ?

“Sebelumnya memang ada beberapa daerah yang pimpinannya melarang sebelum adanya fatwa (mubah),” ujar Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek usai rapat di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat (31/8).

Saat ini, imunisasi MR telah memasuki fase kedua sejak awal Agustus hingga September 2018. Imunisasi berfokus pada 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Targetnya adalah menjangkau 31,9 juta anak dengan perhitungan 1,5 persen per harinya.

Meski Menteri Kesehatan belum mendapatkan data terkini, namun kepala dinas kesehatan Papua Barat, Otto Parorrongan mencatat persentase cakupan vaksin MR di 28 provinsi di Indonesia per Kamis (30/8) baru mencapai 36,21 persen.

Angka itu masih terbilang sedikit. Pasalnya, MUI sendiri telah memperbolehkan vaksin MR sejak 20 Agustus 2018 lalu melalui Fatwa Nomor 33 Tahun 2018. Para ulama sepakat bahwa vaksin MR bersifat mubah (diperbolehkan).
(Dhit)
sumber : cnnindonesia.com
Lagi Viral :   Merampok Di Kedamaian Bandar Lampung, Dua Pelaku Tertangkap Polda Lampung Di Sumbagsel

Related posts:

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top