Daerah

FERI MAKI : KPK JANGAN TEBANG PILIH DALAM LANJUTAN PERKARA KASUS OTT MUARA ENIM

Palembang
beeoneinfo.com

Pasca penetapan 10 tersangka anggota DPRD Muara Enim yang merupakan tindak lanjut dari perkara OTT Bupati Kabupaten Muara Enim dan kawan – kawan. Yang mana mereka di tetapkan sebagai tersangka sebagai penerima gratifikasi dan suap terkait fee proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019.

” Langkah KPK tersebut sudah sangat tepat mempertersangkakan penerima gratifikasi dan mungkin juga suap yang bersumber dari fee proyek dimaksud ” Ujar Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Provinsi Sumsel, Feri Kurniawan kepada media ini, terkait sudah ditetapkannya tersangka baru 10 anggota DPRD Kabupaten Muara Enim baru baru ini.

Lagi Viral :   Kecewa Pada Jokowi, UN Di Tangkap Polisi Karena Sebar Konten Di Facebook

Namun, pegiat anti korupsi di Provinsi Sumsel ini meminta agar KPK jangan cuma mempersangkakan penerima suap saja, namun pemberi suap atau gratifikasi juga harus di tersangkakan karena merekalah sebenarnya sumber masalah itu.

” Seperti pengakuan saksi terkait pemberian upeti oleh Iwan Rotari yang di akuinya di depan sidang Juarsah menjadi bukti pemberian fee proyek yang diduga merupakan tindak pidana korupsi dan harusnya di tindak lanjuti oleh penyidik KPK ” Papar Feri, Selasa (28/09/2021).

Feri menegaskan, KPK jangan tebang pilih dalam pengungkapan perkara korupsi sehingga terkesan tidak menggali keterangan saksi di sidang sehingga hakim yang membuka fakta sidang terkait Iwan Rotary”, Ucap Feri

Lagi Viral :   HILANG SELAMA TIGA HARI SEORANG BALITA BERHASIL DITEMUKAN

” Hukum harus di tegakkan walau langit akan runtuh namun tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah ” Tukasnya.

Feri menuturkan, dalam persidangan Bupati Kabupaten Muara Enim nonaktif H Juarsah SH, Iwan Rotary menyatakan bahwa dirinya memberikan uang secara bertahap kepada terdakwa Juarsah.

” Iwan Rotari¬† berikan secara bertahap, pertama Rp 500 juta kemudian seminggu setelahnya Rp 500 juta lagi. Iwan tidak tahu uangnya untuk apa,” ungkap Feri menceritakan kesaksian Iwan didepan majelis hakim tipikor Palembang.

Menurut Iwan, ia terpaksa memberikan fee itu karena takut dalam proses pencairan tender proyek akan dipersulit.

Lagi Viral :   POLRESTA BARELANG DAN YAYASAN BUDDHA TZU CHI SALURKAN BANTUAN UNTUK WARGA KOTA BATAM DAMPAK COVID-19

” Iwan Rotari mengaku terpaksa memberi fee, kalau dia tidak memberi fee, khawatirnya tahun depan administrasi dia akan disulitkan. Daripada rugi?.” Feri menceritakan. (AE)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top