Berita Viral

Hati – Hati !, Ini Cara Sindikat Kejahatan Mendapatkan NIK Untuk Di Salah Gunakan

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Seiring kemajuan tekhnologi yang kian pesat, modus operandi kejahatanpun kini makin meningkat juga terutama yang berkaitan dengan tekhnologi.

Yang terakhir diupdate, terbongkarnya sindikat penjualan akun WhatsApp menggunakan NIK KTP masyarakat untuk dijadikan akun pendaftaran judi online.

Polda Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri sukses membongkar kejahatan ini setelah mendapat laporan dari masyarakat yang mencurigai kegiatan para anggota sindikat.

“Berawal dari laporan masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan pada 24 April 2024 lalu, pada salah satu rumah di Jalan Sunarna Lr Bilal Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Semarang Borang,  Palembang, didapatkan ketujuh tersangka tengah melakukan tindak pidana Illegal access,” kata Kanit Siber Polda Sumsel AKP Hernedi,S.Kom dan Panit Iptu Harmoko SH.

Modus yang mereka lakukan adalah membuat akun WhatsApp dengan menggunakan Nomor Induk Kewarganegaraan (NIK) kemudian menjualnya melalui akun WA yang sengaja dibuat otak pelaku.

Polisi menjelaskan, sindikat ini mampu membuat 100 akun whatsapp dan kemudian ditransmisikan menjadi akun judi slot online.

Lagi Viral :   Di Sita Negara, Ini Langkah Baru Kejagung Untuk Upaya Kembalikan Uang Jemaah First Travel

“Dalam sehari, sindikat ini mampu mendapatkan omzet senilai Rp5 juta yang merupakan hasil dari penjualan sekitar 50 ribu akun WA. Sebagian besar dijual ke Warga Negara Asing (WNA) terutama dari Tiongkok,” beber Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto,SIK,MM didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Hadi Saefudin SH MH, Selasa (30/4).

Lalu kemudian, bagaimana para pelaku kejahatan ini mendapatkan begitu banyaknya NIK KTP masyarakat ?.

Kasus jual beli data diri KTP sendiri sebenarnya sudah terendus pada tahun 2019 lalu.

Sebelumnya, pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga memastikan telah melaporkan kejadian ini. Kemendagri menepis kabar yang menyebut pihaknya melaporkan pembuat thread penjualan KTP dan KK tersebut atau pemilik akun Twitter, @hendralm.

“Kami ini melaporkan adanya peristiwa yang di FB menjual dan membeli data kependudukan. Jadi kami tidak melaporkan orang, tidak melaporkan pemilik akun,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh, di Jakarta, Rabu 31 Juli 2019.

Setidaknya ada beberapa cara modus yang mereka lakukan untuk mendapatkan NIK masyarakat. Untuk kehati – hatian, berikut tim media beeoneinfo.com paparkan kembali berdasarkan referensi dari cuitan akun twitter (sekarang disebut X) bernama @hendralm.

Lagi Viral :   Untuk Pertama Kali, Hongkong Terapkan Lockdown Total Antisipasi Penyebaran Covid 19

MENAWARKAN PINJAMAN

Sindikat kejahatan ini melakukan aksi berpura – pura sebagai pendana untuk melakukan pinjaman uang secara online tanpa syarat jaminan. Sebagai syarat tentunya mereka meminta para korbannya untuk mencantumkan NIK. Pelaku juga kemudian meminta korban untuk melakukan selfie bersama kartu identitasnya agar terlihat meyakinkan. Namun kemudian setelah semua didapat, maka para pelaku kemudian menghilang dan data diri yang kita serahkan lantas disimpan untuk diproses pembuatan akun WA.

BERPURA – PURA MENJADI BUYER DI SITUS JUAL BELI ONLINE

Cara lainnya adalah berpura – pura menjadi buyer (Pembeli) disitus jual beli online. Para pelaku ini kerap meminta data diri penjual online dengan dalih memastikan bahwa penjual online bukan penipuan. mereka menawarkan bertukaran data diri. Padahal, data diri yang pelaku kirimkan sendiri sebenarnya adalah data diri orang lain yang berhasil mereka dapatkan sebelumnya.

MEMBUKA LOWONGAN KERJA PALSU

Kemudian ada cara membuka lowongan kerja disitus – situs tertentu. Modusnya saat korban membuka link lowongan kerja maka pelaku akan meminta korban mengisi google form dimana tercantum salah satu syaratnya adalah mengirimkan KTP dan photo Selfie korban bersama KTP miliknya.

Lagi Viral :   Din Syamsuddin Minta Sukmawati Dalami Agama, Sukmawati : " Minta Tolong Dalami Juga Sejarah "

APLIKASI CEK KTP PALSU DI PLAY STORE

Pelaku yang niat kemudian juga sampai rela membuat aplikasi Cek KTP dan memasukkannya di Play Store. Sistem kerjanya mirip – mirip seperti sistem aplikasi resmi pemerintah. Tapi kemudian setelah korban memasukkan data dirinya mereka kemudian mengumpulkan dan melakukan scamming.

BEPURA – PURA MEMBERI BANTUAN

Terakhir, para oknum ini juga mengaku membawa sumbangan ke desa-desa dan menyebutnya berasal dari pemerintah. Lantas, para penerima itu harus berfoto selfie dengan KTP dan KK sebagai bukti.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top