Bandar Lampung

Herman HN Tegaskan Vaksin MR Boleh Digunakan, Ini Dasarnya

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Walikota Bandar Lampung memberikan penegasan pada masalah Vaksin Meales Rubella ( MR ) yang akhir – akhir ini menjadi konflik bathin di masyarakat.

Pasalnya, sebagian meragukan kehalalan vaksin tersebut mengingat MUI sendiri belum memberikan penegasan terkait sertifikasi halal atau tidak vaksin ini digunakan pada masyarakat khususnya anak – anak.

Sebagai kepala daerah, Herman HN berupaya meredam keraguan masyarakat tersebut dengan memberikan pernyataan jika vaksin tersebut sah – sah saja demi kesehatan.

” Ya kalau demi kebaikan sah – sah saja ( Vaksin MR ), yang gak boleh itu kan kalau penggunaannya berlebihan dan gak ada manfaatnya”. Ungkap Herman HN di ruang rapat walikota. Senin, 27/08.

” Saya minta masyarakat agar lebih mementingkan kesehatan anak – anaknya. Karena dewasa ini semakin banyak penyakit dan penangkalnya masih banyak yang sulit didapatkan. Ada baiknya gunakan vaksin MR, yang penting tujuannya untuk obat dan tidak digunakan berkali – kali.” Ujarnya kembali.

Lagi Viral :   Pemkot Bandar Lampung Gelar Pelatihan Dasar Untuk 160 Guru CPNS

” Mungkin ada unsur zat haramnya, tapi kalau untuk kebaikan saya kira gak apa – apa. Yang penting jangan digunakan berkali – kali.” Tegasnya.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) mengandung babi dalam proses produksinya. Namun tetap memperbolehkan penggunaan vaksin tersebut karena alasan darurat.

Keputusan itu tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institute of India) untuk Imunisasi.

Berikut isi fatwa MUI mengenai vaksin MR yang terdiri dari tiga bagian penjelasan :

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor : 33 Tahun 2018
Tentang
PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI

Dengan bertawakal kepada Allah SWT

MEMUTUSKAN
Menetapkan : FATWA TENTANG PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI

Pertama : Ketentuan Hukum

1. Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram.

2. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.

3. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini, dibolehkan (mubah) karena :

a. Ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah)

b. Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci

c. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.

4. Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.

Kedua : Rekomendasi

1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.

2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.

4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.

Ketiga : Ketentuan Penutup

1. Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata membutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

2. Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal :
08 Dzulhijjah 1439 H
20 Agustus 2018 M

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

PROF.DR.H. HASANUDDIN AF., MA
Ketua

DR.H. ASRORUN NI’AM SHOLEH, MA
Sekretaris

(Dhit)

Lagi Viral :   HLHS, PT BUKIT ASAM GELAR ENVIRO ROADSHOW UNTUK PELAJAR

Related posts:

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top