Bandar Lampung

Hewan Kurban dari 3 Daerah ini Dilarang Masuk ke Bandar Lampung

Beeoneinfo.com, Bandar Lampung – Pemilik lapak hewan qurban mengeluh sepi pembeli karena adanya isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Salah satu penjual hewan qurban yang berlokasi di kota sepang mengatakan ada penurunan jumlah pembeli pada idul adha tahun ini. Restu Pawana mengatakan hal itu disebabkan oleh adanya penyakit hewan PMK yang beberapa bulan ramai dibicarakan.

“Menjelang kurban untuk pesanan sekarang kalau kambing sudah ada dikit yang mesan kalau sapi belum ada. Pesanan kambing ini berkurang tidak seperti dulu, kalau dulu itu sebulan sebelum Iduladha udah banyak yang pesan. Kalau kambing biasanya sekitar 120 ekor, kalau sekarang berkurang sekitar 50 ekor,” kata Rest.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Agustin mengatakan masyarakat di kota Bandar Lampung tidak usah terlalu panik karena PMK tidak menular kepada manusia.

Lagi Viral :   Reses DPRD Provinsi Di Lampung Timur, Ini Harapan Plh Bupati

Agustin pun mengatakan pihaknya telah menetapkan protap yang ketat untuk memonitoring keluar masuknya hewan qurban dari daerah lain.

“Kita mengharuskan kepada setiap hewan yang akan masuk untuk melakukan karantina selama 14 hari di tempat asalnya. Sampai dipastikan semua sehat dan mendapat surat keterangan (SK) dari tempat asalnya,” kata Agustin saat dihubungi melalui telefon pada, Selasa (14/6/2022}.

Lebih lanjut Agustin mengatakan pihaknya melarang hewan kurban masuk dari 3 daerah di Lampung yang sudah terjangkit PMK.

“Kita juga mengimbau kepada pemilik lapak untuk tidak menerima hewan kurban dari daerah yang sudah terjangkit PMK seperti Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulangbawang dan Kabupaten Lampung timur,” jelasnya.

Terkait menurunnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak yang ada di Bandar Lampung, Agustin mengatakan selama hewan itu sudah di keluarkan dan pajang maka hewan tersebut sudah di pastikan sehat.

Lagi Viral :   Pasien Positif Covid 19 Usia 11 Bulan Itu Berasal Dari Lampung Selatan

“Jadi tidak usah terlalu khawatir, karena hewan yang sudah di pajang untuk dijual itu sudah dipastikan sehat dan memenuhi syarat untuk berkurban,” imbuhnya.

“Kalau pun ragu, bisa hubungi kami Dinas Pertanian untuk melakukan pengecekan di lapak tersebut,” tambahnya.

Sejauh ini, Dinas Pertanian kota Bandar Lampung sudah melakukan pengecekan ke 60 lapak penjual sapi dan kambing.

“Alhamdulillah, dari ke 60 lapak tersebut belum ditemui adanya PMK yang selama ini kita khawatirkan,”

Agustin menambahkan, jika masyarakat masih ragu untuk membeli hewan kurban, ia menyarankan untuk menanyakan SK yang menyatakan bahwa lapak tersebut menjual hewan kurban yang sehat.

“Setiap lapak yang sudah kita periksa pasti kita kasih SK yang menyatakan kalau lapak tersebut menjual hewan kurban yang sehat,” katanya.

Lagi Viral :   Nanang Ermanto Lantik 22 Orang Pejabat Struktural

Agustin juga menegaskan, hewan yang terkena PMK masih bisa dimakan dengan dimasak sampai 100 derajat celcius.

“Dagingnya masih bisa dimakan, tapi disarankan untuk tidak memakan jeroan dahulu selama virus PMK ini masih ada,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top