Berita Viral

India Luncurkan Rudal Balistik, Pesawat Lion Air Bawa Jama’ah Umroh Terpaksa Berputar 5 Jam Di Binjai

Jakarta, beeoneinfo.com

Kejadian berputar – putarnya pesawat Lion Air tujuan Surabaya Jeddah selama 5 jam membuat heboh jagad dunia maya. Dalam video salah satu netizen, tampak sebuah pesawat Lion Air berputar agak rendah dilangit Binjai Sumatera Utara.

Atas ramainya kejadian ini pihak Lion Air pun memberikan keterangannya. Mereka menyebut jika ada penutupan wilayah udara di negara Sri Lanka sehingga memaksa pilot untuk mendarat di Bandara Kualanamu.

“Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-106 dari Surabaya menuju Jeddah melakukan pengalihan pendaratan ke Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal ini dilakukan karena adanya perubahan waktu berlakunya pemberitahuan resmi (NOTAM) dari otoritas di Sri Lanka yang menyatakan penutupan sementara wilayah udara di sana,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya, Selasa (12/3/2024).

Lagi Viral :   Raffi Di Duga Langgar Prokes, Ahok Nyanyi Di Pesta, Haji Lulung " Itu Ahok Kasih Sanksi Juga !"

Diketahui juga, pesawat yang membawa jama’ah umroh tersebut sebelum mendarat harus melakukan holding atau berputar – putar diudara sebelum akhirnya melakukan pendaratan.

“Pengalihan pendaratan di bandar udara alternatif ini bukan disebabkan oleh masalah teknis pada pesawat. Sebelum mendarat, pesawat melakukan holding (terbang mengelilingi) di udara untuk beberapa waktu dengan tujuan mengurangi berat pesawat melalui pemakaian bahan bakar,” katanya.

“Hal ini adalah langkah yang diambil agar pendaratan sesuai dengan limitasi pesawat (berat pesawat saat melakukan pendaratan),” ujarnya.

Setelah mendarat di Bandara Kualanamu, pesawat menunggu wilayah udara Sri Lanka dibuka. Saat ini, pesawat sudah berada dalam perjalanan menuju Jeddah.

Lagi Viral :   MENGINJAK USIA 13 TAHUN, RADIO JJM 107.7 FM SEMAKIN DICINTAI MASYARAKAT

Dilansir NDTV, Selasa, 12 Maret 2024, penutupan wilayah udara Sri Lanka menyusul uji coba rudal Agni-5 oleh militer India di lepas pantai Visakhapatnam pada Senin, 11 Maret 2024. Rudal Agni-5 dikembangkan secara lokal dengan teknologi Multiple Independently Targetable Re-entry Sasakyan (MIRV). Uji terbang bernama Mission Divyastra dilakukan dari Pulau Dr APJ Abdul Kalam di Odisha.

Agni-5 merupakan jenis rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir berbasis darat yang dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) India. Rudal ini memiliki jangkauan 7.000 Km lebih.

Menjelang pengujian, peringatan NOTAM dikeluarkan minggu lalu. NOTAM merupakan pemberitahuan atau peringatan kepada penerbang untuk menetapkan suatu daerah sebagai zona larangan terbang.  NOTAM tersebut ditujukan penerbangan di wilayah udara Teluk Benggala, yang dinilai sebagai wilayah yang jelas terdampak dalam rencana uji coba rudal yang dapat dilakukan kapan saja antara tanggal 11 dan 16 Maret.

Lagi Viral :   Di Tangkap Karena Mencuri HP Milik Pasien Positif Covid 19 Di Rumah Sakit, Ini Penanganannya

Zona larangan terbang yang ditetapkan dalam peringatan NOTAM ini mencakup wilayah sepanjang 3.500 kilometer, hingga selatan Teluk Benggala.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top