Daerah

KABUPATEN MUARA ENIM, MENDAPATKAN SEKDA DEFINITIF, SEAKAN DIPERSULIT

Muara Enim
beeoneinfo.com

Untuk diketahui bahwa keadaan Kabupaten Muara Enim saat ini terkesan seperti Kabupaten yang tidak berdaya..Bagaimana tidak, selain tidak memiliki Bupati dan Wakil Bupati definitif, Kabupaten Muara Enim juga tidak memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif sampai dengan saat ini.

Sejak ditinggal oleh Sekretaris Daerah definitif Almarhum Ir Hasanudin pada November 2020 lalu. Kabupaten Muara belum memiliki Sekretaris Daerah Definitif.

Begitu sulitkah bagi Kabupaten Muara Enim untuk mendapatkan seorang Sekretaris Daerah definitif sehingga Kabupaten Muara Enim hingga sekarang hanya memiliki Pj Sekretaris Daerah.

Ataukah Kabupaten Muara Enim sudah dijadikan ajang permainan untuk kepentingan para elit politik.

Demikian yang disampaikan oleh salah seorang aktivis Kabupaten Muara Enim Imam Suranto kepada media ini, Rabu (09/11/2022).

Lelaki yang akrab disapa Yanto kaca mato ini mengungkapkan sebenarnya permasalahan proses untuk mendapatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim sudah dilaksanakan seleksinya, dana nya pun sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Muara Enim.

Bahkan sejak beberapa waktu yang lalu setelah dilaksanakan seleksi oleh panitia, sudah didapatkan 3 nama calon Sekda definitif. Anehnya 3 nama itu seperti membeku, tidak ada satu nama pun yang dijadikan Sekretaris Daerah definitif.

” Begitu sulit dan rumitnya Kabupaten  Muara Enim untuk bisa mendapatkan seorang Sekretaris Daerah definitif,” ujar Yanto.

Yanto juga menyinggung anggaran dana yang sudah dipakai pada kegiatan itu. Dirinya menyebut sudah dua kali dianggarkan oleh APBD Kabupaten Muara Enim. Yanto mempertanyakan bagaimana pertanggungjawaban dana tersebut.

” Yang menjadi pertanyaan bagi kami, bagaimana pertanggungjawabannya dana tersebut, ketika kegiatan itu tidak tercapai,” kata Yanto.

Lanjut Yanto, ataukah dana untuk seleksi Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim itu hanya dijadikan bancakan.

” Dana APBD tersebut seperti dana bancakan oknum saja, karena sampai saat ini kegiatan ini tidak tercapai. Apa yang salah hingga kegiatan ini seperti ” Proyek mangkrak”,” sambung Yanto.

Lagi Viral :   Aksi Ribuan Buruh Mendapat Tanggapan Positif Walikota Batam

Menurut dia, perlu bagi Aparat Penegak Hukum untuk menelusuri penggunaan dana tersebut.

” Masalah ini perlu bagi Aparat Penegak Hukum untuk menelusurinya,” pungkas Yanto

Sementara itu, dikutip dari sumsel hari ini, belum adanya Sekretaris Daerah Definitif di Kabupaten Muara Enim sejak tahun 2020 silam, juga mendapatkan kritikan dari mantan Sekda Kabupaten Muara Enim H Taufik Rahman SH MH.

Menurut tokoh masyarakat Kabupaten Muara Enim ini pada hakikatnya untuk mendapatkan Sekretaris Daerah Definitif tersebut tidaklah sulit dan rumit. Karena sudah ada aturannya.

“Sudah satu tahun lebih ya, itu waktu yang sudah cukup lama, hanya untuk mengisi jabatan seorang sekda defenitif. Padahal, prosesnya tidak sulit dan juga tidak lama, kan sudah ada aturannya,”kata Taufik.

Taufik memaparkan, seharusnya setelah ada kekosongan jabatan Sekda definitif, tentu dengan waktu tiga atau empat bulan saja seharusnya Kabupaten Muara Enim sudah ada sekda defensifnya. Tidak sampai satu tahun lebih seperti saat ini, belum juga ada sekda definitif nya untuk Pemkab Muara Enim.

Beliau menilai, dengan masih kosongnya jabatan sekda definitif di Pemkab Muara Enim ia sangat menyesalkan sekali, bagaimana tata kelola pemerintahan ini. Padahal, dalam proses seleksi jabatan itu sudah ada SOPnya, sudah ada aturannya, jadi apalagi yang menjadi permasalahan hingga saat ini jabatan sekda definitif belum juga dilantik.

“Apalagi, sudah berapa kali mengadakan seleksi jabatan sekda, yang tentu itu menggunakan dana negara ya. Tetapi, sampai saat ini, belum ada juga nama yang bakal mengisi jabatan sekda definitif Muara Enim,” cetus Taufik.

Ditambahkannya, jabatan yang statusnya sekda definitif dengan jabatan Pj Sekda itu beda. Seperti, dari kewenangan saja tentu sedikit berbeda. Jadi, jabatan Sekda Defenitif itu sangat penting sekali.

“Saya berharap, jabatan sekda yang saat ini sudah menghasilkan tiga nama calon sekda. Siapa pun itu, itulah yang terbaik,” harap Taufik.

Lagi Viral :   DIDUGA MENGHALANG - HALANGI TUGAS JURNALIS, PT BUKIT ASAM TBK MELARANG MELIPUT ACARA PERESMIAN MUSEUM BATU BARA

Ia juga meminta, pada Gubernur Sumsel, agar hasil tiga nama calon jabatan sekda yang telah diumumkan tim Pansel tersebut, jangan sampai berlarut-larut lagi atau terlalu lama. Karena, Kabupaten Muara Enim sudah cukup lama mengalami kekosongan jabatan Sekda definitif.

“Ya jangan terlalu lama lagi, tetapkan lah dari tiga nama itu. Soal siapa saja orangnya itulah hasil tim Pansel yang sudah umumkan. Agar satu nama itu segera untuk dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan sekda definitif,” tutupnya.

Sedangkan H Ardiansyah, terkait pelaksanaan seleksi Sekda definitif Kabupaten Muara Enim, ia mengatakan, dirinya tidak yakin kalau Pj Bupati Kabupaten Muara Enim sebelumnya tidak melakukan koordinasi dengan Gubernur, tentang tiga nama calon sekda definitif Kabupaten Muara Enim. Mengingat interval waktu yang cukup panjang tentang status terkatung-katungnya tiga besar nama calon sekda definitif Kabupaten Muara Enim itu.

Bahkan Tokoh Pemuda ini mencurigai molornya itu lantaran Gubernur Sumsel tidak menyetujui 3 nama yang sudah lolos seleksi itu.

“Pak gubernur itu orang yang pintar dan lihai, ada kemungkinan dari tiga nama tersebut tidak cocok sama pak Gubernur dan PLH Bupati sekarang.  Kalau memang benar yang dikatakan Pak Gubernur,  ini cuma masalah adminstratif, ada baiknya tetap dipilih satu diantara tiga orang itu,” bebernya.

Ardiansyah menegaskan, agar pelantikan Sekretaris Daerah Definitif Kabupaten Muara Enim dapat segera dilaksanakan, karena sekda definitif itu sangat penting bagi Kabupaten Muara Enim.

“Yang pasti, saya tegaskan jangan berlarut-larut dalam menetapkan nama sekda, agar langsung dilantik, sehingga bisa mengisi kekosongan jabatan sekda definitif yang selama ini hanya diisi jabatan Pj Sekda saja,” tukasnya

Bagi Kabupaten Muara Enim untuk mendapatkan Sekretaris Daerah Definitif seakan disulit – sulitkan. Terbukti sebelumnya sebagaimana diketahui bahwa Gubernur Sumsel Herman Deru pernah mengatakan terkait keterlambatan jabatan sekda Kabupaten Muara Enim, jangan asal tunjuk harus koordinasi ke provinsi dulu.

Lagi Viral :   REMILLING KARET PT LINGGA DJAYA AKAN DI DEMO AKTIVIS MUARA ENIM

Hal itu disampaikannya diisela-sela kunjungannya ke Desa Ujan Mas Lama Kecamatan Ujan Mas saat peresmikan jalan Percha Leanpuri dan Jembatan Ujan Mas Lama.

“Harusnya, Kabupaten mengkoordinasikan dahulu dengan gubernur. Baru nanti siapa yang akan ditunjuk menjadi pak sekdanya bisa huruf A,B atau C. Bukannya Kabupaten tiba-tiba menunjuk. Keterlambatan ini salah satunya akibat Kabupaten tiba-tiba menunjuk. Itu tidak boleh,” kata Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM (HD) didampingi Plh Bupati Muara Enim, Kurniawan AP MSi.

Kata Herman Deru, seharusnya untuk jabatan Sekda Muara Enim, kabupaten itu hanya melakukan assesment yakni mengajukan nama-nama hasil assesment kepada gubernur sebanyak tiga orang. Setelah dikoordinasikan dengan gubernur, baru nanti akan dipilih siapa yang akan ditunjuk menjadi Sekdanya bisa huruf A, B atau C. Bukan sebaliknya, Kabupaten tiba-tiba menunjuk.

Akibat hal tersebut, lanjut Herman Deru, sekarang ia harus menggodok kembali nama-nama calon Sekda tersebut, apakah nanti akan melanjutkan hasil assesment yang lama atau ada kebijakan lain dan sedang ia pertimbangkan sambil menunggu hasil laporan BKD Provinsi.

Disingung, ketika apakah sah hasil assesment yang telah dilakukan Kabupaten, Herman Deru, mengatakan bukan masalah sah atau tidak sah, tetapi mau dikaji dahulu, karena kemarin Kabupaten telah mengajukan tiga nama tersebut hanya prasyarat formalitas saja, padahal didalam aturan perundangan – undangan pengangkatan jabatan Sekda tersebut, JPT Kabupaten hanya menetapkan Sekda atas hasil koordinasi dengan Gubernur (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top