HUKRIM

Ketua KPU RI Kembali Dilaporkan Ke DKPP, Masalahnya Buat Ngelus Dada

Nasional, beeoneinfo.com

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia Hasyim Asy’ari dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Bukan tersandung kasus politik atau terseret sengketa Pilpres yang saat ini sedang ramai di bahas di Mahkamah Konstitusi, Hasyim Asy’ari sendiri dilaporkan karena diduga melakukan tindak asusila terhadap seorang perempuan yang bertugas sebagai Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

Dilansir dari cnnindonesia.com, laporan tersebut dibuat oleh Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Fakultas Hukum Indonesia (LKBH FHUI) dan LBH APIK pada Kamis (18/4).

Kuasa hukum korban, Maria Dianita Proseperiani mengatakan Hasyim diduga menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya untuk mencapai tujuannya tersebut.

“Tindakan pelanggaran kode etik oleh ketua KPU dilakukan dengan cara merayu, mendekati sampai melakukan tindakan asusila kepada Klien kami petugas PPLN, padahal ketua KPU masih memiliki ikatan pernikahan yang sah” Terang Maria.

Lagi Viral :   Duh... Gulungan Kassa Ditemukan Dalam Perut Warga Tulang Bawang Di Lampung Usai Bersalin

Sementara kuasa hukum korban lainnya, Aristo Pangaribuan menyampaikan turut disertakan dalam laporannya bukti – bukti berupa photo dan percakapan antara korban dan Hasyim.

Aristo memaparkan, Hasyim melakukan upaya pendekatan pada korban sejak agustus 2023 hingga Maret 2024. Keduanya bahkan sempat bertemu di Indonesia dan luar negeri.

Petugas PPLN itupun kemudian mengundurkan diri sebelum penyelenggaraan Pemilu 2024 karena merasa dirugikan.

Atas perbuatannya, Hasyim diduga melanggar Pasal 6 ayat 2 huruf a dan c jo. Pasal 10 huruf a; Pasal 6 ayat (3) huruf e jo. Pasal 12 huruf a jo. Pasal 14 huruf a dan d; Pasal 6 ayat (3) huruf f jo. Pasal 15 huruf a dan d Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.

Maria juga menambahkan, jika pelaporan yang dibuat ini tidak ada kepentingan politik sama sekali. Adapun alasannya kenapa dibuat laporan baru sekarang tidak sebelumnya karena dikhawatirkan akan mengganggu proses tahapan Pemilu.

Lagi Viral :   Supermarket Giant Tutup Total, Tangis Haru Karyawan jadi Viral

“Karena kan mau ada pemilu pada waktu itu dan ini sudah lama, ini proses penyusunannya membuat ini kan enggak sederhana, barulah kita putuskan untuk melaporkan sekarang tapi patut dicatat tidak ada kepentingan politik praktis apapun di sini selain kepentingan korban,” ucapnya, dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis (18/4).

Pernah Di Vonis Dengan Kasus Yang Sama

Ketua KPU Hasyim Asy’ari sendiri sebelumnya pernah divonis kode etik dan mendapat peringatan keras terakhir oleh DKPP pada bulan April 2023 silam.

Pada sidang kode etik itu, Hasyim Asy’ari dianggap memiliki kedekatan yang tidak wajar dengan ketua umum partai Republik Satu Hasnaeni atau wanita Emas.

Bahkan dalam sidang putusan, salah satu anggota DKPP Ratna Dewi Petalolo sempat membacakan Chat antara Hasyim dan Wanita Emas yang menjadi dasar putusan peringatan keras terakhir dikeluarkan DKPP.

Dalam chat tersebut dianggap tidak ada sangkut pautnya dengan penyelenggaraan Pemilu dan kerap lebih personal.

Lagi Viral :   Dugaan Bullying Di Dunia Pendidikan, Ini Kata Sekjen Komunitas Aktivis Muda Indonesia

“DKPP menilai tindakan teradu sebagai penyelenggara pemilu terbukti melanggar prinsip profesional dengan melakukan komunikasi yang tidak patut dengan calon peserta pemilu sehingga mencoreng kehormatan lembaga penyelenggara pemilu,” kata Dewi dalam putusan yang ia bacakan.

Hasyim sendiri kemudian dinilai melanggar sejumlah pasal dalam Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu (KEPP) dan dijatuhi sanksi peringatan terakhir oleh DKPP.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top