EKBIS

Krisis Sawit Paksa 6 Pabrik Stop Produksi, Keberadaan Migor Jadi Ghaib ?

ilustrasi

Ekonomi, beeoneinfo.com

Pasokan minyak goreng diprediksi masih akan terkendala akibat terbatasnya pasokan bahan baku, minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO). Sementara itu, harga CPO terus menguat dan jadi minyak nabati termahal di dunia.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, saat ini ada 6 produsen minyak goreng (migor) yang berhenti produksi karena tidak mendapat pasokan CPO.

“Kebijakan pemenuhan kebutuhan domestik (domestic market obligation/ DMO) hanya bisa dilaksanakan perusahaan terintegrasi. Yakni, produsen eksportir dan memasok ke pasar domestik, alias perusahaan terintegrasi. Anggota GIMNI ada 34 produsen minyak goreng, hanya 16 yang terintegrasi. Sisanya, produsen yang pasarnya memang hanya di dalam negeri. Lalu, ada perusahaan di luar GIMNI, yang hanya eksportir minyak goreng,” kata Sahat kepada CNBC Indonesia, Senin (28/2/2022).

Lagi Viral :   Gagal di Roda Dua, Bajaj Kembali Jajaki Panasnya Persaingan Dunia Otomotif Roda Empat Indonesia

Tanpa koneksi bisnis, jelasnya, eksportir akan kesulitan memasarkan CPO di dalam negeri, sementara produsen migor lokal kesulitan membeli dari eksportir tersebut.

“Ini yang seharusnya dibantu pemerintah agar keduanya bisa bekerja sama,” ujar Sahat

Sementara itu, minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) terus cetak kenaikan harga. Mengutip Tradingeconomics, harga CPO berjangka pada 4 Maret 2022 melandai ke level MYR 6.300 per ton setelah cetak rekor sepanjang masa di MYR7.108 per ton.

Lagi Viral :   Penyidik Polri Minta Habib Rizieq Menjadi Imam Saat Shalat Maghrib

“Perang menyebabkan pasar mencari sumber alternatif untuk kebutuhan minyak nabati karena ketatnya pasokan akibat perang. Sementara, produksi Malaysia diprediksi turun 1,79% pada Februari 2022. Dan, Indonesia tengah mewajibkan eksportir memenuhi kewajiban DMO,” demikian dilansir situs tradingeconomics, dikutip Minggu (6/3/2022).

Mengutip Reuters (2/3/2022) harga CIF India untuk pengiriman Maret 2022 adalah US$1.925 per ton CPO, sementara minyak kedelai US$1.865 per ton dan minyak rapeseed US$1.900 per ton.

Lonjakan harga CPO dipicu terhentinya pasokan minyak nabati lainnya, minyak bunga matahari dari kawasan Laut Hitam akibat perang Rusia-Ukraina. Padahal, kawasan itu memasok 76% kebutuhan minyak bunga matahari dunia.

“Perusahaan refinery Asia dan Eropa sudah menaikkan pembelian minyak sawitnya untuk hampir sebulan guna menggantikan minyak bunga matahari. Aksi beli ini mendongkrak harga minyak sawit ke level yang irasional,” Reuters mengutip sumber, dilansir Selasa, (1/3/2022).

Lagi Viral :   PLT WALIKOTA BANDAR LAMPUNG HADIRI PEMBUKAAN REI EXPO 2018 DI MBK

 

(Sumber : cnbcindonesia.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top