Daerah

MENGELUARKAN AROMA BUSUK DAN DUGAAN MEMBUANG LIMBAH KE SUNGAI ENIM, SMMEB GERUDUK REMILLING PT LINGGA DJAJA

Muara Enim
beeoneinfo.com

Buntut dugaan pencemaran udara dan pencemaran sungai Enim akibat aktivitas pengolahan karet crumb and rubber PT Lingga Djaja yang berlokasi di Jalan Lintas Nasional Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.  Puluhan masyarakat yang menamakan dirinya Solidaritas Masyarakat Muara Enim Bersatu berunjuk rasa di lokasi PT Lingga Djaja beraktivitas, Kamis (02/11/2023)

Selama ini, memang akibat aktivitas pengelolaan karet oleh PT Lingga Djaja yang disinyalir kurang prosedur sehingga menyebabkan timbulnya aroma busuk disekitar PT Lingga Djaja, bahkan mencapai radius ratusan meter, aroma busuk itu masih tercium dan sangat meresahkan masyarakat dan warga berlalu – lalang.

Sedangkan limbah cair yang disinyalir mengandung zat -zat berbahaya dari aktivitas PT Lingga Djaja, yang belum terjamin kesterilannya diduga dibuang begitu saja ke aliran Sungai Enim oleh oknum – oknum PT Lingga Djaja.

Atas dasar itulah Solidaritas Masyarakat Muara Enim Bersatu berunjuk rasa, dan mengajukan beberapa tuntutan ke pihak PT Lingga Djaya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, dari Terminal Regional Muara Enim, massa pengunjuk rasa melakukan konvoi kendaraan roda empat menuju lokasi remilling pengolahan karet (crumb and rubber) PT Lingga Djaja di Desa Lingga.

Setiba di lokasi nampak lebih dulu hadir puluhan aparat keamanan Polres Muara Enim dan Pol PP sudah berjaga – jaga di pintu masuk PT Lingga Djaja. Sedang polisi Satuan Lalu Lintas (Polantas) mengatur lalu lintas mengingat lokasi PT Lingga Djaja berada dijalan lintas Nasional.Tanjung Enim – Muara Enim

Tiba di lokasi, Tim orator pengunjuk rasa, yang terdiri dari para aktivis Muara Enim diantaranya Ali Farizi, Karel, Zulpadli, Taufik Hermanto dan yang lain langsung melakukan orasi memaparkan kegiatan dan aktivitas PT Lingga Djaja dalam pengelolaan karet diduga tidak sesuai prosedur. Sehingga menimbulkan polusi udara berupa aroma busuk yang sanggar mengganggu kenyamanan warga.

Lagi Viral :   IZIN PT BARA SUMATERA ENERGI (BSE) SUDAH LENGKAP, TINGGAL MELAKSANAKAN SOSIALISASI

Selain itu, PT Lingga Djaja juga disinyalir sudah membuang limbah cair sisa pengelolaan karet ke Sungai Enim sehingga ada dugaan kuat mencemarkan air Sungai Enim. Sementara diketahui bahwa Sungai Enim merupakan sungai yang selama ini menjadi sumber air baku PDAM Lematang Enim yang di konsumsi warga Kabupaten Muara Enim.

Para pendemo menyuarakan agar pihak perusahaan PT Lingga Djaja bisa transparan dalam pengelolaan limbah serta memberikan izin pengunjuk rasa untuk melihat langsung proses pengelolaan limbah karet di PT Lingga Djaja.

Setelah para pendemo melakukan orasi beberapa saat didepan pintu masuk PT Lingga Djaja. Akhirnya setelah bernegosiasi, 20 orang perwakilan pengunjuk – rasa di izinkan masuk ke suatu tempat yang sudah disiapkan oleh PT Lingga Jaya untuk berdiskusi dengan perwakilan manajemen PT Lingga Djaja.

Setelah terjadi dialog, perwakilan pengunjuk rasa meminta penjelasan dari perwakilan PT Lingga Djaja mengenai proses pengolahan karet yang dilakukan oleh PT Lingga Djaja, apa sebabnya pengelolaan karet di PT Lingga Djaja menimbulkan aroma busuk.

Demikian juga mengenai limbah cair dari PT Lingga DJaja yang diduga selama ini dibuang ke aliran Sungai Enim.

Perwakilan PT Lingga Djaja, Indah dari bagian produksi dan Kurnia dari bagian legal PT Lingga Djaja memaparkan bermacam penjelasan kepada perwakilan pengunjuk rasa.

Pihak PT Lingga Djaja mengatakan rutin memberikan laporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim dan DLH Provinsi Sumatera Selatan terkait permasalahan limbah di PT Lingga Djaja.

Namun yang sangat mengejutkan pengunjuk rasa, perwakilan PT Lingga Djaja mengakui kalau mereka memang membuang limbah ke aliran Sungai Enim.

Mendengar pengakuan itu, Karel Perwakilan pengunjuk rasa mendesak PT Lingga Djaja agar segera menghentikan membuang limbah cair ke aliran Sungai Enim. Mengingat limbah yang dibuang PT Lingga Djaja ke aliran sungai Enim tidak tertutup kemungkinan masih mengandung zat -zat beracun yang membahayakan kehidupan dan lingkungan hidup.

Lagi Viral :   BELUM SETAHUN BERDIRI, UMKM ANDALIN PERMATA GUNUNG MEGANG OPTIMIS IKUTI FREEDOM STREET KARNAVAL DI MUARA ENIM

Sedangkan apa – apa yang disampaikan oleh perwakilan PT Lingga Djaja sebagai pembelaan belum bisa diterima pengunjuk rasa. Ditambah lagi phak PT Lingga Djaja menolak mengizinkan pengunjuk rasa untuk melihat langsung proses pembuangan limbah di PT Lingga Djaja.

Pihak PT Lingga Djaja meminta waktu untuk memeriksa pengolahan limbah di PT Lingga Djaja karena pihaknya akan menyurati pihak DLH Kabupaten Muara Enim dan DLH Provinsi Sumatera Selatan serta pihak – pihak terkait lainnya

Diakhir diskusi tersebut, pihak pengunjuk rasa tidak mendapatkan penjelasalan yang rinci dan akurat dari perwakilan perusahaan PT Lingga Djaja. Sehingga dugaan aktivitas PT Lingga Djaja yang melanggar aturan akan terus berlangsung, tanpa ada pihak -pihak yang mampu mencegahnya.

Sehingga Perwakilan pengunjuk rasa pun memberi warning, akan mendatangkan massa yang lebih besar lagi ke PT Lingga Djaja bila permasalahan ini tidak ada kejelasan.

Salah seorang aktivis lingkungan Kabupaten Muara Enim, Taufik Hermanto mendesak pihak yang berwenang untuk menghentikan sementara aktivitas PT Lingga Djaja sebelum menurunkan tim independen yang menyatakan bahwa aktivitas PT Lingga Djaja tidak melanggar aturan.

” Kita minta pihak yang berwenang segera menutup sementara aktivitas remilling PT Lingga Djaja, karena diduga sudah melanggar aturan,” ucap Taufik.

Sementara itu, Ali Farizi sebagai koordinator massa, didampingi Karel seusai unjuk rasa mengatakan sangat menyesalkan ketidak hadiran pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim pada aksi unjuk rasa tersebut. Padahal kata Ali Farizi dua hari sebelum unjuk rasa, pihaknya sudah mendatangi langsung kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim dan bertemu langsung dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim bersama Kabid – Kabidnya yang berjanji akan hadir pada aksi unjuk rasa tersebut.

Lagi Viral :   LPJ DANA DESA OKNUM KADES ULAK BANDUNG KECAMATAN UJAN MAS DISINYALIR CACAT HUKUM

Namun faktanya, kata Ali Farizi, tidak ada seorang pun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim yang menampakan batang hidungnya.

Dua wanita ini ( Kurnia dan Indah) merupakan perwakilan dari remilling PT Lingga Djaja saat berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa,

‘ Kami sangat kecewa dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim, karena tidak hadir pada aksi unjuk rasa ini padahal sudah berjanji akan hadir. sehingga menimbulkan bermacam asumsi liar terhadap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim,” dan patut dipertanyakan kinerja DLH kabupaten Muara Enim. ujar Ali Farizi.

Karel menambahkan sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang lingkungan; perlindungan dan pengelolaan mutu air; perlindungan dan pengelolaan mutu udara; perlindungan dan pengelolaan mutu laut; pengendalian kerusakan lingkungan hidup; pengelolaan limbah B3 dan pengelolaan limbah nonB3; data penjamin untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup; sistem informasi lingkungan hidup; pembinaan dan pengawasan; dan pengenaan sanksi administratif. Pengawasan dan penegakan hukum Lingkungan Hidup

Karel mengungkapkan ada dugaan kuat PT Lingga Djaja sudah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Maka itu, lanjut Karel agenda aksi unjuk rasa ini  belum ada kejelasan, maka itu, kata Karel dalam waktu dekat akan diadakan unjuk rasa lanjutan ke Pemda Muara Enim, dan itu sudah dirapatkan. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top