Bandar Lampung

Nelayan Bandar Lampung Gelar Ruwat Laut Sebagai Bentuk Syukur

Beeoneinfo.com, Bandar Lampung – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menggelar ruwat laut sebagai bentuk syukur kepada tuhan atas limpahan hasil tangkapan laut.

Nelayan di kota Bandar Lampung yang memiliki kapal diatas 10 gross ton diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut sampai ke tengah laut untuk melepas kepala kerbau dengan harapan produksi hasil perikanan tangkapan mereka akan berlimpah.

Kegiatan kearifan lokal ini biasa dilakukan setiap satu tahun sekali. Namun sejak masa pandemi, kegiatan ruwat laut ini terpaksa ditunda untuk menghormati aturan pemerintah dalam pengentasan pandemi covid-19.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kota Bandar Lampung, Erwin mengatakan kegiatan ini merupakan event wisata bagi kota Bandar Lampung. Jika kondisi pandemi berangsur kondusif, kegiatan ruwat laut ini akan dilangsungkan setiap tahunnya.

Lagi Viral :   Nanang Ermanto Bagi - Bagi Tali Asih 500 Ribu Dan Sembako Pada Veteran, Pepabri Dan Warakauri

“Insha Allah ini adalah kegiatan setiap tahun, berikut nya Insha Allah kalau tidak ada covid kita akan laksanakan setiap tahun bersama dengan para nelayan dan ini merupakan event wisata juga bagi Pemkot Bandar Lampung,” kata Erwin pada, Rabu (23/3).

Ketua HNSI Bandar Lampung, Huseri mengatakan dalam penentuan ruwat laut ini biasanya ditentukan menggunakan kalender hijrian atau kalender Jawa di bulan Suroh.

“Karena memang kondisi covid tadi itu artinya jangankan hukum adat, hukum agama saja kita berlaku elastis, artinya yang paling penting adalah substansinya rasa syukur, melalui perantara ruwatan atau sedekah laut ini kita lakukan,” kata Huseri.

Lagi Viral :   Beberapa Organisasi Temui Nanang Ermanto, Ini Tujuannya

Selain itu, Huseri beraharap kegiatan ruwat laut ini bisa meningkatkan pundi-pundi perkonomian nelayan diluar dari hasil tangkapan laut.

“Kita mengundang Dinas Pariwisata dan Dinas Keluatan dan Perikanan karena kami melihat ruwat laut ini memiliki potensi wisata maritim dengan sentuhan kearifan lokal,” katanya.

“Karena memang berharap potensi ekonomi bukan hanya dilaut itu hasil penangkapan saja tapi juga aktivitas dan juga kegiatan yang memang tradisi itu bisa menjadi nilai jual yang diharapkan bisa jadi destinasi wisata yang bisa ditindaklanjuti sehingga bisa meningkatkan perekonomian baik masyarakat nelayan atau peisisr pada umumnya,” sambungnya.

Kegiatan ruwat laut tersebut di ikuti oleh 50 kapal laut dengan kapasitas minimun 10 Gross ton. Selain itu tim BASARNAS Lampung juga turut mengawal kegiatan tersebut dengan menerjunkan 2 kapal yaitu KNSAR BASUDEWA dan RICIT INVEDEBEL BOT RIT 02 serta 25 orang personil.

Lagi Viral :   Warga Kampung Nagrek Digegerkan Penemuan Ular Phyton

Related posts:

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top