Daerah

PEMUDA DAN MAHASISWA PALI SIAP KERAHKAN MASSA MENOLAK TAMBANG BATU BARA PT BSEE – PT SBE

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merupakan desa Ring 1 kawasan tambang batu bara yang dikelola oleh PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE )- PT Sriwijaya Bangkit Energi (SBE). Namun sepertinya keberadaan tambang batu bara ini tidak mendapatkan respon positif dari Desa Talang Bulang.

Penolakan dari desa Talang Bulang ini disampaikan Kepala Desa Talang Bulang, Menriadi Burlian disaat menghadiri undangan dari PT Sriwijaya Bangkit Energi (SBE) dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan Social Mapping PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) yang dilaksanakan di Kantor Camat Talang Ubi pada Rabu (09/06/2022) lalu.

Kepala Desa Talang Bulang ketika dibincangi media ini mengatakan alasan penolakan itu adalah mengenai dampak lingkungan yang bakal mengalami kerusakan disebabkan penambangan batu bara diwilayah desanya.

” Permasalahan yang paling krusial atau esensialnya adalah kerusakan lingkungan karena tambang batu bara tersebut ” Ujar Menriadi diwawancarai dikediamannya, Kamis (09/06/2022).

Karena menurut dia, alam dan lingkungan itu bukan cuma milik generasi sekarang, melainkan juga milik anak cucu. Alam dan lingkungan yang ada merupakan titipan anak cucu yang harus selalu dijaga oleh generasi dimasanya.

”Alam dan lingkungan itu merupakan titipan anak cucu kita, apakah kita akan memberikan lingkungan dan alam yang sudah babak belur karena aktivitas tambang batu bara. Generasi yang sekarang harus menjaga, jangan mengkhianati anak cucunya karena untuk kepentingan diri sendiri. Alam dan lingkungan adalah titipan anak cucu, kita memiliki kewajiban untuk menjaga serta memeliharanya, ” Ucap dia,

Menriadi juga mencontohkan daerah daerah yang banyak kegiatan tambang batu bara, bisa disaksikan sendiri alam lingkungannya, baik hutan, sungai maupun jalan raya.

Lagi Viral :   PONTON PENGANGKUT BATUBARA DISUNGAI LEMATANG MERESAHKAN WARGA, PEMERINTAH DIMINTA BERPIHAK KE WARGA

” Kita bisa melihat sendiri, daerah yang banyak kegiatan tambang batu bara nya,kebanyakan yang terjadi,  baik lingkungan, hutan, sungai dan jalan, semua babak belur ” Ungkapnya

Menurut dia, apa yang bisa menjadi kebanggaan kebanyakan masyarakat suatu daerah karena tambang batu bara, dimana pun !, selain mendapatkan imbas kerusakan lingkungan. Karena yang terjadi kesejahteraan yang dijanjikan perusahaan tidak pernah terwujud kepada masyarakat banyak disekitar tambang, Kesejahteraan untuk masyarakat setempat hanya diatas kertas, yang ada hanya meninggalkan kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan yang akan dinikmati oleh anak cucu. Sedangkan hasil – hasilnya hanya dinikmati oleh pengusaha dan segelintir orang saja. Sangat tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan karena tambang batu bara

” Bagi kami, silahkan saja di daerah lain membanggakan karena banyaknya tambang batu bara, mungkin itu merupakan investasi, juga untuk investor di daerah itu agar kemasukan daerah besar. Namun tidak mesti setiap daerah harus bersumber dan tergantung dari tambang batu baram Tidak harus kekayaan alam di daerah harus dihabiskan tanpa memikirkan anak cucu karena ambisi. Sementara yang tertinggal hanyalah lingkungan yang rusak.

” Dan itupun kalau pengelolaan tambang batu baranya legal, kalau tidak, lebih lebih lagi kerugiannya bagi masyarakat dan negara berlipat lipat’ ” Ujarnya.

Ketika disinggung mengenai legalitas pengelolaan tambang batu bara PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) atau PT Sriwijaya Bangkit Energi (SBE). dirinya masih sangat pesimis, terutama komitmennya untuk lingkungan, hutan, sungai dan jalan.

” PT BSEE atau PT SBE itu bagaimana izin amdalnya, masalah izin reklamasinya bagaimana, dan lain lain, karena sejauh ini saya belum mengetahuinya,” Paparnya.

” Jangankan masalah macam macam itu, izin domisinya atau lokasinya sendiri saya tidak pernah tahu, ”Tegasnya.

Lagi Viral :   PENAMBANGAN BATU BARA PT BSEE - PT SBE DITOLAK WARGA DESA TALANG BULANG - PALI, INI ALASANNYA.

Maka itu dirinya sebagai Kepala Desa yang mewakili masyarakat desa Talang Bulang meminta kepada para fihak yang berwenang meninjau kembali perizinan pertambangan batu bara oleh PT BSEE atau PT SBE. Karena kara dia, desa Talang Bulang meminta untuk meniadakan penambangan batu bara di wilayah desa Talang Bulang

”Bapak Presiden Jokowi, Bapak Menteri ESDM, Bapak Gubernur Sumatera Selatan dan pihak yang terkait lainnya, izinkan kami menolak tambang batu bara oleh perusahaan PT BSEE atau PT SBE “ Tutup Menriadi seraya berharap dikabulkan dari para pembuat kebijakan.

Adapun beberapa wilayah desa yang terdampak pada penambangan batu bara PT BSEE – PT SBE ini adalah Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Kelurahan Handayani Kecamatan Talang Ubi, Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim dan Desa Tanjung Muning Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim.

Sementara itu terkait penolakan tambang batu bara PT BSEE atau PT SBE di areal Desa Talang Bulang oleh Kepala desa Talang Bulang ini sangat di apresiasi oleh Ketua LSM Siap dan Tanggap (SIGAP) Provinsi Sumsel, Suhaimi Dahalik, SH.

Dikatakan Suhaimi, penolakan dari warga desa Talang Bulang itu sangat wajar, apalagi itu merupakan sesuatu mengkhawatirkan kerusakan lingkungan di desa Talang Bulang karena tambang batu bara PT BSEE atau PT SBE. Karena menurut dia, masyarakat setempat juga memiliki hak untuk menolak tambang batu bara. Apalagi Kades Talang Bulang masih pesimistis mengenai legalitas perusahaan tambang batu bara PT BSEE atau PT SBE

”Penolakan tambang batu bara oleh warga setempat itu wajar, masyarakat memiliki hak menolak. Apalagi PT BSEE atau PT SBE itu legalitasnya masih diragukan ” Ujar Suhaimi.

Lagi Viral :   KABUPATEN PALI TEKAN ZERO STUNTING

Suhaimi sendiri merasa aneh dengan tidak adanya izin lokasi melalui kepala desa setempat sebagaimana Undang Undang nomor 4 tahun 2009 tentang tambang mineral dan batu bara.

” Sedangkan kepala desa Talang Bulang sendiri adalah pemilik otoritas desa, sebagai pimpinan desa yang diamanahkan warganya. Sangat janggal kalau kepala desa tidak pernah tahu mengenai perizinan domisili atau izin lokasi perusahaan tambang batu bara itu, kalau perusahaan tambang batu bara itu benar benar legal ” Kata Suhaimi.

Sambungnya, sedangkan perusahaan itu diketahui sudah melakukan aktivitas, sudah produksi serta sudah menjual batu bara setiap hari mobilisasi angkutan batu bara menggunakan jalan umum sejak beberapa bulan lalu.

” Jadi kami meminta kepada pihak yang berwenang untuk menelusuri dan memeriksa dokumen legalitas PT BSEE atau PT SBE itu, termasuk izin melintas angkutan batu bara menggunakan jalan umum, aspal,” Pungkasnya

Terpisah, Ijal bakrie dari mahasiswa UIN dan pemuda PALI, mengenai penolakan tambang batu bara PT BSEE atau PT SBE itu, dirinya juga memberikan support.

Dikatakan Ijal, jika masyarakat atau Kepala Desa menolak aktivitas tambang PT BSEE atau PT SBE, tidak bisa dipaksakan. Bahkan kata dia mahasiswa dan Pemuda PALI siap mengadakan aksi masa mendukung penolakan itu. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top