Daerah

PENAMBANGAN BATU BARA PT BSEE – PT SBE DITOLAK WARGA DESA TALANG BULANG – PALI, INI ALASANNYA.

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, yang merupakan desa ring 1 tempat beroperasinya tambang batu bara PT PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) atau PT PT Sriwijaya Bangkit Energi (SBE) menyatakan menolak aktivitas pertambangan batu bara di wilayah Desa Talang Bulang.

Mengancam kerusakan luar biasa, Kepala Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI menolak aktivitas penambangan batu bara PT BSEE – PT SBE, Rabu (08/06/2022)

Hal itu ditegaskan Kepala Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi saat kegiatan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan Social Mapping PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) yang diselenggarakan oleh PT Sriwijaya Bangkit Energi (SBE) di kantor Camat Talang Ubi Kabupaten PALI, Rabu (08/06/2022).

Penolakan itu juga disampai oleh Kepala Desa lain yang terdampak pada aktivitas pertambangan batu bara PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) atau  PT Sriwijaya Bangkit Energi (SBE) yang berlokasi di desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi

Adapun Kepala Desa yang menghadiri acara Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Social Mapping PT Bumi Sekundang Enim Energi (BSEE) adalah Kelurahan Handayani Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Kepala Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Kepala Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim dan Kepala Desa Tanjung Muning Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim serta pihak perusahaan PT BSEE atau PT SBE sebagaimana yang pihak yang mengundang.

Lagi Viral :   Nanang Ermanto Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri 2021 Via Daring

” Pada pertemuan itu tidak ada kesimpulan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan tambang batu bara. Karena kami dari ring 1 menolak beroperasinya tambang batu bara yang lokasinya ada di wilayah desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi ” Tegas Menriadi.

” Kami menolak tambang batu bara adalah sebagai upaya mendahulukan menghindari kerusakan yang lebih besar daripada upaya mengambil kemaslahatan yang tidak seberapa. Kami mendahulukan menghindari mudharat yang luar biasa daripada menikmati manfaatnya yang sangat sedikit, ”  Imbuh Menriadi.

“Kami anggap keberadaan tambang batu bara, apa itu PT BSEE atau PT SBE tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat desa Talang Bulang, Justru akan menimbulkan dampak negatif nantinya ” Ujar Menriadi.

” Kami tidak ingin terbuai oleh janji – janji perusahaan tambang batu bara itu, karena pada akhirnya kita dan anak cucu kita yang akan menerima dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas tambang batu bara di wilayah kami. Karena kami sangat meragukan perusahaan itu profesional dalam melakukan kegiatan penambangan dan bisa konsisten pada aturan dan perundang – undangan. Sedangkan permasalahan tenaga kerja hanya segelintir dan tidak ada persentasenya ” Tuturnya.

Lagi Viral :   PALAKSA LANAL BATAM PIMPIN UPACARA HARI ARMADA TAHUN 2019 DAN TABUR BUNGA

” Belum lagi permasalahan mobilisasi kendaraan angkutan batu baranya, yang mengancam keselamatan nyawa dijalan raya, karena menggunakan jalan umum, serta membuat kerusakan sarana jalan masyarakat yang sudah dibangun dengan biaya yang bukan sedikit ” Kata Menriadi.

Menriadi juga mensinyalir bahwa PT BSEE atau PT SBE masih tambang batu bara abu abu, belum bisa dipastikan legalitasnya. Karena menurut dia selama ini belum pernah ada sosialisasi dan koordinasi dengan desa yang merupakan lokasi tempat menambang. Yang ada hanya koordinasi izin melintas truk untuk mengangkut batu bara dijalan aspal yang melewati desa Talang Bulang selama 3 bulan.

” Memang pihak perusahaan pernah ada koordinasi dengan saya sebagai Kepala desa Talang Bulang karena akan menggunakan jalan aspal untuk mengangkut batu bara melewati desa Talang Bulang jangka waktu 3 bulan, sekarang sudah lebih 3 bulan. Selain itu pihak perusahaan tidak pernah ada koordinasi atau sosialisasi dengan masyarakat, tahu tahu sudah menambang dan produksi dan mengangkut batu bara ” Ungkap Menriadi

Lagi Viral :   Kasatlantas Polresta Bantah Isu SIM Gratis

” Jadi kami anggap keberadaan tambang batu bara di wilayah desa Talang Bulang, tidak ada kepentingan dan keuntungan bagi masyarakat desa Talang Bulang, yang ada hanya keuntungan pengusaha semata,” Tukasnya.

” Kepada Presiden Bapak Jokowi, Kementerian ESDM, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Bapak Herman Deru dan pihak pihak terkait lainnya, kami menolak tambang batu bara di wilayah desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi, Kami tidak ingin dilibatkan pada kegiatan tambang batu bara itu,” Demikian Pungkas Kepala Desa Talang Bulang, Menriadi. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top