Nasional

PENGGELEDAHAN KEDIAMAN BUPATI PROBOLINGGO TERKAIT KASUS SUAP MEMULUSKAN JABATAN KADES

Jakarta
beeoneinfo.com

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan penggeledahan di kediaman Bupati Probolinggo, terkait kasus OTT KPK di sejumlah lokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Kamis, 2 September 2021 lalu.

Sejumlah uang tunai dan barang barang mewah lainnya di temukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di kediaman Bupati Probolinggo, dalam kasus ini 

Penanggung jawab sementara Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penggeledahan dan pemeriksaan di sejumlah lokasi dilakukan penyidik KPK untuk mencari bukti terkait dugaan jual beli jabatan yang dilakukan Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana.

” Tim penyidik telah selesai melakukan penggeledahan pada beberapa tempat di wilayah Probolinggo, Jawa Timur,” ujar Ali Fikri, Jumat (03/09/2021).

Lagi Viral :   INI NAMA 10 ANGGOTA DPRD KABUPATEN MUARA ENIM YANG SUDAH DITAHAN KPK

Dijelaskan Ali Fikri, sejumlah lokasi yang digeledah pihak KPK adalah rumah pribadi serta rumah dinas Bupati Probolinggo, Kantor Bupati Probolinggo, dan Kantor Camat Paiton.

” Dari kegiatan ini, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen, bukti elektronik, dan sejumlah uang,” Ungkapnya.

Selanjutnya, temuan hang tunai dan barang mewah akan di teliti dalam proses penyidikan dan disita sebagai barang bukti dalam kasus dugaan suap tersebut. Kata dia.

Diterangkannya, dalam kasus jual beli Jabatan yang dilakukan Mantan Bupati Probolinggo tersebut diketahui ada 22 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, terdiri dari 4 penerima suap dan 18 pemberi suap.

Suap diberikan agar mereka bisa menjabat sebagai kepala desa di wilayah Pemkab Probolinggo.

Lagi Viral :   Runutan Musibah Dalam Rentang Hari Di Indonesia, PB KAMI Minta Pemerintah Gelar Gerakan Taubat Nasional

Masing-masing orang wajib membayar Rp20 juta dan upeti tanah desa Rp5 juta per hektare, sementara empat orang penerima adalah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, anggota DPR Hasan Aminuddin, Camat Krejengan Doddy Kurniawan, dan Camat Paiton Muhamad Ridwan.

Selanjutnya 18 pemberi yakni Sumanto, Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Kho’im, Akhmad Saifullah, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nuruh Huda, Hasan, Sahir, Sugito, dan Syamsuddin sebagai tersangka pemberi. Mereka semua merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Probolinggo.

Hingga kini KPK telah menahan lima orang, yaitu Puput, Hasan, Doddy, Ridwan, dan Sumarto. Puput ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Gedung Merah Putih. Hasan ditahan di Rutan KPK cabang Kavling C1.

Untuk Doddy ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat. Lalu, Ridwan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan dan Sugito ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Guntur.

Lagi Viral :   PT PAY Milik Simon Susilo Status Tersangka KPK Tutup Dan Rumahkan Puluhan Karyawan

” Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan terhitung sejak 31 Agustus hingga 19 September .Ujar Ali Fikri (Ab/Viva.co.id)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top