Bandar Lampung

Perjalanan Penuh Drama Rais Aam PBNU Periode 2021- 2026 Sejak Jelang Muktamar NU Ke 34

Bandar Lampung, beeoneinfo.com

Babak demi babak perjalanan Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama menunjukan kemajuan signifikan. Meski sempat diwarnai adu argumentasi, namun pelan tapi pasti Muktamar NU kini mendekati garis final.

Info terkini adalah terpilihnya kembali KH. Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) periode 2021 – 2026. KH. Miftachul Akhyar sendiri dipilih oleh oleh 9 anggota ahlul halli wal aqdi (AHWA) yang sebelumnya diusulkan oleh PWNU dan PCNU yang menjadi peserta Muktamar.

Para AHWA yakni KH Dimyati Rais berhasil mendapatkan suara tertinggi, yakni sebanyak (503) dukungan dari PCNU dan PWNU. Disusul KH Mustofa Bisri sebanyak (494), KH Ma’ruf Amin (458), KH Anwar Mansur (408), KH TG Turmudzi (403), KH Miftachul Akhyar (395), KH Nurul Huda Jazuli (384), KH Buya Ali Akbar Marbun (309) dan KH Zainal Abidin (272).

Kemudian secara maraton para Kyai sepuh anggota AHWA ini kembali melakukan musyawarah untuk mufakat menentukan siapa Rais Aam PBNU periode berikutnya. Alhasil, hasil musyawarah menentukan jika KH. Miftachul Akhyar diminta kembali menjadi Rais Aam PBNU periode 2021 – 2026.

Lagi Viral :   Belajar Ilmu Tanpa Guru, Pemuda Ini Kubur Dirinya Sendiri

Bukan dengan tanpa cobaan, KH. Miftachul Akhyar sendiri sempat merasakan drama menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke 34 ini.

Di Dukung 27 PWNU Untuk Percepat Muktamar

Dimulai pada tanggal 29 November 2021 lalu, kala 27 Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) mendatangi dirinya dan menyatakan siap mendukung beliau untuk mempercepat pelaksanaan Muktamar yang sejatinya akan digelar pada 17 Desember 2021. Bahkan ketua panitia pelaksana Muktamar ke 34 NU, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri menegaskan jika Lampung sudah sangat siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Ke 34 NU.

Di Gugat Karena Mempercepat Muktamar

Alih – alih berjalan mulus, rencana percepatan Muktamar Ke 34 NU ini justru menjadi polemik tersendiri ditubuh Nadhlatul Ulama. Dua kader NU asal Lampung kemudian melayangkan gugatan pada KH. Miftachul Akhyar. Dua kader NU Provinsi Lampung yang menggugat adalah Rais Syuriyah PWNU Lampung K.H. Muhsin Abdullah dan Katib Syuriah PWNU Lampung Basyarudin Maisir melalui LBH NU Provinsi Lampung.

Lagi Viral :   Mengintip Janggalnya Kasus Kader HMI Profesi Guru Ngaji Yang Di Tuduh Begal

Gugatan sendiri didaftarkan ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang Bandar Lampung, Lampung pada Senin (6/12/2021) dengan nomor perkara 211/Pdt.G/2021/PN Tjk. Mereka menuntut agar Rais Aam membatalkan keputusan percepatan Muktamar NU dan meminta KH. Miftachul Akhyar menyatakan permohonan maaf selama 7 hari berturut – turut di media massa cetak dan elektronik.

Gugatan ini kemudian sempat ditanggapi oleh LBH Gerakan Pemuda (GP) Anshor yang menyatakan siap memberikan bantuan hukum pada KH. Miftachul Akhyar.

Keputusan hasil rapat Pengurus Besar Nadhlatul Ulama tanggal 7 Desember 2021 sendiri kemudian menetapkan jika Muktamar akan dilaksanakan sesuai keputusan awal yaitu tangga 23 – 25 Desember 2021. Ketua Umum PBNU, Prof KH Said Aqil Siroj, mengumumkan sendiri putusan tersebut di hadapan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zainy, dan beberapa ulama sepuh NU.

Walau kemudian pada akhirnya kembali di majukan satu hari lebih awal, setidaknya hal tersebut meredam polemik yang sempat berkecamuk di tubuh NU terkait jadwal pelaksanaan.

Maka, bukan tanpa alasan jika 9 anggota AHWA PBNU meminta KH. Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais Aam PBNU. Sebab kesabaran beliau sendiri telah teruji dengan tidak memperuncing masalah dengan emosi meladeni gugatan dua kader Lampung tersebut.

Lagi Viral :   Avi Cenna Isnaini : "Golput Cuma Untuk Pengecut"

Padahal, bisa saja KH. Miftachul Akhyar melakukan perlawanan dengan menyambut gugatan itu dengan perselisihan, melihat posisi jabatannya yang dianggap terhormat dikalangan Nadhlatul Ulama.

Sekarang, ada baiknya jika kemudian seluruh keluarga besar Nadhlatul Ulama se Indonesia turut mendukung dan mendo’akan kelancaran KH. Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam PBNU dan membawa PBNU menjadi lebih besar dan lebih baik lagi.

(Red)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top