Daerah

RENTETAN PENANGKAPAN INSAN JURNALIS M INDRA HINGGA KETUM PPWI WILSON LALENGKE DI LAMPUNG TIMUR

Lampung Timur

beeoneinfo.com

Riuh pemberitaan penangkapan Ketua Umum persatuan pewarta warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke oleh polisi di halaman Mapolda Lampung, Rabu (09/03/2022).

Wilson Lalengke ditangkap Tim Gabungan Resmob Polda Lampung dan Polres Lampung Timur atas laporan tokoh adat Lampung Timur karena diduga sudah melakukan penghinaan lantaran merobohkan papan nama ucapan selamat kepada Tim Tekab 308 dari tokoh adat Adat Beliuk Negeri Tua di Lampung Timur yang berada di halaman Mapolres Lampung Timur.

Sebelumnya Wilson Lalengke dan rombongan datang ke Mapolres untuk mempertanyakan penangkapan oknum wartawan yang juga merupakan pimpinan redaksi media online Resolusitv.com oleh jajaran Polres Lampung Timur.

Namun tidak bersambut, ia kemudian menurunkan karangan bunga yang bertuliskan , ” Selamat buat pihak polisi atas penangkapan oknum wartawan”.

Diduga alasan itu, Wilson Lalengke dan dua rekannya menurunkan papan bunga yang dipesan Tokoh Adat Beliuk Negeri Tua di Lampung Timur.

Selanjutnya, para tokoh adat Lampung Timur melaporkan tindak pengerusakan tersebut ke Mapolres oleh Wilson Lalengke bersama rekannya .

Lantas bagaimana persoalan itu bisa terjadi, dari berbagai sumber berawal :

PEMBERITAAN ORANG SELINGKUH

Muhammad Indra, yang merupakan wartawan Resolusitv.com memberitakan adanya pengerebekan yang dilakukan oleh seorang istri terhadap suaminya (Rio). Pada saat pengerebekan si wartawan ikut serta karena diajak oleh sang istri yang diduga suaminya sudah berselingkuh itu, Senin (07/09/2022).

Selasa (08/03/2022) sekitar pukul 14.30 WIB, Muhamad Indra mendapat telpon dari rekannya sesama wartawan yang bernama Nova meminta Muhammad Indra untuk menemuinya di salah satu tempat yang dijanjikan.

Pukul 15.00 masih di hari yang sama, Muhammad Indra keluar rumah bersama adik iparnya yang bernama Muhammad Nur Hasan, untuk bertemu Nova di seputaran halaman Masjid di Desa Sumbergede Kecamatan Sekampung.

Lagi Viral :   Hendak Mancing, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Di Pantai

Saat itu keterangan dari Nur Hasan, Nova bersama Rio didalam kendaraan Roda 4. Rio meminta kepada Muhamad Indra untuk menghapus link berita yang sudah beredar dan dijanjikan akan diberikan uang  sebesar 2,8 juta rupiah.

Selanjutnya Nova meminta tolong agar Muhammad Indra bersedia menerima uang tersebut.

MUHAMAD INDRA DITANGKAP POLISI.

Hanya berselang beberapa menit, sekitar pukul 15.30 WIB, sejumlah anggota Resmob Polres Lampung Timur menggrebek rumah Muhammad Indra yang berada di desa Giriklopomulyo, kecamatan Sekampung, Lampung Timur. Namun saat itu Muhamad Indra sedang tidak ada dirumah.

Keterangan dari Istri Muhammad Indra, aparat mendobrak rumah dan menggeledah seluruh isi ruangan rumahnya termasuk kamar putrinya yang saat itu baru selesai mandi dan ganti pakaian.

Mala Tim Resmob Polres Lampung Timur membawa kendaraan roda 2 jenis Vario yang tidak ada kaitannya dengan permasalahan itu. dan warga banyak yang menonton.

Pukul 16.45 WIB, Muhammad Indra ditelpon oleh anak lelakinya dan berkata dirumah ada polisi, setelah ditelpon oleh anaknya itulah Muhammad Indra pulang kerumah dan langsung disergap dan polisi.

Bahkan aparat polisi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) sempat membuang tembakan dan menggeledah badan Muhammad Indra beserta adik iparnya lalu dimasukkan dalam mobil.

Masih pengakuan Nur, Setelah mengamankan Muhamad Indra dan tidak ditemukan BB, pihak anggota Resmob Polres Lampung Timur mengambil uang di ATM Muhammad Indra dengan jumlah 2.450.000 di BRI link untuk dijadikan BB. Lalu anggota membawa Muhammad Indra dan adik iparnya Muhammad Nur Hasan ke mapolres Lampung Timur.

Muhammad Nur Hasan sendiri setelah diperiksa dinyatakan tidak terlibat dalam kasus itu dan salah satu anggota Reskrim Lampung Timur menelpon salah satu keluarga ( Eriyan Erme) untuk menjemput Muhammad Nur Hasan dan dibawa pulang kerumah.

Lagi Viral :   Nanang Ermanto Minta Destinasi Wisata Di Kecamatan Penengahan Fokus Di Kembangkan

Polres Lampung Timur mengadakan konprensi pers dengan mengatakan telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Seorang Wartawan yang melakukan pemerasan, Rabu (09/03/2022).

MENDAPAT REAKSI DARI KETUA UMUM PPWI.

Penangkapan insan jurnalis Muhamad Indra, menurut Wilson lalengke, Pihak polres tanpa surat laporan dan surat penangkapan.

Jum’at (11/03/2022) dari Jakarta, Wilson Lalengke datang ke Mapolres Lampung untuk mempertanyakan proses penangkapan wartawan Muhamad Indra ke pihak Polres Lampung Timur.

Sesampainya di Polres Lampung Timur, Wilson melihat beberapa karangan bunga berisi ucapan selamat kepada polres karena telah menangkap wartawan yang dianggap nakal.

Wilson berfikiran dengan karangan bunga tersebut seolah-olah polisi tidak bersalah, dan wartawan selalu yang salah dimata masyarakat. Menurutnya, Karangan bunga itu berpotensi membenturkan wartawan dengan pihak kepolisian. Hingga akhirnya dia merobohkan semua karangan bunga ucapan tersebut.

Sabtu (12/03/2022) Wilson bersama Keluarga Muhammad Indra hendak melaporkan proses penangkapan wartawan yang dianggap tidak prosedural, ke Mapolda Lampung.

Disisi lain pihak yang mengirim karangan bunga juga melaporkan perusakan karangan bunga yang dianggap telah menghina dan melecehkan tokoh adat setempat.

Belum sempat melapor, Polisi dari Tekab 308 menghadang rombongan Wilson yang akan melakukan pelaporan ke Polda Lampung sekaligus membawa LP dari pengirim karangan bunga.

Wilson dan rekan-rekan ditangkap dan di borgol. Dari Halaman Mapolda Lampung Wilson Cs dibawa menuju Mapolres Lampung Timur oleh Tekab 308 Polres Lampung Timur. Sesampainya di Halaman Mapolres Lampung Timur beredar Video Wilson dan rekan rekan yang diamankan polisi mendapat intimidasi Verbal oleh warga.

Sejumlah Tokoh dan Advokad bereaksi atas video yang beredar.

Lagi Viral :   Waka BKN Apresiasi Penyelenggaraan SKB CPNS Di Lampung Selatan

Sekjen PPWI sekaligus seorang anggota DPD RI, Fachrul Rozi dan Advokat Alvin Lim mengatakan, penangkapan Wilson Lalengke adalah bentuk arogansi dan kriminalisasi terhadap ketua umum PPWI.

Kedua tokoh itu lalu mendesak polisi segera melepaskan Wilson karena penangkapan yang dilakukan oleh polisi dianggap sangat merendahkan martabat seorang Ketua Umum perkumpulan wartawan tersebut.

TANGGAPAN DARI KETUM IWO JODHI YUDONO.

Terkait penangkapan Wilson Lalengke CS dan Muhamad Indra,, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (Ketum IWO) Jodhi Yudono mengatakan bahwa tugas wartawan adalah memberikan informasi akurat dan berdasarkan fakta.

Disampaikannya, yang menarik untuk ditelisik dalam kasus ini adalah peristiwa di balik kasus ini dan kelanjutannya agar masyarakat tahu duduk perkaranya.

Diungkapkannya, perlunya penelusuran lebih mendalam, hal tersebut dapat diungkapkan oleh para Wartawan Online di Lampung Timur.

“Saya sudah memerintahkan PW IWO Lampung dan PD IWO Lamtim, atas persoalan ini, menyerahkan semuanya kepada PW IWO dan PD Lampung Timur, karena mereka lebih yang tahu wilayah mereka sendiri, dan apa sebenarnya yang terjadi”, Ujar Jodhi (Senin 14/03/2022).

“Yang menarik untuk ditelisik adalah, peristiwa di balik kasus ini dan kelanjutannya agar masyarakat tahu duduk perkaranya”Ujar mantan editor kompas.com ini.(Ab/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top