Daerah

SIDANG KASUS SUAP DI KABUPATEN MUARA ENIM, SIDANG H JUARSAH, BEGINI KESAKSIAN ELFIN

Palembang
beeoneinfo.com

Dihadapan majelis hakim Tipikor Palembang diketuai Sahlan Effendi, S.H., M.H, Saksi Elfin MZ Muchtar, sekaligus terpidana kasus korupsi suap 16 paket proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, yang dihadirkan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK,
mengungkap sejumlah aliran dana suap termasuk untuk terdakwa Bupati Muara Enim Nonaktif H. Juarsah, Kamis (26/8/2021)

Di hadapan majelis hakim Tipikor Palembang diketuai Sahlan Effendi, S.H., M.H, Elfin memberikan kesaksian terkait suap 15 persen dari 16 paket proyek yang berasal dari aspirasi senilai Rp113 miliar tahun 2019 lalu.

Di dalam persidangan, Elfin yang kala itu menjabat sebagai Kabid Jembatan dan Jalan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim memberikan keterangan secara rinci mengenai jatah 15 persen yang dimaksud.

Lagi Viral :   PEDULI DAMPAK COVID -19 YONMARHANLAN IV TPI BAGIKAN SEMBAKO KEPADA MASYARAKAT KURANG MAMPU

“Komitmen fee 15 persen tersebut dibagi secara keseluruhan oleh staf saya waktu itu, di antaranya yakni 10 persen untuk Bupati Ahmad Yani, Wakil Bupati Juarsah serta beberapa anggota DPRD-nya kala itu,” Terang Elfin.

Sedangkan untuk sisa 5 persennya lagi, Elfin mengakui dibagikan kepada Ketua DPRD Muara Enim Aries HB sebesar 3 persen, lalu Kepala Dinas PUPR 1 persen, kemudian 1 persen jatah dirinya sendiri.

Elfin yang merupakan terpidana kasus tersebut menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan uang dari kontraktor proyek yakni Robbi Okta Fahlevi.

“Untuk jumlah keseluruhan uang yang diterima oleh Pak Juarsah dari Pak Robi seingat saya kurang lebih Rp3 miliar serta dari kontraktor lainnya Iwan Rotari senilai Rp1 miliar,” Ungkap Elfin

Lagi Viral :   KKP RI Apresiasi Lima POKPARI Yang Ada Di Lampung Selatan

Dikatakan Elfin lagi, uang tersebut diberikan kepada terdakwa Juarsah secara bertahap dan atas perintah dari Ahmad Yani Bupati Muara Enim waktu itu.

Elfin menyebutkan, dirinya diperintahkan oleh Ahmad Yani mengakomodasi 16 paket proyek tersebut termasuk segala keperluan apabila ada permintaan sejumlah uang dari sejumlah pejabat.

Terdakwa Juarsah beberapa kali meminta sejumlah uang namun hal tersebut disampaikan melalui Ahmad Yani terlebih dahulu seterusnya baru disampaikan ke saksi Elfin.

“Makanya setiap kali memberikan sejumlah uang, pak bupati kala itu meminta dibagi dua dengan pak wakil bupati juga, kata pak bupati, wabup lagi butuh uang,”Elfin menirukan perkataan Ahmad Yani ketika itu.

Saat skorsing sidang, ketika diwawancarai wartawan,  Elfin kembali membenarkan bahwa terdakwa Juarsah membutuhkan sejumlah uang untuk dana kampanye calon legislatif anak dan istri terdakwa.

Lagi Viral :   Kepala BKIPM Dan Lanal Batam Release 81 Ribu Bibit Lobster Di Pulau Abang

” Jumlah keseluruhan yang diterima wabup kala itu kurang lebih Rp 3 Miliar untuk dana kampanye anak dan istri Pak Wabup (Juarsah),” Katanya. (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top