Daerah

SUNGAI IBUL PALI, JALAN SETAPAK DANA DESA ASAL BANGUN DITOLAK WARGA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Tujuan Dana Desa adalah untuk
mewujudkan peningkatan kualitas hidup manusia; peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, penanggulangan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik. Ini diatur dalam Peraturan Menteri Desa , Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 6 Tahun 2020.

Undang-Undang Desa juga memandatkan bahwa tujuan pembangunan desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan Dana Desa dan ADD harus didasari atas perencanaan desa, musyawarah desa dan skala prioritas desa.

Dalam hal ini, Kepala Desa, sebagai pemimpin desa, yang juga berperan sebagai pengelolah Dana Desa dan ADD tidak bisa seenaknya saja, asal proyek serimonial, apalagi dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri. Dana Desa dan ADD yang dikelolah tanpa mengikuti aturan, tidak sedikit oknum Kepala Desa masuk penjara sebagai konsekwensi ketedoran oknum Kepala Desa.

Seperti yang terjadi di Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan.

Lagi Viral :   PLT Bupati Lampung Selatan Ikuti Senam Jantung Sehat Bersama ASN

Desa ini, pada anggaran Dana Desa tahun 2021 ini ada melaksanakan fisik berupa pembangunan jalan setapak yang disinyalir tidak berdasarkan perencanaan dan musyawarah desa.

Terbukti proyek dana desa jalan setapak di desa Sungai Ibul ini terancam tidak bisa difungsikan dan tidak bisa diteruskan pembangunannya. Pasalnya pembangunan jalan setapak tersebut tidak mendapatkan izin dari warga yang memiliki lahan.

Hal ini terungkap dari pengakuan Anggi warga Desa Sungai Ibul pemilik lahan, Minggu (29/08/2021).

Dikatakan Anggi, dia akan menutup akses jalan setapak yang baru saja dibangun tersebut. Karena dia merasa kecewa kepada Pmerintah desa, lantaran merasa tidak di hargai.

Dirinya, saat membangun jalan setapak tersebut, dia sebagai pemilik lahan tidak perna diberitahu oleh pemerintah desa.

” Saya yang memiliki lahan akan menutup jalan setapak tersebut, karena itu lahan milik saya, hak saya. Saya kecewa dengan Pemerintah Desa Sungai Ibul, karena saya sebagai pemilik lahan merasa tidak dihargai, saya tidak perna diberitahu kalau dilahan saya akan dibangun jalan setapak ” Ujar Anggi.

“Saya sebagai pemilik lahan benar benar kecewa, karena Pemerintah desa asal bangun saja tidak izin atau memberi tahu dahulu sebelum di bangun ” Imbuhnya.

Ditegaskan Anggi, dirinya akan menutup akses jalan setapak tersebut,  karena lahan tersebut miliknya, tidak perna dihibahkan untuk membangunan jalan setapak itu.

Lagi Viral :   ALAT BERAT RODA BESI PROYEK NORMALISASI SUNGAI, MELENGGANG GUNAKAN JALAN ASPAL DESA SUNGAI DUREN GELUMBANG

” Saya akan terus menutup jalan setapak itu, Bahkan jika perlu jalan setapak  tersebut bongkar dan pindahkan ketempat lain ” Ucapnya.

” Ini bukan soal ganti rugi lahan, tapi ini soal etika dan saling menghargai. Enak betul membangun di lahan orang lain tanpa izin dulu ” Katanya.

“Jika perlu jalan tersebut di bongkar dan pindahkan ke lain, Karena saya sebagai pemilik lahan tidak perna mengizinkan” Tuturnya kesal

Sepertinya,oknum kepala desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi juga tidak transparan dalam melaksanakan DD dan ADD Desa Sungai Ibul, diduga termasuk permasalahan anggaran untuk penanganan pandemi covid – 19 yang perna viral diberitakan.

Terbukti ketika ditanya berapa anggaran jalan setapak tersebut, Anggi yang merupakan pemilik lahan jalan setapak itu tidak mengetahuinya. Juga sebagai warga desa Sungai Ibul, dia tidak tahu berapa dana membangun jalan setapak tersebut. Karena katanya, disekitar lokasi pembangunan jalan setapak tersebut tidak ditemukan papan informasi proyeknya, juga tidak perna diikut sertakan musyawarah desa.

Padahal oknum Kepala Desa Sungai Ibul Wahyudinia perna menyampaikan bahwa dia dalam melaksanakan DD dan ADD  selalu di umumkan di setiap acara keramaian desa. Ada pembohongan publik disini. Juga kegaduhan pembangunan jalan setapak di Desa Sungai Ibul ini menunjukan kalau pelaksanaan DD dan ADD di Desa Sungai Ibul tidak berdasarkan keputusan musyawara desa.

Lagi Viral :   MK Tolak Gugatan Dua Paslon Pilkada Lampung Selatan

” Berapa dana pembangunan jalan setapak tersebut, kami tidak tahu, berapa. karena di sekitar proyek jalan setapak itu tidak ada papan proyeknya. Kami juga tidak perna diajak musyawarah desa ” jelas Anggi.

Permasalahan Pembangunan jalan setapak di Desa Sungai Ibul ini juga dibenarkan oleh Ketua ketua BPD Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi “Dedi”.

Dikatakan Dedi, kalau jalan setapak tersebut belum bisa difungsikan lantaran masih ada permasalahan lahan.

“Benar jalan setapak tersebut belum di fungsikan, karena masih ada Permasalahan sengketa lahan dengan warga ” Jelasnya Dedi singkat, Minggu (29/08/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi, Wahyudinia ketika dikonfirmasi terkait permasalahan ini. Sampai berita ini diturunkan tidak memberikan balasan.(Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top