Daerah

SYERIN: USUT TUNTAS KEMATIAN LC KING KARAOKE MUARA ENIM

Muara Enim
beeoneinfo.com

Aktivis Muara Enim Syerin Apriandi mendukung penuh pernyataan Kapolres Muara Enim AKBP Aris Yudianto melalui Kasat Reskrim AKP Toni Syaputra yang akan tetap melanjutkan menyelidikan atas tewasnya pemandu lagu ( LC ) King Karoke.

Menurut Syerin, pernyataan management King Karoke Muhc Kholdun yang menyatakan bahwa tewasnya Rohma Yanti bukan karena OD ( Over Dosis ) tetapi karena sakit, adalah sekedar pembelaan diri saja karena mereka khawatir persoalan akan melebar,

” itukan pembelaan diri saja, mereka khawatir masalah ini melebar, ada miras, ada masalah zin, serta ada pejabat publik ” ungkap aktivis yang akrab disapa Bung Asep ini.

Asep Menuturkan, dari foto jenazah yang tersebar tampak hidung korban mengeluarkan busa, dan diduga ada bercak darah di pinggir mata kanan korban.

Lagi Viral :   Gelar Istighosah Rayakan HUT Bandar Lampung Ke 338, Pemkot Tetap Berlakukan Protokol Kesehatan Ketat

Menurut dia,tidak semudah itu management King Karoke mengatakan tewas karena sakit, Namun meninggalnya korban karena ada penyebab ketika bekerja di King Karaoke.

” Namun saat ini biarkan polisi bekerja, kita dukung polisi menuntaskan kasus ini, saksi korban sudah mengatakan mereka minum miras di room 3 King Karoke. Dari hidung korban keluar busa dan ada bercak darah di pinggir mata korban, itu sudah menjadi dugaan awal, ” jelasnya

Lebih jauh, Asep juga mengomentari mengenai rekaman obrolan management King Karoke Muhc Kholdun dengan keluarga korban via telpon yang tersebar.

Rekaman itu berbunyi,”  sebenarnya dak suek ape ape,demam die tu yong ” ( sebenarnya tidak ada apa apa,  sakit dia kakak ).

Lagi Viral :   WADUH, DISEKRETARIAT DPRD PALI TERUNGKAP ADA PENGGELAPAN UANG ANGGARAN 2020

Asep menduga obrolan itu cuma sebagai bentuk pengaburan peristiwa kepada keluarga korban, dan ia menyakini keluarga korban akan terpukul melihat kondisi korban yang sebenarnya,

” Itu ada dugaan cuma ” pengaburan fakta” tambahnya.

Sebenar kalau direnungkan Kejadian itu telah menampar keras muka Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang seolah membiarkan King Karaoke beroperasi,padahal belum mengantongi izin sesuai penggunaan.

Seharusnya lanjut Asep, selagi belum mengantongi izin, pihak King Karoke tidak semena mena dan terkesan arogan sehingga mengundang keresahan masyakat.

“Jangan karena pemiliknya Anggota DPRD lantas dapat melanggar aturan. Dalam hal ini Pemerintah harus bernyali besar menegakan  wibawa Pemerintah Kabupaten Muara dengan menutup King Karoke, ” tidak mudah mengeluarkan izin, rekom Dinkes, rekom Damkar harus terpenuhi juga, harusnya kita belajar dari pengalaman terbakarnya Happy Karoke Palembang, harus serius lah Pemerintah, belum ada izin, tutup ” ujarnya.

Lagi Viral :   Sanggar Seni Asal Pekon Bakhu Gelar Pertunjukan Dalam Rangka HUT Ke 29 Lampung Barat

Sementara itu PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim H Riswandar SH, ketika di sambangi di ruang kerjanya terkait masalah ini, Selasa sore (23/08/2022). Dia mengatakan terima kasih atas informasi itu. Dan akan segera ditindaklanjuti. kata Sekda. (EA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top