Berita Viral

Temuan KontraS Di Kanjuruhan : “Ada Aktor Dengan Posisi Lebih Tinggi Yang Harus Ikut Bertanggung Jawab”

Jakarta, beeoneinfo.com

Cuitan tim pencari fakta Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di Twitter menarik pusat perhatian khalayak umum terkait tragedi Kanjuruhan.

Dalam cuitannya tersebut, Kontras menilai ada aktor lain yang memobilisasi aparat sehingga terjadi tindak kekerasan yang disengaja oleh aparat.

KontraS juga menilai, adanya informasi mengenai minuman alkohol didalam stadion hanyalah informasi yang menyesatkan fokus upaya penerangan kasus ini. Sebab menurut KontraS tidak mungkin minuman alkohol masuk ke stadion sebab sudah dijaga ketat oleh aparat dan panitia pelaksana.

Lagi Viral :   Polda Kepri Ungkap Penimbunan Masker, Ini Ancaman Bagi Pelaku

Kontras menduga jika tragedi ini sudah dirancang oleh seseorang dengan kedudukan yang lebih tinggi, meski tidak turun langsung ke lapangan Kanjuruhan.

Ada 12 temuan dalam perjalanan investigasi Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil pada Tragedi Kanjuruhan, yang dijelaskan oleh Kontras melalui laman Twitter-nya.

Saat proses investigasi, Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil dan Kontras tentu bertemu dengan sejumlah saksi, termasuk korban dan keluarga korban Kanjuruhan.

“Ada yang mengalami gegar otak, luka memar bagian muka dan tubuhnya, ruam merah di muka, hingga trauma yang berat akibat peristiwa kekerasan yg telah terjadi.”

Salah satu temuannya adalah kejanggalan aparat keamanan, sudah menyiapkan gas air mata sebelum pertandingan selesai.

“Saat pertengahan babak kedua, terdapat mobilisasi sejumlah pasukan membawa gas air mata, padahal tidak ada ancaman atau potensi gangguan keamanan saat itu.”

Lagi Viral :   LANTAMAL VIII GELAR RAPAT PENDAHULUAN SIDANG TINGKAT KETUA KOMITE PERBATASAN INDONESIA-PHILIPINA

“Diketahui, aparat kepolisian juga ikut melakukan penembakan gas air mata kepada para suporter yang berada di luar stadion,” lanjut Kontras dalam cuitannya.

“Tindak kekerasan yang dialami para suporter, tidak hanya dilakukan oleh anggota Polri, tetapi juga dilakukan oleh prajurit TNI dengan berbagai bentuk seperti menyeret, memukul, dan menendang.”

“Tetapi ada aktor lain, dengan posisi lebih tinggi yang seharusnya ikut bertanggung jawab,” tutup Kontras dalam cuitannya.

Kompetisi Liga 1 2022/2023 pekan ke-11 berubah menjadi tragedi. Hal ini berawal dari kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/22).

Setidaknya ada 131 orang meninggal dunia setelah pertandingan, ada yang karena kehabisan nafas usai terpapar gas air mata, hingga terhimpit dan terjepit di pintu keluar.

Setelah melakukan penyelidikan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lewat tim pencari fakta independen merilis enam tersangka, pada Kamis (6/10/22) malam.

Lagi Viral :   Video Habib Rizieq Dukung ISIS Di Buka Pemerintah, Kuasa Hukum : "Fitnah Besar"

Enam tersangka itu adalah Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, juga Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris.

Lalu Security Officer Suko Sutrisno, Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, Kasat Samapta Polres Malang Ajun Kompol Bambang Sidik Achmadi.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20221010/investigasi-tragedi-kanjuruhan-kontras-kejahatan-sistematis-dari-dalang-tak-tersentuh/aktor-lain-dalam-tragedi-kanjuruhan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top