Daerah

TERUNGKAP DUGAAN KORUPSI DI SEKWAN PALI TA 2017 RP 7,6 MILIAR TERNYATA ADA UANG PEMINDAHAN ANGGARAN DARI INSTANSI LAIN RP 3 MILIAR

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
beeoneinfo.com

Miris keadaan yang dialami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berdiri tahun 2013 atau baru berumur 8 tahun ini. Daerah Otonomi Baru (DOB) yang katanya kaya raya ini sudah banyak menyeret oknum pegawainya masuk ke dalam lingkaran tersangka korupsi.

Perbuatan korupsi itu memang menarik banyak oknum pegawai yang kurang puas dengan pendapatan halal nya. Lantaran korupsi bisa memiliki harta dari sumber yang bukan hak nya. Apalagi bila tidak ketahuan, maka bisa dianggap sebagai ” Rezeki ” yang melimpah ruah. Sebaliknya bila ketahuan, mereka juga akan menerima akibatnya yang setimpal dengan perbuatan mereka.

Tapi tidak ada kejahatan yang sempurna. Benar kata pepatah, Sepandai pandai tupai melompat ada saatnya terjatuh. Tinggal lagi menunggu kapan saatnya pelaku korupsi naas.

Baru baru ini kembali terungkap Kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2017 sebesar Rp 7,6 Miliar. Kasus ini sudah menetapkan mantan Sekwan DPRD Kabupaten PALI, Arif Firdaus sebagai tersangka. Namun tersangka ini belum diketahui dimana rimba nya, sehingga sekarang termasuk dalam daftar Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI.

Dalam kasus ini, selain oknum mantan Sekretaris Dewan Arif Firdaus sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI. Juga sudah menetapkan oknum Bendahara Pengeluaran, Mujarab SE sebagai tersangka yang saat ini sudah dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI pada Kamis (04/02/2021) lalu.

Lagi Viral :   Ketua DPRD Metro Sambut Kunjungan Lima Komisioner KPU

Kasus di Sekretariat Dewan PALI, ada sebesar Rp 7,6 Miliar dugaan kerugian negara di Sekretariat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun anggaran 2017. Pertanggung jawabannya, dua oknum pentolan di Sekretariat DPRD tahun 2017 harus menerima konsekwensinya dihadapan hukum.

Terkait kasus dugaan korupsi Rp 7,6 Miliar di Sekretariat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2017 ini. Dari hasil penelusuran tim investigasi media di Kantor DPRD Kabupaten PALI terungkap bahwa dari Rp 7,6 Miliar uang yang dikorupsikan di Sekretariat Dewan tersebut ternyata uang anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun anggaran 2017 cuma ada Rp 4,6 Miliar, berarti ada sekitar Rp 3 Miliar uang tersebut berasal pemindahan atau pergeseran anggaran dari instansi lain di Kabupaten PALI yang ikut dikorupsikan.

” Dugaan kerugian negara di Sekretaris DPRD Kabupaten PALI tahun anggaran 2017 ada sekitar Rp 7,6 Miliar, Nah dari jumlah uang tersebut, ternyata  uang anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun 2017 cuma ada Rp 4,6 Miliar ” Ungkap Sumber yang namanya dirahasiakan ini.

” Ternyata diketahui bahwa dari Jumlah Rp 7,6 Miliar tersebut, ada Uang yang berasal dari pergeseran atau pemindahan dari instansi lain di Kabupaten PALI tahun anggaran 2017 sekitar Rp 3 Miliar ” Terangnya.

Lagi Viral :   Lepas Peserta KKN Kebangsaan 2018, Herman HN : " Pemimpin Jangan Umbar Janji Dan Iming - Iming Uang"

” Dari Rp 7,6 Miliar tersebut ada Uang hasil pergeseran atau pemindahan dari instansi lain sekitar Rp 3 Miliar ” Jelasnya lagi.

” Artinya dugaan kerugian negara di Sekretaris Dewan Rp 7,6 Miliar dimaksud bukan uang anggaran Sekretaris DPRD semua, tapi ada uang pindahan dari instansi lain sekitar Rp 3 Miliar ” Jelasnya.

” Dan ini yang perlu di gali lagi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI, Uang dari instansi mana itu, bagaimana proses pergeseran dan pemindahan anggaran tersebut, sesuai prosedur atau tidak ” Katanya.

Dijelaskannya, prosedurnya kalau ada pergeseran atau pemindahan anggaran harus mendapat persetujuan dari DPRD PALI. Apalagi anggaran itu masuk ke Sekretariat DPRD Kabupaten PALI. Sedangkan untuk kasus yang terjadi di Sekretariat DPRD PALI pada tahun anggaran 2017 tersebut, dirinya pesimis ada persetujuan dari DPRD PALI.

” Kita pesimis pergeseran atau pemindahan anggaran dari instansi lain ke sekretariat DPRD PALI pada tahun anggaran 2017 lalu ada persetujuan DPRD PALI, Ini perlu ditelususuri serius ” Tukasnya.

” Dalam kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD tahun 2017, Ada sekitar Rp 3 Miliar Uang anggaran di Instansi lain di Pemkab PALI digeser atau dipindahkan ke anggaran Sekretariat DPRD. Uang hingga jumlahmya jadi Rp 7,6 Miliar. Uang dari instansi mana itu, dan siapa yang bertanggung jawab. Karena jelas pemindahan anggaran dari instansi lain ke Sekretariat DPRD tersebut akan menghambat anggaran di instansi itu ” Tuturnya.

Lagi Viral :   Sambut Masa Mudik, Dishub Lampung Selatan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

” Kami minta Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI dapat mengusut, mengembangkan lagi kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun 2017 ini ” Harapnya.

Sementara itu belum lama ini, Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Marcos Simaremare melalui Kasi Intel Zulkifli menjelaskan pada kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Kabupaten PALI tahun 2017 ini yang sudah merugikan negara sebesar Rp 7,6 Miliar ini. Tim Penyidik Kejari PALI telah melakukan Penahanan terhadap tersangka Mujarab SE , selaku Bendahara Pengeluaran SKPD Sekretariat DPRD PALI Tahun 2017. 

Sedangkan Mantan Sekretariat DPRD PALI, Arif Firdaus yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka namun buron, saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

” Kedua tersangka ini disangkakan yaitu Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 8 UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi ” Pungkasnya (Ab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top